
Setelah hampir dua jam dokter menangani Jasmine akhir nya mereka keluar dari dalam ruangan tersebut,Erland yang sedari tadi menunggu dengan Bintang yang sudah tidur di gendongan nya segera berdiri dari duduk nya.
"Bagaimana keadaan istri saya"ucap Erland datar.
"Keadaan nona sudah baik-baik saja tuan,luka tusuk nya tidak terlalu dalam namun nona mengalami keguguran saat kami memeriksa nya tadi mungkin karna tadi nona sempat melawan orang yang ingin menusuk nya"ucap dokter tersebut membuat Erland terdiam kaku karna ia tidak tahu jika Jasmine sedang mengandung anak nya lagi.
"Berapa usia kandungan nya"tanya Erland memastikan nya.
"Usia nya masih muda tuan baru sekitar masuk dua minggu karna itu sangat rentan keguguran"ucap dokter tersebut.
"Apa sekarang saya boleh melihat istri saya"tanya Erland.
"Sebentar lagi kami akan memindahkan nona ke ruang rawat tuan dan untuk saat ini nona masih dalam pengaruh obat bius dan nona akan bangun sekitar satu jam lagi"ucap dokter tersebut.
"Iya"ucap Erland,ia merasa lega karna Jasmine baik-baik saja dan luka nya tidak terlalu dalam walaupun dengan kejadian tersebut ia harus rela kehilangan bayi nya.
Tak lama suster mendorong brankar Jasmine membawa nya ke ruang VIP dengan Erland yang mengikuti nya dari belakang,sampai di sana ia menidurkan Bintang di sofa dan melihat Jasmine yang masih memejam kan mata nya.
"Kau membuat ku khawatir sayang,maafkan aku tidak bisa menjaga mu dengan baik dan sekarang kita harus kehilangan bayi kita maafkan aku"ucap Erland pelan sambil mencium tangan Jasmine yang ada di genggaman nya.
Saat masih mengelus kepala Jasmine menunggu nya bangun Erland teringat jika belum memberitahu keluarga nya jika Jasmine dan Bintang sudah bersama nya,ia pun mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Jessica.
Tut Tut tut
"Hallo nak bagaimana keadaan Jasmine dan Bintang,kau sudah nemenukan mereka bukan,kalian di mana sekarang kenapa tidak pulang ke rumah mommy sangat khawatir dengan kalin"ucap Jessica cepat karna sedari tadi ia khawatir dengan Jasmine dan Bintang.
"Mommy kalau bertanya satu-satu,Jasmine dan Bintang sudah bersama ku sekarang"ucap Erland membuat Jessica mengehela nafas lega.
"Mereka baik-baik saja bukan"tanya Jessica.
"Baik mom namun Jasmine masih harus di rawat di rumah sakit tapi mommy tidak usah khawatir Jasmine sudah baik-baik saja hanya istirahat"ucap Erland tak ingin membuat mertua nya khawatir.
"Jasmine di rawat di mana"tanya Aksa di sana karna sedari tadi ia hanya mendengar kan.
"Di rumah sakit xxx dad"ucap Erland.
"Sebentar lagi kami ke sana"ucap Aksa mematikan telpon nya dan menatap Jessica.
__ADS_1
"Aku akan ke sana lebih dulu kau di rumah saja bersama Angkasa dan Galaksi kasihan mereka jika bangun tidak ada salah satu di antara kita di rumah"ucap Aksa.
"Mana bisa begitu harus nya aku yang ke sana kau di sini bersama mereka"ucap Jessica tidak terima.
"Kalau begitu cepat telpon Dea agar ke sini menemani mereka berdua kita akan ke rumah sakit setelah mereka datang"ucap Aksa tidak ingin berdebat karna khawatir dengan kondisi Jasmine.
Jessica mengangguk setuju dan menelpon Dea agar datang ke rumah nya menemani kedua cucu mereka di rumah,tidak mungkin mereka membawa kedua nya ke rumah sakit apalagi mereka sedang tidur.
"Bagaimana keadaan Jasmine"tanya Dea langsung saat sudah sampai di rumah Jessica karna rumah mereka tidak lah jauh.
"Aku tidak tahu maka dari itu aku meminta mu ke sini untuk menemani merek berdua dulu"ucap Jessica.
"Kalian pergi lah nanti saat mereka bangun aku akan ke sana membawa mereka juga"ucap Dea.
"Kami pergi dulu"ucap Jessica masuk ke dalam mobil Aksa yang lebih dulu masuk ke dalam.
Sementara Erland setelah menelpon Jessica ia menghubungi anak buah nya untuk menanyakan siapa dalang semua itu.
"Bagaimana"tanya Erland dingin.
"Kami sudah menemukan nya tuan dan saat ini dia sedang berada di ruang tahanan"ucap anak buah Erland.
"Siapa"tanya Jasmine baru sadar dan mendengar sebagian pembicaraan singkat Erland.
"Kau sudah sadar sayang"ucap Erland memeluk Jasmin pelan.
"Baru saja"ucap Jasmine pelan.
"Kau membutuh kan sesuatu"tanya Erland melapaskan pelukan nya dan menatap wajah Jasmine yang sedikit pucat.
"Aku hanya haus"ucap Jasmine.
Dengan cepat Erland mengambil minum dan meminumkan nya pada Jasmine agar Jasmine tidak banyak bergerak dulu.
"Bintang di mana"tanya Jasmine.
"Tidur di sofa"ucap Erland menunjuk kan dengan dagu nya dimana Bintang tidur.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja bukan"tanya Jasmine.
"Tentu saja dia baik-baik saja karna ada mommy nya yang hebat melindungi nya saat daddy nya tidak ada di samping nya"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
"Maafkan aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik"ucap Erland lagi.
"Semua itu bukan salah mu"ucap Jasmine menggenggam tangan Erland.
"Mulai besok kalian akan aku awasi langsung"ucap Erland tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi.
"Maksut nya"tanya Jasmine.
"Kemana pun kalian pergi jika tidak dengan ku akan ada pengawal yang menjaga kalian dan aku tidak ingin mendengar penolakan dari mu"ucap Erland tegas tidak ingin di bantah.
"Aku masih bisa menjaga diri ku dan anak-anak tidak perlu pakai pengawal segala"protes Jasmine.
"Sekali ini saja dengar kan aku dan menurut kau tahu aku sangat khawatir tadi jadi jangan menolak nya"ucap Erland dengan tatapan memohon agar Jasmine menerima nya.
"Baik lah"ucap Jasmine pasrah membuat Erland tersenyum tipis.
"Aku akan keluar sebentar setelah mommy dan daddy datang"ucap Erland.
"Kemana"tanya Jasmine.
"Ada pekerjaan yang harus aku lakukan"ucap Erland.
"Kau ingin memberi pelajaran pada orang yang telah menyuruh menculik Bintang"tanya Jasmine langsung.
"Iya"ucap Erland jujur.
"Aku ikut"ucap Jasmine.
"Tidak kau masih sakit"ucap Erland tegas.
"Ini hanya luka kecil saja"ucap Jasmine.
"Jika aku bilang tidak berarti tidak jangan membantah nya"ucap Erland dingin.
__ADS_1
"Ck ya sudah sana pergi"ucap Jasmine ketus karna ia juga ingin menyiksa mereka yang berani menculik putra nya.
"Aku hanya sebentar jika sudah selesai aku akan kembali ke sini"ucap Erland menciun kening Jasmine sebelum pergi karna ia mendengar suara langkah kaki yang akan masuk ke ruangan Jasmine yang pasti adalah mertua nya.