MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#2


__ADS_3

Al sudah memutuskan untuk menetap di Jakarta kota kelahirannya.


"Sam,apa kau sudah menyiapkan semua keperluanku."tanya Al pada Samuel.


"Sudah Boss,semuanya sudah saya masukkan ke dalam mobil Boss."ujar Samuel.


"Jam berapa kita akan berangkat."tanya Al.


"Jam 1 siang nanti Boss."ujar Samuel.


"Baiklah. Saya mau istirahat sebentar nanti kalau sudah mau berangkat baru kau bangunkan saya."ucap Al.


"Baik Boss."jawab Samuel.


Di Kota Jakarta.


"Bellaaaaaaa."panggil Pak Joko.


"Iya Pak,ada apa kenapa Bapak berteriak."tanya Bella.


"Saya kan sudah bilang jangan pernah biarkan orang lain masuk ke dalam ruangan saya. Harus berapa kali saya harus bilang sama kamu. Haaa."ujar Pak Joko.


"Maaf Pak saya tidak akan mengulanginya Pak."ujar Bella.


"Untung kamu cantik dan istri saya yang mempertahankan kamu di perusahaan ini,kalau tidak sudah saya pecat kamu."ujar Pak Joko.


"Maafkan saya Pak."ujar Bella yang sudah mulai jengkel dengan kelakuan atasannya itu.


"Kamu keluar sekarang saya males liat kamu terus."ujar Pak Joko.


"Baik Pak."ucap Bella.


*Siapa juga yang mau terus-terusan ketemu si tua bangka,coba aja kalau gue nggak butuh pekerjaan ini. Udah lama gue ngundurin diri dari kantor ini.*batin Bella.


Bella Anastasya Florence gadis cantik,imut dan pekerja keras. Bella anak yatim piatu sejak umur 10 tahun, kedua orang tua Bella meninggalkan saat menjalankan tugas. Ayah Bella bekerja sebagai pilot di pesawat xxx. Sedangkan ibunya bekerja sebagai pramugari yang sama dengan pesawat di kemudikan oleh Ayahnya. Saat akan berangkat menuju negara xx pesawat yang di kemudikan oleh Ayahnya Bella hilang kendali dan menabrak tebing yang sangat curam. Badan pesawat semuanya hancur dan semua penumpang di nyatakan meninggal dunia.


Bella yang mendengar kejadian jatuh pesawat itu,awalnya tidak percaya kalau Ayah dan Ibu berada di dalam. Tapi dugaan Bella salah, Ayah dan ibunya tercatat sebagai korban terjatuh pesawat xxx itu.


Bella yang waktu itu masih berumur 10 sangat terpukul dengan meninggal kedua orang tuanya. Semenjak itu Bella di rawat oleh Paman dan Bibi dari Ayahnya. Bibinya Bella sangat membenci Bella dengan alasan keuangan akan bertambah banyak kalau Bella tinggal disini. Akhirnya Paman Bella memutuskan untuk memasukkan Bella ke Pesantren agar tidak selalu di marahi oleh Istrinya.


Bella akhirnya menerima kalau harus tinggal di Pesantren. Bahkan Bella menjadi idola di Pesantren tersebut. Banyak kaum Adam yang memuji kecantikannya.


Ketika umur Bella menginjak usia 15 tahun Bella memutuskan untuk keluar dari Pesantren itu. Dengan alasan ingin hidup mandiri dan mencari pekerjaan untuk memenuhi semua kebutuhannya.


Setelah Bella keluar dari Pesantren itu, Bella memutuskan ingin merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Awalnya Paman Bella tidak setuju kalau Bella merantau ke Jakarta, namun setelah Bella memberi pengertian kepada Pamannya. Akhirnya Paman Bella mengizinkannya pergi dengan syarat harus bisa menjaga diri dan selalu menghubungi Pamannya kalau terjadi sesuatu.


Bella masih tergolong sangat muda untuk bekerja, seharusnya di usianya yang ke 15 Bella masih bisa bermain seperti anak-anak yang lain. Tapi menurut Bella itu tidak terlalu penting yang ada di pikiran Bella bagaimana cara mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus meminta pada Pamannya.


