MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 428


__ADS_3

Tak berapa lama Jasmine pun di pindahkan ke ruangan yang di khusus kan untuk keluarga mereka jika ada yang sakit dan perlu menginap.


"Selamat sayang kau menjadi ibu lagi untuk putri-putri mu"ucap Jessica memeluk Jasmine.


"Terimakasih sudah melahirkan cucu cantik untuk kami"tambah Dea.


Jasmine hanya tersenyum tipis dan mengangguk sebagai jawaban karna tubuh nya masih terasa lemah dan juga pikiran nya masih tertuju pada putri pertama nya yang juga masih di tangani dokter.


Tak lama putri kedua Jasmine datang di bawa oleh suster untuk di berikan asi pertama nya di sambut antusias oleh semua nya yang sudah tidak sabar ingin melihat nya terutama Aksa ia ingin melihat nya secara langsung jika cucu nya mewarisi mata biru sang ayah karna ia sendiri tidak mewarisi nya dan juga anak-anak nya namun suatu keberuntungan untuk nya karna di warisi ke cucu perempuan nya.


Para lelaki menunggu di luar dulu selama Jasmine memberi asi pada putri kecil nya di temani Jessica dan Dea.


"Dia cantik sekali"ucap Dea menatap kagum cucu nya.


"Ia apalagi mata biru nya sangat cocok dengan wajah nya"tambah Jessica di angguki Dea.


Setelah selesai memberikan asi pada putri kecil nya, Jessica menyuruh mereka untuk masuk kembali ke dalam.


"Mata nya sama persis dengan kakek nya"ucap Aksa melihat jelas mata biru milik cucu nya yang sedang membuka mata dan menatap mereka bergantian dengan mulut yang bergerak-gerak membuat mereka gemas di buat nya.


"Lucu nya"ucap Samuel mengelus pipi merah bayi mungil tersebut.


Saat mereka asyik melihat baby kecil tersebut seorang dokter masuk ke dalam ruangan Jasmine membuat mereka menoleh.


"Bagaimana keadaan putri ku"tanya Jasmine menatap dokter tersebut.


"Nona kecil mengalami masalah pada ginjal nya nyonya maka dari itu tubuh nya lemah dan harus butuh perawatan lebih dulu"jelas dokter tersebut membuat mereka terdiam mendengar nya.


"Lakukan yang terbaik untuk putri ku"ucap Jasmine.


"Panggil dokter dari luar yang bisa menangani nya agar sembuh"tambah Erland.


"Baik tuan saya permisi dulu"ucap Dokter tersebut.


"Tunggu boleh kami melihat nya"tanya Jessica.

__ADS_1


"Tentu saja nyonya"ucap dokter tersebut.


Mereka semua pergi melihat keadaan cucu perempuan pertama mereka tersebut meninggalkan Jasmine dan putri kecil nya yang sudah berada di gendongan nya.


Sampai di ruangan khusus anak Jasmine berada mereka masuk ke dalam dan melihat cucu perempuan pertama mereka di bantu beberapa alat yang menempel di tubuh nya serta terlihat lemah membuat mereka merasa iba dan sedih.


"Daddy akan mencari cara agar kau bisa sembuh"ucap Erland ingin menangis melihat kondisi putri nya tersebut. Tangan nya terulur mengelus pipi putri nya yang memejamkan mata nya.


"Kita akan cari dokter yang bisa menangangi nya"ucap Aksa di angguki Samuel.


"Dia pasti akan sembuh dan sehat"tambah Samuel.


"Siapa kau berikan nama putri sulung mu"tanya Jessica mengelus pipi cucu nya.


"Berlian Aurora Abraham Reynal"ucap Erland.


"Cocok untuk nya"ucap Dea.


"Sekarang nama mu Aurora"tambah Dea.


Mata baby Aurora terbuka secara perlahan membuat mereka tersenyum tipis melihat nya.


"Iya mata nya langsung terbuka saat nama nya di panggil"ucap Samuel membuat mereka terkekeh.


