
Saat ini mereka semua sedang berkumpul di rumah Vino,keluarga Aksa dan Samuel juga ada di sana beserta anak-anak mereka,mereka juga sudah tahu bagaimana kondisi Manda saat ini.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang"tanya Aksa pada Vino membuat Vino diam karna ia juga tidak tahu harus bagaimana.
Setelah mengetahui Manda hamil Vino menyuruh anak buah nya untuk mencari lelaki yang telah menghamili putri nya,saat itu anak buah nya sudah menemukan lelaki tersebut namun lelaki itu kabur hingga terjadi aksi kejar-kejar an yang berakhir kecelakaan dimana lelaki itu mati di tempat.
"Bagaimana kalau Manda menikah dengan Arka saja,selama ini Manda sangat mencintai Arka"ucap Sasa tiba-tiba membuat mereka semua terkejut dengan ucapan Sasa.
"Aku tidak setuju"ucap Jessica tegas,bukan nya ia tidak kasihan pada Manda hanya saja ini menyangkut masa depan putra nya dan juga ia lebih suka Dara menjadi menantunya.
"Aku mohon Jess"ucap Sasa dengan mata yang berair.
"Mama"teriak Dara yang sedari tadi diam.
"Mama tidak pernah memikir kan perasaan ku sama sekali dan sekarang mama ingin menikah kan orang yang aku cintai dengan Manda"ucap Dara menahan sesak di dada nya.
"Bukan begitu Dara kau tahu adik mu sedang hamil dan anak yang di kandung nya membutuh kan seorang ayah,sekali ini saja mama memohon untuk mu agar Arka menikah dengan Manda"ucap Sasa menangis.
"Lalu aku bagaimana,mama tidak memikirkan perasaan ku"tanya Dara dengan air mata yang mulai mengalir.
"Arka akan tetap menikah dengan Dara"ucap Jessica memeluk Dara karna bagi nya Dara sudah seperti putri nya.
"Jess aku mohon mengerti lah,aku hanya meminta hal itu saja sebagai sahabat mu aku tidak pernah meminta apapun dari mu dari dulu"ucap Sasa.
"Sasaa"ucap Vino sudah tidak tahan melihat kelakuan Sasa.
"Apa aku salah meminta hal tersebut untuk putri ku"ucap Sasa menatap Vino.
__ADS_1
"Dara juga putri mu Sa sadar lah apa kau tega memisah kan Dara dan Arka yang saling mencintai,bahkan pernikahan mereka tinggal dua hari lagi,jangan egois dengan. keinganan mu itu Manda hamil karna perbuatan nya sendiri jadi jangan korbankan kebahagian Dara untuk itu"ucap Dea melihat sahabat nya yang terlalu egois.
Tak jauh dari mereka Jasmine sudah sampai di sana bersama keluarga kecil nya,di samping nya juga ada Arka yang memang menjemput Jasmine di bandara,awal nya mereka ingin memberikan kejutan dengan kedatangan Jasmine dan yang lain nya karna tidak ada yang tahu kedatangan mereka kecuali Arka.
"Dara akan tetap menikah dengan Arka bukan yang lain"ucap Jasmine tegas membuat mereka semua menoleh.
"Sayang kau sudah datang nak"ucap Jessica memeluk putri nya begitu pun dengan Aksa yang berdiri dari duduk nya.
"Aku baru saja sampai mom"ucap Jasmine.
"Cucu daddy mana sayang"tanya Aksa.
"Itu dad"tunjuk Jasmine ke belakang di mana Erland dan ketiga putra nya sedang berjalan menuju ke arah mereka.
"Cucu Oma"teriak Dea dan Jessica berbarengan berlari kecil memeluk ketiga cucu-cucu mereka.
Tak mau kalah Samuel dan Aksa pun ikut memeluk cucu mereka juga yang sudah besar.
"Aku tidak papa"ucap Dara membalas pelukan Arka.
