MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 50O


__ADS_3

Gazella sampai di sekolah nya dan melihat Hellen telah menunggu nya saat gadis tersebut melambaikan tangan sambil tersenyum tipis.


"Sudah lama menunggu ku"tanya Vezia.


"Baru beberapa menit"ucap Hellen tersenyum manis.


"Kau sudah sarapan"tanya Vezia.


"Udah"ucap Hellen.


Kedua nya masuk ke dalam kelas sambil bercerita satu sama lain,saat di ambang pintu mata tajam Gazella menarik tangan Hellen agar jangan melewati pintu lebih dulu .


"Kita tunggu guru datang baru masuk"ucap Vezia.


"Kenapa "tanya Hellen.


"Nanti kau akan tahu"ucap Vezia bersender di dinding di ikuti Hellen yang masih bingung.


"Kenapa belum masuk"tanya seorang guru baru datang.


"Hehehe menunggu ibu masuk dulu"ucap Vezia.


Guru tersebut mengangguk dan akan masuk ke dalam baru satu langkah sebuah ember berisi tepung terjatuh dari atas pintu tepat di kepala guru tersebut membuat Gazella atau Vezia menyeringai di belakang.


Sedangkan guru tersebut membuang ember yang di kepala nya menatap garang semua murid yang berada di dalam kelas tersebut.


"Siapa pelaku nya"teriak guru tersebut menahan amarah membuat semua di dalam gemetar karna guru tersebut salah satu guru killer.


"Kalian katakan siapa pelaku nya atau kalian satu kelas ini akan saya hukum"teriak guru tersebut lagi.


"Devina dan teman-teman nya buk"ucap salah satu murid dari kelas tersebut membuat yang di katakan nama nya gemetar.


"Sekarang ke depan"bentak guru tersebut membuat tiga orang gadis tersebut melangkah ke depan.


"Keluar dari kelas saya dan jangan pernah masuk lagi jika kalian tidak membawa orang tua kalian,,saya ingin melihat bagaimana mereka mendidik kalian hingga seperti itu"bentak guru tersebut kuat.


"Ma-af kan kami buk"ucap Devina.


"Keluar"ucap guru tersebut berteriak membuat ketiga nya berlari.


"Jika saya tahu ada yang melakukan hal seperti itu lagi kalian rasakan hukuman nya dari saya,,saya tidak peduli kalian anak siapa pun saya tidak akan membedakan nya jika salah maka salah"ucap guru tersebut.


"Dan kalian berdua masuk,,tunggu saya kembali lagi"sambung guru tersebut segera meninggalkan kelas untuk membersihkan diri nya.

__ADS_1


Vezia dan Hellen sendiri berjalan santai hingga ke tempat duduk mereka.


"Kenapa kau bisa tahu jika ada jebakan"tanya Hellan setelah kedua nya duduk.


"Jebakan murahan begitu sudah sering aku lihat"ucap Vezia dia angguki Hellen.


"Pulang sekolah kau kemana"tanya Vezia.


"Kerja"ucap Hellen membuat Vezia menoleh.


"Kerja di mana"tanya Vezia .


"Di perusahaan Erickson"ucap Hellen.


"Benarkah"ucap Vezia,siapa yang tidak kenal perusahaan tersebut,semua orang pasti akan tahu perusahaan tersebut serta rumor tantang pemilikik perusahaan itu.


"Iya cuma sebagai cleaning servis"ucap Hellen.


"Kau susah lama berkerja di sana"tanya Vezia.


"Belum baru hampir dua bulan"ucap Hellen.


"Apa masih ada lowongan pekerjaan di sana"tanya Vezia.


"Baik lah nanti aku akan buat surat lamaran nya dulu"ucap Vezia di angguki senang oleh Hellen karna akan mempunyai teman.


*Apa salah nya bekerja sebagai cleaning servis tidak akan ada yang mengetahui nya,sekalian mencoba menjadi rakyat biasa yang mencari uang dengan bekerja keras menggunakan tenaga bukan otak terus,batin Gazella.