Akhirnya hari yang di tunggu Bella untuk berangkat ke Jakarta sudah tiba. Paman Bella mengantarkan Bella ke halte bus yang menuju ke Jakarta. Sebenarnya kalau Bella menggunakan pesawat akan lebih menyingkat waktu dari pada harus naik bus yang akan memperpanjang waktu perjalanan Bella. Bella masih trauma dengan kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuanya, sehingga Bella lebih memilih untuk naik Bus saja ke Jakarta.


Setelah satu hari Bella dalam perjalanan menuju Jakarta, akhirnya Bella sudah sampai. Bella segera mencari teman Pamannya yang berada di Jakarta.


Sebelum Bella berangkat Paman Bella sempat memberikan alamat rumah temannya yang berada di Jakarta. Karna Paman yakin kalau temannya itu bisa menerima Bella untuk tinggal sementara di rumahnya.


Setelah lama mencari akhirnya alamat rumah yang Bella cari sudah ketemu. Bella memutuskan untuk menekan bel rumah itu, tak lama kemudian datanglah seorang satpam dan membukakan pintu untuk Bella.


Satpam itu langsung mempersilahkan Bella masuk ke dalam rumahnya. Karna majikannya sudah mengatakan kalau akan ada gadis yang akan tinggal di rumah ini untuk sementara.


Bella sangat takjub dengan rumah yang ada di hadapannya. Satpam itu langsung menuntun Bella menuju ruang tamu yang sudah ada majikannya yang menunggu kedatangan Bella.


Setelah sampai di depan pintu utama satpam itu langsung membuka pintunya dan menyuruh Bella untuk masuk kedalam karna sudah di tunggu oleh majikannya.


Bella akhirnya masuk dan benar saja di sana sudah ada orang pemilik rumah yang sudah menunggunya. Bella langsung bersalaman dengan semua orang yang ada di sana.


Bella dapat melihat tatapan tidak suka dari Istri dan Anak teman Pamannya. Semetara teman dari Paman Bella tersenyum hangat padanya beda dengan dua wanita cantik yang menatapnya dengan tidak suka.


Setelah lama berbincang akhirnya Bella memutuskan untuk istirahat sebentar karna badannya terasa sangat lelah. Kepala pelayan yang bekerja di rumah itu menunjukkan dimana letak kamar Bella. Setelah berada di depan pintu kamarnya Bella langsung memutuskan untuk masuk dan langsung istirahat. Karna terlalu lelah Bella sampai lupa mandi dan langsung tertidur begitu saja.


Keesokan harinya Bella bangun lebih pagi karna harus menyiapkan sarapan dan bersiap-siap untuk mencari lowongan pekerjaan.


Setelah selesai dengan kerjaan dapur yang di bantu oleh pelayan, Bella langsung menuju ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk mencari pekerjaan.


Bella mendatangi satu persatu perusahaan untuk melamar pekerjaan, namun tidak ada satu pun lowongan yang kosong. Semuanya sudah terisi penuh.


Banyak perusahaan yang Bella masuki tapi tidak ada satu pun yang mau menerimanya bekerja karna masih di bawah umur.


Akhirnya Bella memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Tapi saat Bella makan,tidak sengaja Bella mendengar ada orang yang membicarakan kalau di Perusahaan tempatnya bekerja ada lowongan pekerjaan yang kosong. Bella yang mendengar itu langsung mendatangi orang itu untuk menanyakan apa benar kalau ada lowongan pekerjaan yang kosong.


Orang yang membicarakan tentang lowongan pekerjaan itu langsung melihat ke arah Bella. Bella sekali lagi menanyakan hal sama pada perempuan itu. Akhirnya orang itu menjawab iya, dengan semangat Bella langsung menanyakan apa saja persyaratan yang di butuhkan untuk melamar pekerjaan di sana.


Setelah mendapatkan persyaratannya Bella langsung mengucapkan terima kasih pada orang itu. Akhirnya Bella memutuskan untuk melanjutkan makannya, karna besok Bella akan melamar pekerjaan ke perusahaan itu.


