MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 388


__ADS_3

Mereka pun sampai diruangan Erland,dia menyuruh ketiga putra nya duduk di sofa menunggu nya membahas masalah yang akan ia dan asisten nya bahas.


"Jadi inti nya bagaimana"tanya Erland langsung.


"Tuan Erik seperti nya sedang merencakan sesuatu yang akan membuat perusahaan ini gulung tikar tuan"ucap nya membuat Erland mengangguk mengerti,karna perusahaan tersebut merupakan saingan bisnis nya yang selalu ingin menjatuhkan perusahaan milik nya.


"Apa rencana yang akan ia buat"tanya Erland karna ia sudah menempatkan mata-mata di perusahaan tersebut.


"Mereka belum menemukan rencana apapun yang ingin di lakukan tuan Erik karna seperti nya ia mulai sadar jika ada yang mengawasi nya"ucap Arsen asisten Erland.


"Awasi dari jauh apa yang akan ia lalukan"ucap Erland datar membuat Arsen mengerti.


"Lalu apa rencana kita tuan"tanya Arsen.


"Kita lihat dulu bagaimana pergerakan nya barulah kita bertindak namun jangan lupa untuk tetap waspada"ucap Erland.


"Baik tuan"ucap Arsen.


"Sudah hampir gelap kita keluar sekarang,,besok aku akan memimpin perusahaan ini lagi"ucap Erland.


"Saya menantikan hal itu tuan"ucap Arsen karna selama ini ia selalu sibuk mengurus perusahaan Erland sendiri,jika Erland datang pekerjaan nya akan berkurang setengah membuat ia bernafas dengan lega.


"Kau seperti nya selalu menanti ku untuk kembali"cibir Erland membuat Arsen kelabakan harus menjawab apa.


Erland menghampiri ketiga putra nya yang sedang menonton karna ia telah mengatakan pada Arsen untuk merombak ruangan tersebut dan merenovasi ulang seperti ruangan nya yang berada di negara I.


"Son kita pulang mommy dan yang lain pasti sudah menunggu untuk makan malam"ucap Erland.


"Ok dad"ucap Galaksi dan Angkasa sedangkan Bintang hanya mengangguk.


Erland membawa ketiga nya turun dari lantai atas ke lantai bawah,mereka masuk ke dalam mobil milik Erland dan Erland segera melajukan nya. Suasa kota sudah mulai sepi karna hampir malam dan lampu-lampu sepanjang jalan sudah menyala menerangi kota tersebut.


"Daddy aku ingi makanan yang di sana"tunjuk Galaksi menatap permen kapas yang berbagai macam bentuk.


Erland pun menepikan mobil nya di pinggir jalan dan menatap ketiga putra nya.


"Angkasa sama Bintang mau biar sekalian daddy belikan"tanya Erland.


"Iya dad"ucap Angkasa.


"Daddy aku ikut"ucap Galaksi turun dari mobil.


"Kalian tunggu di sini jangan keluar"ucap Erland di angguki kedua nya.

__ADS_1


Erland menggandeng tangan Galaksi menuju ke seberang jalan dimana penjual tersebut berada,setelah membelikan nya untuk ketiganya Erland segera membayar nya dan kembali menuju ke mobil dengan permen kapas di tangan kiri nya sedangkan tangan kanan nya menggenggam tangan Galaksi.


Saat mereka akan dekat dengan mobil seseorang memanggil Erland hingga langkah kedua nya berhenti dan mencari suara tersebut.


"Erlanddd"teriak seorang wanita tak jauh dari arah mereka lagi.


"Itu siapa dad"tanya Galaksi melihat wanita tersebut setengah berlari ke arah mereka.


"Daddy tidak tahu ayo pergi"ucap Erland yang akan pergi namun lebih dulu wanita tersebut berada di depan nya.


"Kau Erland bukan"tanya wanita tersebut dengan ngos-ngos an.


"Hmm"ucap Erland datar.


"Kau tidak mengingat ku"tanya Wanita tersebut.