Tapi jangan sampai kak Daniel tahu aku bekerja sebagai cleaning servis bisa-bisa aku akan di tertawakan oleh nya,batin Gazella lagi*.


********


Pulang sekolah Gazella langsung mengerjakan berkas perusahaan milik nya agar besok tidak menumpuk lagi di temani segelas jus stroberi kesukaan nya di balkon kamar nya sambil menatap ke indahan kota dari atas.


"Huuuhh hidup sendirian ternyata begitu buruk tidak ada yang bisa di ajak bicara,semua nya sendirian jika saja ada kakek di sini pasti akan lebih menyenang kan"guman Gazella menatap lurus ke depan.


Ia kembali melanjutkan pekerjaan nya hingga satu jam lebih akhir nya selesai juga bertepatan dengan bel apartemen nya berbunyi.


"Siapa yang datang yah perasaan aku tidak memiliki teman yang tahu alamat ini dan juga aku tidak memesan paket atau yang lain nya"gumam Gazella berjalan keluar untuk membuka pintu.


Ceklek


Dan terpampang lah wajah pria tampan yang merupakan tetangga nya berdiri di depan nya dengan bungkusan di tangan nya.

__ADS_1


"Om penguntit kenapa ke sini"tanya Gazella.


"Kucing kecil kau tidak pempersilahkan tamu mu masuk"ucap Deffin.


"Aku tidak menerima tamu lagian rumah mu di depan"ucap Gazella ketus.


"Ck temani aku makan"ucap Deffin menepis Gazella dan menerobos masuk ke dalam.


"Heyy om penguntit keluar kau"teriak Gazella namun Deffin tidak menghiraukan nya ia malah duduk di sofa dengan santai.


"Kucing kecil cepat sajikan makanan itu aku sudah lapar"suruh Deffin.


"Kau pikir aku pembantu mu sajikan saja sendiri"ucap Gazella sinis.


"Kau memang tidak tahu bagaimana cara nya menyambut tamu mu"ucap Deffin.


"Aku tidak menerima tamu"ucap Gazella ketus.


Akhir nya Deffin menyerah dan berjalan ke dapur untuk menyajikan makanan yang ia bawa lalu membawa nya ke tempat duduk semula.


"Terimakasih om penguntit"ucap Gazella mengambil satu piring dan langsung melahap nya karna ia juga merasa lapar pulang sekolah belum makan apa pun.


"Kau tau terimkasih juga kucing kecil"ucap Deffin yang juga ikut makan.


Kedua nya makan dengan diam sambil mata mereka menatap televisi yang menayangkan bisnis,termasuk perusahaan milik nya masuk salah satu di sana membuat nya merasa bangga sendiri.


Setelah selesai Gazella mengangkat piring-piring tersebut ke dapyr kembali untuk di cuci meninggalkan Deffin sendiri.


"Apa ini"gumam Deffin melihat beberapa kertas di atas meja tersebut dan membuka nya.


"Veziandra Azkasya Virendra"ucap Deffin tersenyum membaca nama Vezia/Gazella.


"Nama yang cantik seperti orang nya"gumam Deffin menggelengkan kepala nya mengusir pikiran nya tersebut.


Ia membaca kertas tersebut hingga senyum licik terbit di bibir nya melihat nama yang tadi tertera akan melamar pekerjaan di perusahaan milik nya,selesai Deffin kembali menaruh nya ke tempat sediakala.


Seperti nya akan ada hari menyenangkan di perusahaan jika kucing kecil itu datang,batin Deffin.


"Apa kau gila om senyum-senyum sendiri"tanya Gazella yang sudah selesai dan menghampiri Deffin.


"Aku pulang dulu kucing kecil"ucap Deffin keluar dari kediaman Gazella berjalan menuju kediaman nya.


"Dasar aneh"gumam Gazella menutup pintu nya dan mengunci nya karna ia tidak akan keluar lagi setelah kenyang dengan makanan yang di bawakan oleh Deffin.

__ADS_1


__ADS_2