
Sementara ketiga sahabat yang sudah lama tidak bertemu tersebut sedang memanjakan diri mereka dengan serangkaian perawatan,Jasmine menatap diri nya di cermin dan tersenyum tipis,bagaimana tidak ia memang seperti belum menikah dengan gaya rambut baru yang ia warnai.
"Sekarang kita ke mall belanja sepuasnya"ucap Friska keluar dari salon tersebut.
"Memang kau sedang banyak uang apa"tanya Dara meledek Friska.
"Bukan aku tapi dia"ucap Friska menunjuk Jasmine.
"Kenapa aku"tanya Jasmine bingung.
"Kita habiskan uang Erland"ucap Friska cepat sambil cengengesan membuat Jasmine mengetuk pelan kepala Friska.
"Kau tau saja cara menghabiskan uang nya"ucap Jasmine.
"Jelas lah ayo pergi"ucap Friska menarik tangan kedua nya masuk ke dalam mobil dan melajukan nya menuju ke mall.
Sampai di sana ketiga wanita tersebut segera memburu tas,sepatu,baju dan jam tangan bermerek dengan menggunakan uang Erland untuk membayar nya,Jasmine tidak akan pernah perhitungan jika untuk belanja kepada orang-orang tersayang nya meski mengeluarkan uang yang banyak dan Erland pun tidak akan akan pernah menegur nya atau mempermasalahkan hal tersebut karna bagi nya jika Jasmine bahagia ia juga akan senang masalah uang ia masih bisa mencari nya.
Setelah puas berbelanja dan hari sudah sore mereka pun akhir nya memilih pulang dan akan makan malam bersama keluarga.Tak butuh waktu lama mereka akhir nya sampai di kediaman Aksa yang di sambut ketiga anak-anak ganteng yang berlarian menghampiri mereka.
"Mommy cantik sekali"ucap Angkasa menatap takjub sang mommy membuat Jasmine terkekeh.
"Jadi selama ini mommy tidak cantik begitu"ucap Jasmine dengan merajuk.
"Eh eh mommy selalu cantik tapi sekarang mommy lebih cantik"ucap Angkasa cepat.
"Aunty Dara dan Friska juga cantik"ucap Galaksi menatap perubahan pada ketiga wanita tersebut.
"Iya dong aunty siapa dulu"ucap Friska bangga sambil mencubit pelan pipi Galaksi.
"Sudah puas belanja nya sayang"tanya Erland memeluk Jasmine posesif.
"Tentu saja"ucap Jasmine tersenyum manis.
"Kalian paling tahu cara menghabiskan uang apalagi dia"ucap Erland menunjuk Friska membuat Friska mengendus kesal.
__ADS_1
"Kau keberatan"tanya Jasmine pada Erland.
"Tentu saja tidak sayang,kau bisa menghabiskan nya sesuka hati mu"ucap Erland.
"Masuk lah ke dalam kenapa kalian malah bicara di sana"ucap Jessica menatap mereka semua.
"Rasa nya aku ingin mengurung mu di kamar saja"ucap Erland pada Jasmine.
"Jangan konyol"ucap Jasmine.
Mereka berdua segera masuk ke dalam kamar,Jasmine menaruh barang yang ia beli di sofa dan menduduk kan diri nya di ikuti Erland.
"Kau lelah"tanya Erland mengelus kepala Jasmine yang bersandar di dada nya.
"Sedikit"ucap Jasmine memejamkan mata nya menikmati elusan di kepala nya.
"Sayang bagaimana kalau kita tinggal di sini saja"tanya Erland.
"Aku juga sudah memikir kan hal itu,,tapi bagaimana dengan perusahaan mu yang di sana"tanya Jasmine.
"Itu mudah aku akan memindahkan pusat nya di sini dan menajikan yang di sana sebagai cabang nya"ucap Erland di angguki Jasmine.
"Tapi jangan terlalu jauh dari sini"ucap Jasmine di angguki Erland.
