
Jasmine menatap geli wajah Kania yang duduk di samping nya setelah mematikan sambungan telpon tersebut karna mereka masih sibuk dengan acara pertunangan yang terlihat mewah dan meriah.
"Aku pulang dulu"ucap Kania tiba-tiba membuat kening Jasmine mengerut bingung.
"Kenapa cepat sekali ini masih siang"tanya Jasmine.
"Ck kau lupa jika aku masih ada kelas sebentar lagi"ucap Kania membuat Jasmine tertawa pelan.
"Kasihan sekali dirimu"ucap Jasmine pura-pura sedih membuat Kania mengendus kesal.
"Sudah lah aku pergi by"ucap Kania segera meninggal kan Jasmine yang duduk di ruang keluarga karna jika ia berlama-lama di situ yang ada Jasmine akan meledek nya karna harus masuk sendirian, Jasmine sendiri memang kuliah di rumah dengan dosen yang akan datang ke rumah mereka sesuai ke inginan Erland dengan itu ia harus mengeluarkan biaya mahal namun semua yang ia lakukan demi Jasmine dan anak-anak yang ada di perut Jasmine,ia tidak mau terjadi sesuatu untuk mereka maka ia lebih baik mengeluarkan uang banyak yang penting Jasmine baik-baik saja.
Tak lama Erland datang menemui Jasmine setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya.
"Kania kemana sayang"tanya Erland tak melihat keberadaan Kania karna ia meninggal kan Jasmine di ruang keluarga bersama Kania.
"Dia ada kelas maka nya pulang"ucap Jasmine membuat Erland mengangguk mengerti.
"Aku ingin makan steak daging tapi harus kau sendiri yang membuat nya"ucap Jasmine menatap Erland dengan mata penuh harap.
Erland sendiri melongo mendengar permintaan Jasmine karna ia tidak tahu cara membuat nya ingin menolak namun tidak tega melihat wajah Jasmine yang menatap nya penuh harap.
"Apa pun untuk mu aku akan melakukan nya"ucap Erland tersenyum tipis dan mengelus kepala Jasmine dengan sayang berada di samping nya.
"Kalau begitu ayo ke dapur"ucap Jasmine segera berdiri dari duduk nya.
"Bagaimana kalau kau tunggu saja di sini aku akan membuat kan nya setelah masak aku akan kembali ke sini"ucap Erland.
"Tidak mau aku ingin melihat mu memasak"ucap Jasmine.
"Ya sudah ayo"ucap Erland menggenggam tangan Jasmine ke dapur.
"Apa tuan dan nona membutuh kan sesuatu"tanya kepala pelayan pada kedua nya.
"Istri ku ingin makan steak daging apa semua keperluan nya ada di dapur"tanya Erland.
__ADS_1
"Kebetulan semua nya lengkap tuan"ucap kepala pelayan karna ia kemaren menyuruh dua orang pelayan untuk belanja semua kebutuhan dapur yang mulai habis.
"Nona dan tuan tunggu di sini saja biar para pelayan yang akan membuat kan nya"ucap kepala pelayan cepat melihat kedua nya yang akan masuk ke dapur.
"Dia ingin aku sendiri yang membuat nya kau bantu aku saja cara membuat kan nya"ucap Erland .
"Baik tuan"ucap nya cepat.
"Ambikan kursi untuk nona"ucap Erland.
Dengan cepat salah satu pelayan mengambil kan kursi untuk Jasmine,setelah Jasmine duduk dengan tenang Erland melangkah mendekati bahan-bahan yang telah di siap kan kepala pelayan di atas meja dapur.
Erland pun mulai memasak steak keinginan Jasmine sesuai dengan intruksi kepala pelayan, Jasmine sendiri menatap wajah Erland yang terlihat semakin tampan saat sedang serius memasak membuat nya tersenyum sendiri seraya mengelus perut nya yang masih rata.