Keesokan harinya, seperti yang di rencanakan oleh Bella kemarin bahwa Bella akan melamar pekerjaan ke perusahaan Alx Company.Bella memutuskan untuk berangkat sepagi mungkin agar tidak terlambat nantinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya Bella sudah berada di depan gedung yang menjulang tinggi ke langit dengan nama perusahaan Alx Company.


Bella sangat terpukau dengan keindahan dan kemewahan perusahaan itu. Bella dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke dalam gedung.


Setelah sampai di dalam Bella langsung memberikan persyaratan untuk bisa melamar pekerjaan di sana.


Setelah melakukan interview akhirnya Bella mendapatkan jabatan yang tak pernah Bella bayangan kan sebelumnya. Bella mendapatkan jabatan yang sangat tinggi yaitu menjadi sekretaris pribadi Pak Joko.


Awalnya Bella tidak percaya, namun itu semua nyata dan Bella langsung bekerja mulai besok.


Dengan semangat yang menggebu-gebu Bella langsung memutuskan untuk pulang dan bersiap untuk besok, karna besok adalah hari pertamanya mulai bekerja sebagai sekretaris pribadi Pak Joko.


Hari yang Bella tunggu untuk bekerja pun tiba, dengan sigap Bella langsung bersiap untuk berangkat ke kantor. Bella juga mendapatkan fasilitas dari kantor seperti rumah dan mobil. Dan sekarang Bella sudah tinggal di rumah yang sudah di sediakan oleh pihak kantor.


Bella tidak ingin merepotkan keluarga itu lebih lama lagi, karna bagi Bella sudah bisa bekerja dan bisa membayar tempat tinggal sendiri itu sudah lebih dari cukup. Bella tidak ingin merepotkan keluarga itu lagi. Apalagi Istri dan Anak dari teman Pamannya tidak suka terhadapnya.


Bella yang sudah siap dengan pakaian kantornya, langsung berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi untuk pergi ke tempat kerjanya. Bella tidak pernah memakai mobil yang di berikan perusahaan untuknya karna menurut Bella itu terlalu berlebihan baginya.


Setelah mendapatkan taksi Bella langsung menuju perusahaan tempatnya bekerja. Sekitar 15 menit akhirnya Bella sudah sampai di tempat kerjanya.


Dan dihari yang sama seorang pemuda tampan yang banyak di gilai oleh kaum hawa itu mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Dan benar saja baru keluar dari dalam jet pribadinya, banyak kaum hawa yang terus memandangnya dan memuji ketampanan paripurna pemuda itu. Sedangkan orang yang mereka pandang tampak cuek dan tidak mau peduli dengan tatapan lapar kaum wanita itu. Baginya ini sudah biasa dan sering terjadi kemana pun ia pergi.

__ADS_1


"Sam."Panggil Al, ya pemuda tampan itu adalah Aldebaran Mahesa Alexander.


"Ya Boss."ujar Samuel.


"Mulai besok kau yang akan menggantikan aku di perusahaan, karna aku ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu. Sampai aku benar-benar siap untuk mengurus perusahaan Daddy."ujar Al.


"Boss mau melakukan apa, biar saya saja yang melakukannya."ujar Samuel.


"Bagaimana kalau kita berganti posisi, kau yang menjadi presdirnya dan aku yang menjadi asisten pribadimu."ujar Al.


"Saya tidak mau Boss, saya tidak pantas untuk menduduki jabatan itu Boss. Saya masih belum pantas Boss."ujar Samuel hati-hati takut membuat marah Bossnya.


"Tidak ada bantahan Sam, atau kau mau nyawamu melayang saat ini juga."ancam Al.


"Ba..Baik Bo..Boss saya mau."ujar Samuel dengan gugup.


"Bagus dan mulai besok kau yang akan mengantikan aku."ujar Al.


"Baik Boss."ucap Samuel.


Di perusahaan Alx Company..


"Bellaaaaaaa." panggil Pak Joko.