"Jangan menangis lagi aku tidak ingin sahabat ku menangis"ucap Jasmine pada Dara membuat Dara melepaskan pelukan nya dan memeluk Jasmine erat.
Ia kembali menangis di pelukan sabahat nya tersebut membuat Jasmine mengelus punggung Dara untuk menenangkan nya.
"Tenang lah dua hari lagi kau akan menikah dan hidup bahagia aku akan pastikan hal itu"ucap Jasmine di angguki Dara.
"Kau tidak merindukan ku adik ipar"ucap Friska pada Jasmine.
__ADS_1
"Adik ipar kepala mu"ucap Jasmine ketus namun tetap memeluk Friska.
"lihat lah para kakek dan nenek itu sudah tidak mengenal kita lagi setelah bertemu dengan cucu nya"ucap Friska menunjuk kedua pasangan yang tidak muda itu lagi bermain dengan ketiga putra Jasmine membuat Jasmine terkekeh.
"Kenapa kau semakin jelek saja sih"ucap Erland merangkul pundak Friska membuat Friska kesal.
"Cih jika kau ingin berdebat dengan ku jangan sekarang aku masih tidak mood"ucap Friska melepaskan rangkulan Erland.
Mereka semua pun kembali duduk dengan tenang, namun suasan nya begitu tegang.
"Jadi kau sedang hamil"tanya Jasmine pada Manda membuat Manda mengangguk.
"Kau sendiri yang tidak bisa menjaga diri mu hingga kau bisa seperti itu dan kalian ingin mengorbankan kebahagian sahabat dan saudara ku untuk hal itu,dimana letak hati kalian hingga ingin berbuat seperti itu, Dara juga anak tante bukan cuma Manda,kenapa tante tega sekali mengatakan itu pada Dara"ucap Jasmine membuat mereka semua diam karna mereka tahu bagaimana sayang nya Jasmine pada Dara dan Friska.
"Aku akan mempercepat pernikahan mereka menjadi besok agar tidak terjadi hal yang tak di ingin kan dan Dara akan tinggal bersama ku untuk sementara waktu setelah pernikahan mereka baru lah mereka tinggal bersama"tambah Jasmine.
"Adik ipar ku yang terbaik"ucap Friska mengacungkan kedua jempol nya.
"Aku akan seperti itu kepada orang-orang yang aku sayangi,dan maaf untuk tante Sasa jika perkataan ku terlalu kasar atau menyakiti hati mu namun aku juga tidak ingin melihat sahabat dan saudara ku yang menjadi korban nya"ucap Jasmine.
Sasa hanya diam saja mendengarkan ucapan Jasmine yang memang benar adanya,ia menatap Dara yang duduk di samping Jasmine membuat Dara memalingkan wajah nya ke arah lain,hati nya lagi-lagi kecewa pada Sasa dan hari ini adalah hari yang paling mengecewakan bagi nya dimana Sasa meminta nya mengorbankan orang yang ia cintai untuk menikah dengan Manda tanpa memikirkan bagaimana perasaan nya.
"Ayo kita pergi dari sini"ucap Dara melangkan kaki nya,saat akan tiba di pintu Vino memanggil nya.
"Dara"ucap Vino menghampiri Dara,ia memeluk putri sulung nya dengan erat.
"Papa"ucap Dara kembali menangis.
__ADS_1
"Jangan menangis berbahagialah sayang papa sangat menyayangi mu,besok papa akan menjemput mu di rumah Jasmine papa sendiri yang akan mengantarkan mu dan menyerahkan mu pada Arka"ucap Vino pelan membuat Dara mengangguk.
"Jangan pikirkan ucapan mama mu nak dia hanya tidak bisa berpikir jernih saat ini"ucap Vino mengelus kepala Dara karna sempat ia melihat kekecewaan yang dalam di balik mata Dara,ia hanya tidak mau Dara akan sampai membenci mama nya sendiri.