Jika kalian laki-laki semoga kalian akan setampan daddy kalian jika kalian perempuan pasti nya secantik mommy kalian ini tetapi kalau bia mommy minta kalian ada laki-laki dan perempuan,batin Jasmine tersenyum tipis.
Beberapa saat kemudian senyum Erland mengembang sempurna setelah masakan yang di inginkan Jasmine selesai,ia segera menghampiri Jasmine yang masih setia duduk di kursi nya.
"Ini sayang"ucap Erland tersenyum manis pada Jasmine memperlihat kan hasil masakan nya sendiri.
"Ayo ke meja makan"ajak Erland menarik tangan Jasmine pelan lalu menduduk kan Jasmine di kursi,ia pun meletak kan steak buatan nya di depan Jasmine.
"Suapi"ucap Jasmine dengan manja.
Erland tentu saja sangat senang melihat Jasmine yang manja terhadap nya,ia pun menarik kursi Jasmine dengan pelan untuk mendekat pada nya,setelah itu ia memotong-motong steak tersebut menjadi kecil-kecil lalu menyuapi Jasmine dengan telaten.
Jasmine sendiri memakan nya dengan lahap karna steak tersebut terasa nikmat di mulut nya,senyum Erland kembali mengembang melihat Jasmine makan dengan lahap nya.
"Apa kah rasa nya begitu lezat sehingga kau makan dengan lahap begini"tanya Erland menatap Jasmine.
"Sangat lezat coba saja"ucap Jasmine dengan mulut penuh membuat Erland terkekeh gemas,ia mencium pipi Jasmine yang masih mengunyah makanan di mulut nya.
"Kenapa kau sangat menggemaskan begini sih"ucap Erland mencubit kedua pipi Jasmine yang mulai terlihat berisi dengan lembut.
"Karna memang menggemas kan dari lahir"ucap Jasmine asal.
__ADS_1
"Ini minum dulu"ucap Erland memberikan segelas air pada Jasmine.
"Kau tidak makan"tanya Jasmine.
"Sebentar lagi aku akan makan yang penting kau makan itu sudah cukup untuk ku"ucap Erland.
"Ck ck ck bicara anda terlalu manis tuan Erland"ucap Jasmine menggeleng kan kepala nya membuat Erland terkekeh.
"Sini aku suapi"ucap Jasmine lagi mengambil makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja,selesai Jasmine pun menyuapi Erland makan.
"Kenapa menatap ku seperti itu"tanya Jasmine menatap Erland juga.
"Tidak ada istri ku sangat cantik dan aku semakin mencintai nya"ucap Erland dengan jujur.
"Jadi jika aku jelek kau tidak akan mencintai ku begitu"ucap Jasmine galak membuat Erland gelalapan.
"Sayang bukan begitu"ucap Erland cepat.
"Lalu"tanya Jasmine dengan sewot.
"Kau tau sedari kecil aku sudah mencintai mu jelek atau cantik nya aku akan tetap mencintai mu karna bagi ku jika mencintai seseorang berarti aku harus menerima kekurangan dan kelebihan nya"ucap Erland membuat Jasmine tersenyum tipis dan mengangguk kan kepala nya setuju.
"Aku sudah selesai kita ke kamar aku akan menemani mu istirahat"ucap Erland.
"Tetapi aku belum mengantuk"ucap Jasmine.
"Lalu kau ingin apa"ucap Erland.
"Bagaimana kalau kita nonton di bioskop"ucap Jasmine karna di rumah mereka tersedia bioskop kecil yang sengaja Erland buat.
"Ayo"ucap Erland menggenggam tangan Jasmine menuju ruang bioskop kecil di lantai dua dekat dengan ruangan olahraga milik Erland,jika hari libur ia akan memanfaat kan waktu tersebut untuk berolahraga beberapa jam.
"Kau ingin nonton apa"tanya Erland setelah menduduk kan Jasmine di kursi santai yang telah di modifikasi agar lebih nyaman.
"Seperti nya action menarik itu saja"ucap Jasmine, Erland mengangguk kan kepala nya menuruti ucapan Jasmine.
__ADS_1