*Aduh ini kenapa lagi sih, kanapa dia terus berteriak seperti itu. Ini baru hari pertama aku bekerja disini tapi kenapa udah kayak bertahun-tahun ya. Sedikit-sedikit teriak emang aku tuli apa.*batin Bella yang sudah mulai kesal dengan Boss barunya itu.


"Iya Pak, ada apa kenapa Bapak berteriak."ucap Bella selembut mungkin.


"Kamu buatkan saya sarapan, saya lapar."ujar Pak Joko.


"Baik Pak. Bapak mau sarapan apa."tanya Bella.


"Terserah saya sudah sangat lapar sekarang."ujar Pak Joko.


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu Pak."ujar Bella yang langsung meninggalkan ruangan Bossnya itu.


*Hufffft sabar Bella ini hari pertama kamu bekerja jangan sampai kamu melakukan kesalahan Bell, kalau kamu tidak ingin di pecat hari ini juga.*batin Bella.


Ini merupakan hari pertama Bella bekerja, tapi atasannya itu sungguh menyebalkan bagi Bella. Baru hari pertama masuk kerja, Bella sudah di perlakukan seperti pembantu oleh atasannya itu.


"Bell, kamu mau kemana."tanya Dina.


"Mau bikin nasi goreng buat Boss."ucap Bella kesal.


"Kamu yang sabar ya, kamu bukan orang pertama yang jadi sekretaris Pak Joko. Banyak sebelum kamu orang-orang yang melamar kerja disini dan di perlakukan lebih buruk dari kamu. Kamu yang sabar ya."ujar Dina.


"Iya Din, aku tau kok udah banyak pegawai yang bilang begitu sama aku. Aku harus tahan dengan sikap Pak Joko kalau tidak aku bisa di pecat dari perusahaan ini. Kamu kan tau kalau mencari pekerjaan di Kota sangat susah."ujar Bella dengan lesu.


"Yang sabar ya, ya udah sana bikin nasi gorengnya atau kamu mau kena semprot sama Pak Joko karna menunggu kamu terlalu lama."ucap Dina.


"Ya udah Din aku ke dapur dulu buat masak nasi goreng buat Pak Joko. Bye Dina."ucap Bella dan langsung melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat nasi goreng.


*Kasihan kamu Bell, baru masuk bekerja saja kamu sudah di perlakukan seperti ini sama Pak Joko. Kamu yang sabar ya Bell, mungkin ini ujian menuju kebahagiaan yang abadi buat kamu. Aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu Bella.*batin Dina.


Tokk tokk tokk


"Masuk."ucap seorang laki-laki dari dalam ruangannya.


"Ini Pak sarapan nasi goreng buat Bapak."Ujar Bella.


"Letakkan di situ, setelah itu kamu keluar dari ruangan saya."ujar Pak Joko.


"Baik Pak."ujar Bella yang langsung menuju ke arah sofa yang terletak di dalam ruangan Bossnya itu. Setelah itu Bella langsung keluar dari ruangan Bossnya itu.


*Huffffttt akhirnya bisa bebas dari singa jantan itu. Capek aku kalau setiap hari di giniin. Emang aku babunya apa, aku itu sekretarisnya tapi kok aku di perlakukan kayak babu ya. Tapi aku harus tahan sampai aku dapat kerjaan yang baru. Setelah itu aku bakalan ngundurin diri dari perusahaan ini.*batin Bella.


Sedangkan di tempat lain.


"Sam." panggil Al.


"Ya Boss ada apa, atau Boss memerlukan sesuatu." ujar Samuel.


"Kita ke perusahaan sekarang dan Ingat perkataan ku yang kemarin, mulai sekarang kau yang menjadi presdirnya dan aku yang akan menjadi asisten pribadimu. Karna di negara ini belum ada yang tau bagaimana wajah anak Presdir dari perusahaan Daddy." ujar Al.


"Baik Boss." ujar Samuel.


"Satu lagi setelah sampai di perusahaan jangan memanggilku dengan Boss, kau bisa memanggil namaku bila kita di perusahaan.Karna hanya di sana statusku dan kau berubah. Setalah keluar dari perusahaan kau akan tetap menjadi anak buah ku. Kau paham." ujar Al.