Tak lama baby Aurora menangis membuat mereka menoleh pada dokter yang masih setia berada di dalam ruangan tersebut.


"Maaf tuan dan nyonya waktu menjenguk nya sudah selesai karna memang tidak ada yang boleh masuk dulu ke ruangan ini"ucap dokter tersebut mendekati baby Aurora dan memberikan nya asi yang sudah Jasmine berikan ke suster yang datang ke ruangan nya agar mempompa asi nya untuk baby Aurora.


"Jaga anak ku dengan baik jangan ada kesalahan sedikit pun dan dokter spesialis yang menangani putri ku harus sudah di sini besok"ucap Erland datar.


"Baik tuan"ucap dokter tersebut.


Mereka pun akhir nya keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke ruangan Jasmine setelah melihat baby Aurora baik-baik saja di sana.


"Bagaimana kondisi nya"tanya Jasmine.

__ADS_1


"Dokter akan menangani nya di sana dulu besok dokter spesialis untuk nya akan datang"ucap Erland.


"Aku memberi nama putri pertama kita Berlian Aurora,, bagaimana menurut mu"tanya Erland pada Jasmine.


"Aku suka nama nya"ucap Jasmine membuat Erland tersenyum.


"Untuk si bungsu nama nya Kristal Amora"ucap Erland menatap lembut putri bungsu nya yang sudah tidur.


"Daddy akan memanggil nya Queen"ucap Aksa yang ingin memberikan panggilan khusus untuk cucu nya tersebut.


"Terserah daddy saja"ucap Jasmine yang mungkin putri bungsu akan menjadi cucu kesayangan sang daddy.


"Lebih baik kau istirahat saja ini masih pagi sekali"ucap Jessica melihat jam dinding masih jam 3 pagi.


"Iya mom"ucap Jasmine yang juga merasa masih lelah dan butuh istirahat.


"Lebih baik mama dan Mommy juga tidur kami akan istirahat di sofa"ucap Erland.


Jessica dan Dea mengangguk segera masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan tersebut untuk istirahat juga, Sementara para lelaki di sofa ruangan tersebut.


"Aku rasa Queen akan akan seperti tuan besar nanti nya"ucap Samuel merasa ada aura yang berbeda dari cucu nya tersebut.


"Aku juga merasakan nya"ucap Aksa.


"Memang nya dulu kakek seperi apa"tanya Erland penasaran.


"Suatu saat kau akan tahu"ucap Samuel tidak ingin mengatakan nya.


"Daddy harap kau dan Jasmine jangan menghalangi ke inginan mereka nanti nya setelah dewasa,,biar kan mereka menjadi diri mereka sendiri dan seperti apa ke inginan mereka di masa depan selagi itu baik untuk mereka nanti nya"ucap Aksa pada Erland.


"Iya dad Erland juga akan mendukung ke inginan mereka jika itu hal yang positif"ucap Erland.


"Kita istirahat juga masih bisa tidur beberapa jam"ucap Samuel sudah mengantuk dan menyenderkan tubuh nya di sofa begitu pun dengan yang lain nya.


Pagi-pagi sekali suasana di ruangan Jasmine sudah ramai dan beruntung hanya mereka saja yang ada di sana jika tidak pasti akan mengganggu pasien yang lain nya.

__ADS_1


Bahkan pasangan Dara dan Friska seperti tidak mempedulikan putra mereka lagi dan malah asyik duduk di samping baby Kristal yang yang baru saja bangun,mata biru nya ke sana ke mari seperti memperhatikan mereka bergantian membuat mereka ingin mencubit pipi merah baby Kristal.


"Jas baby Kristal sama kami saja yah"ucap Arka menatap keponakanan nya ingin sekali ia membawa nya kabur dan menjadikan nya putri nya karna saking gemas nya begitu pun dengan Dara yang mengangguk mendengar ucapan Arka.


__ADS_2