MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 409


__ADS_3

Malam hari nya semua berkumpul bersama di ruang keluarga Vino untuk menemani mereka yang masih berduka,suasana di sana begitu heboh dengan tingkah ketiga bocah kecil yang tidak mau jauh dari baby Max bahkan mereka mengajak nya berbicara saat baby Max tidur membuat yang lain geleng kepala.


"Kalian ingin memiliki adik kecil seperti baby Max"tanya Dea ingin mengomporori ketiga cucu nya.


"Iya nek Angkasa ingin adik kecil seperti ini"ucap Angkasa di angguki Bintang dan Galaksi.


"Minta sama daddy dan mommy"ucap Dea enteng.


Ketiga bocah tersebut segera memandang Jasmine dan Erland dengan tatapan memohon dan memelas.


"Mom kita ingin adik kecil seperti Max"ucap Angkasa pada Jasmine.


"Eh kan Max juga adik kalian"ucap Jasmine.


"Tapi adik Max tidak boleh di bawa pulang mom"ucap Angkasa.


"Kalian kan bisa datang ke rumah aunty Dara untuk bermain dengan baby Max nanti kalau baby Max besar kita akan bawa pulang ke rumah"ucap Jasmine.


"Angkasa ingin baby Max tinggal di rumah kita mom"ucap Angkasa merengek.


"Baby Max masih kecil harus bersama ibu nya nak nanti ia bisa menangis mencari aunty Dara bagaimana"tanya Jasmine membuat Angkasa terdiam sejenak.


"Mommy berikan saja susu seperti tadi"ucap Bintang.


"Di rumah kan tidak ada susu untuk baby Max"ucap Jasmine yang sudah mulai pusing dengan ketiga nya yang tidak bisa diam.


"Mommy belikan saja kan daddy punya uang banyak"ucap Galaksi membuat mereka yang menjadi pendengar menahan tawa karna ada saja jawaban dari ketiga nya.


"Astaga anak-anak ini menjawab terus"gerutu Jasmine pelan.


"Kalian ingin adik bayi seperti Max"tanya Erland membuat ketiga nya langsung mengangguk.


"Kalau ingin mempunyai adik kalian harus menurut dan jangan manja dengan mommy lagi agar kalian punya adik cepat"ucap Erland membuat mata Jasmine melotot .


"Benarkah"ucap Angkasa dengan mata berbinar senang.


"Iya nanti adik nya akan cepat datang"ucap Erland.


"Berarti daddy juga tidak boleh manja sama mommy"celetuk Bintang membuat yang lain tertawa sedangkan Erland menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Emang enak"ledek Jasmine pada Erland.


"Kalau kalian melihat daddy manja dengan mommy pukul saja agar daddy kalian jauh jika ingin cepat punya adik"ucap Arka.

__ADS_1


"Diam kau"ucap Erland ketus.


"Ok ancle"ucap Ketiga nya kompak.


"Memang nya daddy sering manja pada mommy"tanya Dea pada cucu nya.


"Iya nek kalau kami makan di suapi mommy pasti daddy juga akan ikut di suapi mommy,,daddy seperti anak kecil tidak mau kalah dengan kami padahal daddy sudah besar"ucap Galaksi.


"Daddy juga kalau tidur masih di temani mommy kami saja sudah bisa tidur sendirian"tambah Bintang membuat mereka kembali tertawa selain Jasmine dan Erland.


"Nah nanti malam dan seterus nya jangan biar kan Daddy tidur dengan mommy agar tidak manja lagi"ucap Arka mengompori keponakan polos nya.


"Iya ancle"ucap Angkasa mengangguk setuju.


"Lebih baik kalian tidur besok sekolah"ucap Erland kesal.


"Daddy kalian seperti nya marah karna perkataan ancle"ucap Arka pura-pura sedih.


"Haiss daddy jangan seperti itu kami kan ingin cepat punya adik seperti Max "ucap Galaksi dengan mata melotot seperti memarahi Erland namun terkesan menggemaskan di mata yang lain nya yang ingin mencubit kedua pipi Galaksi yang bulat tersebut.