"Baik Boss."ucap Samuel.


*Apalagi ini kenapa harus aku yang menggantikan posisinya di perusahaan, kenapa tidak orang lain saja. Bisa-bisa aku terkena serangan jantung kalau terus-terusan begini. Dan ini hanya memanggil namanya saja, berhadapan dengannya saja jantung hampir mau copot apalagi kalau aku memanggil namanya. Bisa mati mendadak aku. Sam kenapa kau sesial ini Sam, kenapa kau harus berurusan dengan Boss mafia terkejam di dunia ini Sam.*batin frustasi Samuel.


"Sekarang kau bersiap karna sebentar lagi kita akan berangkat dan jangan lupa kau harus berpakaian yang rapi karna kau yang akan menjadi perhatian semua orang di sana, jangan mempermalukan aku di sana yang notabennya Presdir yang asli." ucap Al.


"Baik Boss, akan saya lakukan."ucap Samuel.


Setelah 15 menit akhirnya Al dan Samuel segera berangkat menuju perusahaan tempat Almarhum Daddy bekerja dulu, sebelum orang-orang itu merenggut nyawa kedua orang tua.


"Sam bagaimana dengan keluarga Tuan Marsel." tanya Al.


"Semua sudah beres Boss. Mereka hidup menderita di jalanan dan sesuai keinginan Boss tidak ada satu pun perusahaan yang mau menolong perusahaan Tuan Marsel Boss." ucap Samuel.


"Saya sangat puas dengan cara kerja kau Sam." ujar Al.


"Terus kau awasi mereka Sam, jangan sampai mereka melakukan kesalahan lagi. Satu kali lagi mereka membuat masalah dengan ku, mereka akan aku pastikan tidak akan pernah hidup tenang di dunia ini lagi."ujar Al lagi.


"Baik Boss akan saya lakukan."ujar Samuel.


"Saya percaya dengan cara kerja kau Sam." ujar Al.


Sekitar 45 menit akhir Al dan Samuel sudah sampai di perusahaan Daddynya Al. Al yang melihat perusahaan Daddy langsung teringat kenangannya bersama sang Daddy. Hati Al kembali sakit saat mengetahui kalau orang tuanya dibunuh karna memnginginkan kedudukan tertinggi di dunia bisnis. Al menguatkan hatinya untuk masuk ke dalam perusahaan itu.


Baru sampai di depan pintu lobby Al dan Samuel segera di sambut oleh para karyawan. Karna mereka sudah mengetahui akan kedatangan Presdir dari perusahaan tempat mereka bekerja.


Semua karyawan melihat pada dua laki-laki tampan yang sedang berjalan menuju lift yang khusus untuk Presdir.

__ADS_1


Terlebih kaum hawa sangat memuja ketampanan dua pemuda itu, tapi tidak dengan Bella yang hanya melihat sebentar dan langsung memalingkan wajahnya. Karna Bella cukup tau diri, dirinya hanya bisa memandang tanpa bisa memiliki salah satu diantara mereka. Al yang melihat Bella hanya cuek melihat dirinya menjadi tertarik, karna Al sudah sangat kebal dengan tatapan lapar para kaum hawa yang memuja ketampanannya. Tapi entah mengapa dirinya menjadi tertarik dengan sifat cuek Bella terhadapnya. Padahal Bella bukanlah tipe wanita Al. Tapi dengan sifat cuek Bella, Al menjadi tertarik agar bisa mengenal gadis itu lebih dekat lagi.


*Mulai detik ini kau menjadi wanitaku kucing kecil. Akan aku jaga kau sampai kau menjadi milikku seutuhnya. Dan tak akan aku biarkan orang lain menyakitimu. Sehelai rambut saja jatuh dari kepalamu, orang yang berani menyakitimu itu akan lenyap dari muka bumi ini selamanya. Karna telah berani menyakiti wanitaku.* batin Al.


" Sam kita ruangan ku sekarang, aku sudah muak dilihat sama mereka."ucap Al yang membisikkan pada Samuel yang berada di depannya.


