
Kepala pelayan serta anak buah kepercayaan Erland segera mengangkat tubuh Jasmine ke kamar tamu dan membaringkan Jasmine di ata ranjang.
"Cepat panggil dokter"ucap nya pada kepala pelayan.
Kepala pelayan tersebut mengangguk segera berlari keluar dari kamar tamu menelpon dokter untuk memeriksa Jasmine.
Sementara Erland yang baru saja sampai melihat halaman rumah nya yang di genangi darah serta mayat yang bertebaran di mana-mana,ia segera keluar dari dalam mobil berlari masuk ke dalam rumah.
"Di mana Jasmine"tanya Erland pada kepala pelayan yang baru saja selesai menelpon dokter.
"Di kamar tamu tuan"ucap kepala pelayan menunduk takut.
Erland segera berlari ke kamar tamu dan membuka pintu tersebut sedikit kasar,tatapan khawatir terlihat jelas di wajah lelah nya melihat Jasmine terbaring diatas ranjang.
"Apa yang terjadi"ucap Erland pada anak buah keperyaan nya seraya mendekati Jasmine.
__ADS_1
"Sayang"ucap Erland menepuk pipi Jasmine namun tak ada respon sama sekali mata tajam nya melihat anak buah nya yang sedang berdiri takut di dekat pintu.
"Nona tadi ikut melawan mereka tuan kami sudah mencegah nya namun nona bersikeras untuk ikut tapi saat tuan Stev datang saya langsung menyuruh anak buah yang lain membawa nona masuk,setelah nona masuk ke dalam tak lama nona pingsan"ucap nya dengan menunduk,sedangkan Erland yang mendengar semua membuat ia mengepal kan tangan nya kuat.
"Dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa rupa nya jika terjadi sesuatu pada istri ku aku sendiri yang akan menghabisi nya"gumam Erland membuat aura di dalam kamar tersebut terasa mengerikan.
"Tuan dokter nya telah tiba"ucap kepala pelayan membuat Erland melihat ke arah pintu.
"Periksa istri ku"ucap Erland datar.
Anak buah Erland dan kepala pelayan segera keluar dari kamar meninggal kan Erland di kamar tersebut.
Dokter tersebut segera memeriksa Jasmine dengan teliti setelah selesai ia membereskan semua peralatan yang ia keluarkan tadi.
"Bagaimana"tanya Erland.
__ADS_1
"Nona hanya kelelahan tuan maka dari itu ia pingsan saya saran kan agar nona jangan sampai kelelahan apalagi sampai pingsan begitu"ucap nya pada Erland.
"Dan selamat tuan nona sedang hamil untuk lebih jelas nya sebaik nya tuan membawa nona ke rumah sakit untuk memeriksa nya lebih lanjut"ucap dokter tersebut membuat Erland mematung seakan tidak percaya apa yang telah ia dengar.
"Istri saya hamil dok"tanya Erland untuk memastikan pendengaran nya.
"Benar tuan dan saya akan memberikan vitamin kepada kepala pelayan agar di segera di tebus"ucap nya membuat senyum Erland mengembang dengan cepat ia berlari memeluk Jasmine erat yang masih belum sadar,sementara dokter tersebut segera meninggal kan kamar tamu untuk kembali.
"Terimakasih sayang akhir nya kita akan segera memiliki anak"ucap Erland dengan wajah bahagia,ia mengelus lembut perut Jasmine yang masih rata.
Erland segera keluar dari dalam kamar menemui anak buah nya yang membersihkan halaman rumah nya.
"Tuan"ucap anak buah Erland melihat kehadiran Erland.
"Tambah kan anak buah yang lain untuk menjaga istri ku dan temukan di mana dia sekarang aku akan memberi nya pelajaran"ucap Erland.
__ADS_1
Beruntung Jasmine dan anak nya tidak papa jika saja terjadi sesuatu di antara kedua nya Erland pasti kan sekarang juga ia akan membunuh Stev, Sekarang ia ingin menjaga Jasmine dulu apa lagi Jasmine masih belum sadar.