
Sore hari setelah pulang sekolah sesuai janji nya ia akan pulang ke rumah lebih dulu baru lah ia akan pergi ke rumah Claudia sebagai alasan nya mumpung besok hari mingggu jadi ia akan memanfaat kan waktu tersebut.
"Ma Ella pergi dulu"pamit Gazella.
"Iya sayang hati-hati jangan membuat ulah di sana"ucap Rose.
"Iya ma,,mungkin malam Ella baru pulang ma karna masih ingin bermain dulu"ucap Gazella di angguki Rose.
Gazella segera meninggal kan kediaman tersebut dengan mengendarai mobil nya menuju markas setelah ia menghubungi Claudia. Sampai di markas Gazella turun dari mobil nya dan masuk ke dalam.
"Sudah siap semua"tanya Gazella.
"Sudah Queen"ucap mereka serempak.
"Bagus kita berangkat sekarang"ucap Gazella pada mereka.
Gazella telah menyewa sebuah helikopter untuk membawa mereka ke negara tersebut,ia juga hanya membawa sepuluh anak buah milik nya yang sengaja ia pilih yang paling terlatih serta telah menyiapkan senjata dan rajun buatan nya untuk menyerang musuh-musuh tersebut.
Helikopter tersebut segera mengudara meninggalkan markas milik nya untuk ke negara tujuan nya,Gazella telah mutup wajah nya dengan masker agar tidak ada yang tahu siapa diri nya serta menggunakan soflen seperti biasa,malam ini setelah sampai ia akan membantai mereka semua tanpa ampun.
Saat tepat jam satu dini hari helikopter yang membawa mereka mendarat,mereka semua segera keluar dari dalam dan berjalan menyusuri hutan yang tak jauh dari markas tersebut karna Gazella telah menyelidiki semua nya lebih dulu maka dari itu ia sudah mempersiapkan semua nya dengan teliti.
"Jangan sisa kan apapun di sana bunuh mereka semua tanpa sisa"ucap Gazella dingin.
Ia berjalan di depan memimpin anak buah nya dengan pistol di kedua tangan nya,serta beberapa pisau dan jarum perak yang sudah ia lumuri racun terdapat di paha nya, mata dingin dan tajam milik nya menatap benci ke arah markas tersebut.
"Kalian siap"tanya Gazella.
"Siap Queen"ucap Mereka serantak.
__ADS_1
"Bagus,,aku akan masuk ke dalam lebih dulu dan kalian berpencar lah untuk menghabisi mereka"ucap Gazella di angguki mereka.
Gazella dengan lihai masuk ke dalam dengan mengendap-endap begitu juga anak buah Gazella yang sudah mulai berpencar masuk ke dalam, Gazella sendiri akan langsung berhadapan dengan ketua mafia tersebut.
Langkah kaki Gazella berhenti tepat di lantai dua bangunan tersebut,mata nya menatap anak buah nya dari kejauhan menunggu aba-aba dari nya dan Gazella mengangguk kan kepala nya agar mereka mulai membantai habis orang-orang di dalam markas tersebut.
Melihat Queen mereka mengangguk akhir nya mereka menyerang anak buah yang tak jauh dari mereka hingga terjadi lah aksi baku hantam dan suara tembakan menggema di mana-mana membuat yang lain keluar entah dari mana.
Dor
Dor
Dor
Dor
Gazella memainkan kedua pistol yang ada di tangan nya membantu anak buah nya menghabisi yang lain sekalian menunggu ketua mafia tersebut keluar karna begitu banyak pintu di sana membuat ia tidak tahu di mana pasti nya ruangan ketua tersebut.
Gazella menendang pintu tersebut dengan kuat hingga pintu itu terbuka lebar,dengan langkah hati-hati dan waspada Gazella menatap sekeliling ruangan tersebut.
Syuutt
Gazella menghindar dari belati yang tiba-tiba melayang ke arah nya hingga belati tersebut terjatug kelantai.
"Ternyata ketua mafia ini seorang pengecut yang hanya bisa bersembunyi tidak berani menampak kan diri nya"ejek Gazella.
Hingga tampak seseorang keluar dari sudut ruangan yang terlihat gelap dengan pistol di tangan nya juga.
Dor
__ADS_1
Gazella dengan lihai menghindar dan menatap datar pada seseorang yang sudah berdiri di depan nya.
"Cih hanya segitu kemampuan anda rupanya"ucap Gazella mengangkat pistol tersebut ke arah seseorang yang di dapan nya.
"Katakan siapa sebenar nya pemimpin kalian atau peluru ini bersarang di kepala mu"ucap Gazella dingin.
"Hahaha mati pun aku tidak akan mengatakan nya"ucap orang tersebut.
Dor
"Bukan kah itu pilihan mu"gumam Gazella.
Ia menggeledah ruangan tersebut setelah menembak orang yang di depan nya untuk mencari tahu pemimpin asli mafia tersebut.
"Sial tidak ada apa pun"gumam Gazella karna tidak menemukan apa pun di dalam sana.
Gazella segera keluar dari dalam ruangan tersebut membantu anak buah nya yang masih tetap bertarung satu sama lain,ia menembaki para musuh nya tanpa ampun karna bagaimana pun ia sangat membenci mafia tersebut hingga ia tidak memiliki rasa kasihan pada mereka semua.
"Kita akan menginap di hotel lebih dulu besok baru kita pulang"ucap Gazella pada anak buah nya.
"Baik Queen"ucap mereka.
"Cari apa pun yang bisa membawa kita keluar dari sini menuju kota"ucap Gazella keluar dari markas tersebut.
Ia akan menunggu kedatangan anak buah nya depan,tak lama terdengar suara mobil yang keluar dari dalam,Gazella segera menghampiri mobil tersebut sebelum masuk ke dalam ia melemparkan bom ke arah markas tersebut hingga meledak dan bangungan tersebut runtuh tak tersisa.
Mobil tersebut segera keluar dari daerah hutan tersebut menuju kota untuk mereka menginap di hotel malam ini, Satu jam mereka mengendarai mobil akhir nya sampai di hotel mewah,Gazella dan yang lain nya masuk ke dalam dan memesan kamar untuk mereka semua serta meminta pelayan di hotel tersebut mencari pakaian untuk mereka semua.
Gazella masuk ke dalam kamar nya dan segera ke kamar mandi sebelum nona darah di tubuh nya mengering,setelah cukup puas menghilangkan bau darah tersebut Gazella memakai baju milik nya dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
__ADS_1
"Walaupun dalang nya belum juga di temukan setidak nya satu persatu dari mereka telah habis di tangan ku,Nenek tidak marah kan pada Queen karna menjadi seperti ini,Maaf kan Queen menjadi pembunuh karna Queen masih tidak terima kehilangan nenek karna mereka sebelum mereka habis di tangan Queen maka Queen tidak akan bisa tenang,bahagia lah di sana nek tunggu Queen datang agar kita berkumpul lagi,,nenek tahu mereka ingin mengadakan pesta ulang tahun untuk ku di sana,,apa yang harus Queen lakukan nek Queen masih belum bisa menerima mereka karna setiap bertemu dengan mereka sakit dan kecewa itu masih terasa,,Entah sampai kapan semua itu hilang,,Queen juga ingin hidup tenang seperti yang lain nya"gumam Queen menatap langit-langit kamar nya berharap kedua nenek nya mendengar kan keluh kesah yang ia simpan di dalam hati nya.