"Baik Boss"ucap Samuel yang ikut berbisik juga.


Samuel langsung melangkahkan kakinya menuju lift dan langsung memencet angka 38 yang merupakan ruangan khusus Presdir.


Setelah pintu lift terbuka Samuel dan Al langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan mereka masing-masing.


"Ruangan Boss berada di sana dan ini ruangan saya Boss. Boss tidak usah takut, tidak ada yang berani masuk ruangan ini tanpa perintah dari Boss. Jadi mereka tidak akan tau kalau Boss adalah presdirnya disini." ucap Samuel menjelaskan pada Al.


"Baiklah, tapi kau harus pastikan Sam tidak akan ada yang masuk ke dalam ruangan ini. Kalau sampai ada yang tau, kau akan tau akibatnya Sam." ujar Al dengan sedikit mangancam Samuel.


"Baik Boss akan saya pastikan tidak akan ada yang berani masuk ke dalam ruangan ini Boss."ujar Samuel yang sudah ketar ketir karna ancaman dari Al yang membuat jantung seakan mau copot dari tempatnya karna takut dengan ucapan Al.


Al langsung melangkahkan kaki menuju ruangan Daddy nya yang sekarang telah menjadi ruangannya.


Al membuka pintu ruangan kerja yang pernah di tempati oleh Daddy nya. Kenangan itu kembali teringat oleh Al, semua kenangan dengan Daddy langsung berputar di otaknya.


"Sam kau keruangan ku sekarang."ucap Al saat sambungan telfonnya sudah di angkat oleh Samuel.


"Baik Boss."jawab Samuel di sebrang sana.


Al langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


tokk tokk tokk.


"Masuk." ujar Al dari dalam.


"Ada apa Boss memanggil saya." tanya Samuel.


"Kau harus mengganti semua barang yang ada di sini dengan yang baru. Kau tau kan bagaimana seleraku. Sekarang juga kau lakukan perintahku, aku ingin berjalan-jalan dulu mengelilingi perusahaan Daddy. Sebelum aku kembali semuanya sudah beres. Kau paham Sam." ujar Al yang langsung meninggalkan Samuel yang masih termenung dengan perintah Bossnya.


*Dia gila apa ya, ngasih kerjaan yang berat malah di kasih waktu sedikit. Emang aku robot apa yang bisa kerja secepat itu. Sam kenapa nasibmu sesial ini Sam. Apa dosa yang kau perbuat Sam, sampai kau mendapatkan Boss yang tak punya hati seperti dia Sam.* batin Samuel menangisi nasibnya yang malang.


Al langsung mengelilingi perusahaan Daddy nya itu, hingga Al berhenti di pintu ruangan Pak Joko karna melihat gadis yang tadi pagi sangat cuek padanya sedang berdiri membelakangi pintu sambil menundukkan kepalanya.


"Hay kenapa kau malah di sini, kenapa tidak masuk."ujar Al ramah pada Bella. Ya gadis yang sedang di ajak bicara adalah Bella.


"Eeeh, kau membuatku kaget." ucap Bella kaget dengan kedatangan Al yang tiba-tiba.


"Sorry kalau aku membuat kau kaget, kau belum menjawab pertanyaan ku."ujar Al lagi.


"Aku malas berurusan dengan Pak Joko, dia sangat semena-mena denganku. Dia memperlakukan aku seperti babunya, yang bisa di suruh-suruh. Aku capek dari tadi terus berjalan karna perintahnya yang ingin belikan ini lah, dibelikan itu lah. Ujung-ujungnya nggak di makan juga. Ini baru hari pertamaku bekerja, bahkan belum satu hari aku bekerja disini rasanya aku ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini. Kau tau aku capek kalau harus bekerja seperti ini. Tapi kalau aku mengundurkan diri dari sini aku harus bekerja apa nantinya. Paman dan Bibiku sangat membutuhkan biaya untuk hidup, dan aku harus bisa mencukupi kebutuhan Paman dan Bibiku. Sekarang mereka membutuhkan biaya untuk menguliahkan keponakanku. Aku tidak tau harus bagaimana lagi, kalau aku tidak mendapatkan uang bulan ini Bibiku akan sangat marah padaku." curhat Bella pada Al.