"Tidak"ucap Erland karna ia tidak tahu siapa wanita di depan nya.


"Aku Sonia teman satu sekolah mu dulu yang pernah mengatakan cinta untuk mu"ucap Sonia dengan wajah bahagia melihat Erland kembali.


"Ayo son"ucap Erland malas melihat wanita tersebut.


"Tante terlalu jelek sehingga daddy ku tidak suka"ucap Galaksi sinis karna ia tidak suka melihat wanita tersebut seperti mendekati daddy nya.


"Jangan membentak anak ku"ucap Erland dingin dan mata menajam.


"Kau memiliki anak"tanya Sonia dengan tatapan tidak percaya.


"Ya ini anak ku dan istri ku"ucap Erland.


"Mommy ku lebih cantik dari mu tante jelek"ucap Galaksi lagi menarik tangan Erland membuat Erland terkekeh pelan mendengar ucapan putra nya.


Sementara Sonia mengepalkan tangan nya menahan amarah mengetahui jika Erland sudah menikah dan memiliki anak,bahkan anak itu mengatai nya secara langsung mebuat ia ingin menghabisi anak tersebut.


"Awas saja kau bocah kecil aku akan melenyapkan mu"ucap Sonia pelan meninggalkan tempat tersebut setelah melihat mobil Erland berlalu pergi.


Di dalam mobil mulut Galaksi tak henti-henti nya mengerucut kesal membuat Angkasa dan Bintang bingung.


"Kau kenapa"tanya Angkasa.


"Tadi ada tante jelek yang ingin mendekati daddy"ucap Galaksi.


"Siapa"tanya Bintang.

__ADS_1


"Tidak tahu tanya saja daddy"ucap Galaksi pada Bintang.


"Anggap saja orang gila daddy juga tidak mengenal nya kata nya teman daddy pas sekolah"ucap Erland yang mendengar pembicaraan ketiga putra nya.


"Awas saja jika daddy dekat dengan tente jelek itu"ucap Bintang Datar.


"Kau mengancam daddy mu son"tanya Erland.


"Anggap saja begitu"ucap Bintang acuh.


Erland menggeleng kepala melihat tingkah ketiga putra nya,tak lama mereka sampai di rumah di sambut oleh Jasmine yang sedari tadi menunggu mereka pulang.


"Kenapa kalian lama sekali"tanya Jasmine saat mereka keluar dari mobil.


"Ada sedikit pekerjaan di perusahaan mom"ucap Erland.


"Ayo masuk kita makan malam"ucap Jasmine pada keempat nya.


"Mommy belum makan"tanya Bintang karna sudah lewat jam makan.


"Mommy menunggu kalian pulang"ucap Jasmine.


" lain kali jangan menunggu kami sayang kau makan saja duluan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu"ucap Erland.


"Bagaimana aku bisa makan lebih dulu sementara kalian belum pulang"ucap Jasmine.


"Yang lain sudah makan"tanya Erland.


"Iya mereka baru selesai makan"ucap Jasmine menuntun mereka ke meja makan.


"Kalian duduk lah mommy akan memanaskan makanan nya sebentar"ucap Jasmine pergi ke dapur untuk memanas kan makanan yang telah ia dan jessica masak tadi dan sekarang sudah dingin karna menunggu kepulangan mereka.


Erland berdiri dari duduk nya masuk ke dapur untuk membantu Jasmine.


"Kau duduk saja bersama anak-anak di sana"ucap Jasmine.


"Aku akan membantu mu"ucap Erland.


"Ini pekerjaan ku"ucap Jasmine.


"Kita berdua"ucap Erland membuat Jasmine tersenyum tipis.


Setelah selesai kedua nya mengangkat makanan tersebut ke meja makan dan mulai menyantap nya bersama ketiga putra mereka. Dari balik tembok terlihat Jessica menitikan air mata bahagia melihat keluarga kecil putri nya bahagia,apalagi melihat bagaimana Erland begitu mencintai dan menyayangi Jasmine serta perlakukan Erland pada Jasmine yang sedari dulu tidak pernah berubah sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2