"Kita mandi sudah sore sebentar lagi akan makan malam"ucap Erland mengangkat Jasmine menuju kamar mandi,kedua nya pun mandi bersama di dalam entah hanya sekedar mandi atau melakukan hal yang lain hanya mereka saja yang tahu.
Keesokan hari nya di hotel mewah yang sudah di hias semewah mungkin dimana hari yang di tunggu Dara dan Arka pun tiba di mana saat ini kedua nya melakukan acara pernikahan mereka,Dara sudah cantik dengan gaun pernikahan nya di temani Jessica dan Dea di dalam, Sedangkan Sasa menunggu di luar ia masih belum mampu menemui Dara setelah melihat tatapan kecewa yang dalam di mata putri nya tersebut.
Sedangkan di kamar sebelah tepat nya di kamar Jasmine dan Erland,pasangan suami istri tersebut masih saja berdebat tidak ada yang mengalah satu pun yang biasa nya Erland mengalah sekarang sama sekali tidak.
"Aku sudah katakan jangan memakai baju terbuka seperti itu"ucap Erland menatap Jasmine yang masih kukuh memakai baju tersebut.
"Hanya kali ini saja lagian baju ini sama dengan Friska,,Dara sengaja membuatkan baju sama untuk kami di hari pernikahan nya tidak mungkin aku tidak memakai nya"ucap Jasmine.
"Kau ingin melihat para lelaki di luar menatap mu dengan baju seperti itu"ucap Erland kesal.
__ADS_1
"Bukan begitu juga,,lagian baju ini masih wajar di pakai tidak ada yang terbuka"ucap Jasmine karna hanya menampak kan punggung saja dan belahan kaki nya yang panjang.
"Tidak terbuka kata mu,,lihat lah punggung mu terlihat bisa gila aku jika mereka melihat nya"ucap Erland mengacak rambut nya frustasi.
"Ayolah kali ini saja,aku akan menuruti apa pun keingan mu"ucap Jasmine dengan wajah memelas nya.
"Apapun"ucap Erland lagi dan di iyakan oleh Jasmine agar cepat selesai.
"Baiklah aku meminta setelah ini kita pergi bulan madu berdua"ucap Erland membuat Jasmine terkejut.
"Yang lain saja mana mungkin kita pergi berdua bagaimana dengan anak-anak"ucap Jasmine.
"Kita bisa menitipkan mereka pada mommy dan mama mereka pasti akan dengan senang hati menerimanya"ucap Erland.
"Seperti pengantin saja pergi bulan madu padahal anak nya sudah tiga"cibir Jasmine.
"Iya atau tidak"ucap Erland.
"Iya iya"ucap Jasmine dengan terpaksa dari pada ia melihat sahabat yang akan menjadi kakak ipar nya kecewa karna tidak memakai baju yang telah susah payah di buat nya.
"Istri penurut"ucap Erland dengan senyum penuh kemenangan,walaupun sebenar nya ia masih tidak rela melihat Jasmine memakai baju tersebut.
"Ayo keluar"ucap Jasmine merapikan sedikit penampilan nya.
"Jangan jauh dari ku"peringat Erland kesekian kali nya.
"Aku tahu"ucap Jasmine.
Kedua nya segera keluar dari kamar dan ikut bergabung dengan yang lain nya yang lebih dulu tiba di sana,Jasmine menatap Dara yang menggengam tangan Vino berjalan menuju Altar dimana Arka menunggu.
Aku bahagia melihat kalian bahagia,batin Jasmine tersenyum tipis melihat wajah bahagia saudara kembar nya dan sahabat nya.
"Sayang"panggil Erland membuat Jasmine menoleh.
"Kenapa"tanya Jasmine.
__ADS_1
"Tidak ada"ucap Erland memeluk Jasmine membuat Jasmine heran melihat tingkah Erland.
"Hem hem hem ingat kalian sedang di mana"ucap Friska ketus melihat tingkah adik dingin nya yang tidak tahu malu dan tempat.