Al yang mendengar itu entah mengapa hati menjadi panas dan ingin sekali menghabisi pria itu sekarang juga. Berani-beraninya dia menganiaya wanitanya.


"Upppss. Maaf tidak seharusnya aku curhat pada orang yang belum aku kenal." ujar Bella.


"Namaku Aldebaran kau bisa memanggilku Al. Kalau namamu siapa." ucap Al sambil mengulurkan tangannya pada Bella.


"Bella Anastasya Florence kau bisa memanggilku Bella." ujar Bella sambil menerima uluran tangan Al.


"Senang berkenalan denganmu, sekarang kita teman." ucap Al sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Teman." ujar Bella dan langsung mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Al.


"Mulai sekarang kau bisa cerita apapun padaku, aku dengan senang hati akan mendengarkan curhatan mu. Karna sekarang kau temanku satu-satu di perusahaan ini. Kau tak perlu sungkan padaku jika kau membutuhkan sesuatu kau bilang saja padaku, aku pasti akan menolong mu." ujar Al.


"Terima kasih, kau begitu baik padaku padahal kita baru saja berkenalan dan menjadi teman. Tapi kau seperti sudah mengenalku cukup lama, sehingga kau dengan mudah bicara seperti itu padaku Al." ujar Bella tertawa karna lucu dengan sikap Al.


"Maaf apa aku terlalu berlebihan." ucap Al yang merasa aneh dengan Bella yang tertawa saat mendengar ucapannya.


"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf padamu karna sudah menertawakan mu." ucap Bella.


"Tidak apa, asal kau senang aku juga ikutan senang melihat temanku bisa tertawa."ujar Al yang merasa sangat senang bisa melihat senyum dari wanitanya.


"Ya sudah kalau begitu, mungkin kita sampai di sini dulu aku harus bekerja. Apa kau di sini juga bekerja."tanya Bella.


"Ya aku bekerja di sini juga."ujar Al yang bingung harus menjawab apa kalau Bella menanyakan di bagian mana dia bekerja.


" Ya sudah kalau begitu selamat bekerja, semoga kita bisa bertemu lagi. Aku senang sekali bisa berteman denganmu Al." ujar Bella yang langsung pamit ingin melanjutkan pekerjaannya.


*Kita akan selalu bertemu setelah ini kucing kecil, karna kau akan menjadi sekretaris pribadiku. Akan aku perlakukan kau seperti ratu jika kau berada di sampingku. Takkan ada yang berani menyakitimu jika kau di sampingku, sekali saja mereka menyakitimu orang itu akan jadi mainan ku sampai dia sendiri yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri.* batin Al.


Al memutuskan untuk kembali keruangan ya.


Sesampainya Al di sana, Al melihat Samuel yang kerepotan karena perintahnya.


"Sam." panggil Al.


" Iya Boss." jawab Samuel.


"Kalau tidak siap sekarang tak apa bisa di lanjutkan besok saja. Sekarang kau punya tugas baru dariku." ujar Al.


"Tugas apa Boss." tanya Samuel.


"Kau cari tau semua kehidupan gadis yang ku temui tadi." ujar Al tanpa rasa ragu sedikit pun.


"Siapa nama gadis itu Boss." tanya Samuel yang heran. Setau Samuel Al tidak pernah dekat dengan gadis selama dirinya menjadi asisten pribadi Al.


"Bella Anastasya Florence." ucap Al dengan senyum-senyum sendiri.


Al yang melihat Boss tersenyum seperti itu, menjadi penasaran dengan gadis yang bisa merubah sikap dingin Bossnya itu.


"Baik Boss akan saya lakukan." ujar Samuel pada Al.


"Sekarang kita pulang ke mansion, aku ingin istirahat." ujar Al.


"Baik Boss." jawab Samuel.


*Bersambung...*

__ADS_1


__ADS_2