"Bagaimana mungkin kalian punya adik jika daddy tidak ada"ucap Erland pelan mendapat cubitan dari Jasmine.


"Jaga ucapan mu di depan mereka"ucap Jasmine pelan.


"Ck mengalah saja apa susah nya sih"ucap Jasmine.


"Sayanggg"ucap Erland memelas.


"Diam lah atau kau mau tidur di kamar yang lain seperti yang di katakan anak mu"ucap Jasmine membuat Erland mengangguk.


Malam itu mereka semua tidur dengan lelap di rumah Vino berharap hari besok tidak ada lagi kesedihan dan berganti kebahagiaan.


Keesokan hari nya semua nya meninggalkan kediaman Vino untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing kecuali Dara yang masih berada di sana bersama baby Max.


"Apa keputusan mu sudah bulat ingin menjadikan Max putra mu"tanya Sasa pada Dara.


"Iya ma,,aku sudah berjanji pada nya untuk membesarkan Max seperti putra kandung ku sendiri"ucap Dara.


"Arka menyetujui nya"tanya Sasa.


"Aku sudah membahas nya semalam dengan Arka dan ia juga setuju menjadikan Max putra kami"ucap Dara membuat Sasa bernafas lega.


"Mama senang mendengar nya jika Arka setuju"ucap Sasa.

__ADS_1


"Mama tidak usah khawatir aku dan Arka sudah menganggap Max putra kandung kami sendiri"ucap Dara.


Sasa mengangguk dan tersenyum tipis menatap cucu nya yang berada di gendongan nya.


"Dia mirip Manda bukan"ucap Sasa membuat Dara terdiam.


"Walaupun Manda sudah tidak ada di sini lagi bersama kita namun ia masih ada di dalam hati kita ma,,sekarang yang harus kita lakukan mendoakan nya agar bahagia dan tenang di sana"ucap Vino mengelus pundak Sasa.


Air mata Sasa kembali menetes menatap cucu nya yang sudah membuka mata nya dan menatap Sasa dengan mata polos nya.


"Ma"panggil Dara.


"Mama tidak papa"ucap Sasa menghapus air mata nya.


"Kau belum ada tanda-tanda hamil sayang"tanya Sasa.


"Seperti nya belum ma"ucap Dara.


"Konsultasi ke dokter kandungan dan jangan banyak pikiran"ucap Sasa.


"Iya ma,, minggu depan kami akan ke dokter"ucap Dara.


"Jika kalian pergi Max di sini saja menemani mama,,rumah ini terasa sepi sekarang"ucap Sasa.


"Iya ma"ucap Dara.


"Bagaimana dengan butik mu"tanya Sasa.


"Lancar ma di sana ada asisten Dara yang mengurus nya jika aku tidak masuk dan mungkin hanya sesekali saja ke sana jika ada yang perlu"ucap Dara karna ia ingin cepat memiliki anak dan juga harus mengurus Max,ia pernah membaca artikel tentang seputar kehamilan agar tidak terlalu lelah dan banyak pikiran agar mudah mendapat kan anak.


"Lebih baik begitu kau di rumah saja mengurus suami dan anak-anak jangan terlalu lelah"ucap Sasa.


"Iya ma"ucap Dara.


"Bawa Max ke kamar ia sudah tidur"ucap Vino pada Dara.


Dara mengangguk dan mengambil baby Max dari gendongan Sasa lalu membawa nya ke kamar milik nya untuk menidurkan nya.


"Aku ingin pindah dari sini"ucap Sasa tiba-tiba.


"Kenapa"tanya Vino.


"Jika terus berada di sini rasa nya sulit untuk mengiklas kan kepergian Manda"ucap Sasa menatap sekeliling rumah yang sudah lama mereka tinggali,walaupun kenangan mereka semua ada di dalam rumah tersebut namun bagi Sasa jika ia tetap berada di rumah itu akan semakin sulit untuk melupakan dan mengiklas kan kepergian Manda yang tersimpan banyak kenangan.

__ADS_1


__ADS_2