
Setelah kepergian Gazella, Aksa yang tidak percaya jika cucu nya melakukan hal itu segera meminta Roy menunjuk kan ruangan CCTV untuk mengetahui kebenaran nya.
"Jika dia tidak bersalah di sini maka kalian jangan harap untuk bertemu dengan nya lagi,sekali pun kalian orang tua aku tidak akan mengizinkan nya bertemu dengan kalian"ucap Aksa dingin melangkah menuju ruangan tersebut bersama Samuel dan Roy.
Aksa memeriksa nya mulai dari mereka pertama masuk ke kediaman tersebut,hingga Rora yang ke kamar Gazella sampai kejadian itu berlangsung. Rahang Aksa mengeras melihat semua nya dengan wajah dingin menahan amarah Aksa keluar dari ruangan tersebut menuju kamar Rora berada sampai di sana ia menendang kuat pintu tersebut hingga rusak membuat Rora yang di dalam terkejut bukan main.
"Ka-kek"ucap Rora gemetar melihat Aksa.
Aksa sendiri tidak menghiraukan nya ia berjalan ke arah Rora dan menyeret tangan Rora dengan kasar dan..
Plakk
Satu tamparan keras mengenai pipi Rora hingga ia tersungkur di lantai.
"Berani sekali kau berbohong dan menyalah kan cucu ku"ucap Aksa yang sudah kehilangan kendali mencengkram kuat dagu Rora.
"Apa maksud kakek"ucap Rora meringis.
Plakk
satu tamparan lagi mengenai pipi Rora membuat yang lain hanya diam saja karna sudah tahu kebenaran nya.
"Kau masih berbohong"bentak Aksa kuat membuat tubuh Rora gemetar.
"Daddy"panggil Jasmine dengan takut selama ini semarah apapun Aksa ia tidak akan pernah mengangkat tangan nya.
"Diam,,kau masih ingin membela nya sudah jelas ia yang salah"bentak Aksa kuat.
__ADS_1
"Gara-gara dia cucu ku pergi dari sini jika saja dia bukan anak kalian sudah aku pisah kan kepala nya dari tubuh nya"bentak Aksa lagi mengepal kan tangan nya.
"Rora juga cucu kakek"ucap Rora pelan membuat amarah Aksa semakin menjadi-jadi.
"Cih aku tidak sudi mempunyai cucu seperti mu di keluarga ku tidak ada yang memiliki sifat seperti mu"ucap Aksa membuat mereka semua mematung.
"Daddy"ucap Jasmine.
"Aku malu mempunyai anak dan menantu seperti kalian,kalian ingat apa yang aku katakan,, selama aku masih hidup tak akan aku biar kan kalian bertemu dengan cucu ku lagi bahkan aku akan membuat agar ia membalas kan semua nya rasa sakit nya pada kalian agar kalian tahu apa yang ia rasakan selama ini"ucap Aksa segera meninggalkan kediaman tersebut dengan masih menahan amarah nya,jika ia masih di sana bisa di pastikan ia akan membunuh Rora.
Sedangkan mereka semua diam tampa ada yang bicara lagi,Samuel dan yang lain menatap Rora yang sudah menangis mendengar ucapan Aksa serta tamparan di pipi nya yang terasa panas karna Aksa menamparnya kuat.
"Lebih baik kalian pergi dari sini"ucap Roy datar karna gara-gara mereka cucu perempuan nya meninggalkan rumah.
*******
"Bagaimana,apa sudah ada kabar"tanya Aksa saat melihat Bintang datang.
"Belum kek"ucap Bintang lesu.
Aksa terdiam dengan tatapan sedih,bagaimana Gazella di luar sendirian,siapa yang akan menenangkan nya saat hati nya kembali terluka,apa ia tidur dan makan dengan benar,dimana ia tinggal sendirian,itulah yang ada di pikiran Aksa tentang Gazella.
Saat akan beranjak dari duduk nya Jasmine dan Erland datang menghampiri Aksa membuat raut wajah Aksa berubah datar,ia tidak lagi tinggal bersama mereka karna tidak ingin melihat Rora di sana yang akan membuat amarah nya kembali mencuat.
"Keluar"ucap Aksa datar.
"Dad"ucap Jasmine dengan sedih.
__ADS_1
"Keluar dari kediaman ku jika kalian tidak menemukan cucu ku juga jangan harap aku akan memaafkan kalian dan jangan pernah kalian temui aku"ucap Aksa membalik badan nya tidak ingin menatap kedua nya,kekecewaan nya semakin menjadi ketika melihat mereka yang meneriaki cucu kecil nya sebelum mereka tahu kebenaran nya.
"Maaf kan kami dad"ucap Jasmine dengan tangis nya.
"Maaf kalian sudah tidak ada guna nya lagi,aku memberikan kalian kesempatan untuk memperbaiki nya kembali namun kalian lagi-lagi membuang kesempatan tersebut,jika aku tahu kalian akan kembali membuat nya kecewa aku tidak akan pernah membiarkan kalian bertemu dengan nya"ucap Aksa semakin membuat Jasmine menangis.
"Jika kalian hanya ingi datang karna merasa menyesal simpan saja penyesalan kalian itu aku tidak butuh"ucap Aksa beranjak pergi dari sana menuju kamar nya sendiri meninggalkan mereka yang terdiam dengan segala penyesalan nya.
*********
Sementara di negara lain Gazella atau Vezia yang mendengar semua laporan dari anak buah nya tentang yang terjadi di sana merasa khawatir dengan keadaan Aksa,ia menempatkan anak buah banyangan untuk menjaga Aksa dan Samuel selama ia tidak berada di samping kedua.
"Kakek tenang saja Queen baik-baik saja di sini sebentar lagi Queen akan menjemput kakek,tunggalah tidak lama lagi Queen akan datang"gumam nya pelan.
Ia keluar dari apartemen nya untuk menenangkan pikiran nya,saat masuk kedalam lift ia tidak sadar jika bukan hanya diri nya di dalam sana melainkan orang yang menatap dengan senyum menyeringai.
Kau ternyata sembunyi di sini kucing kecil,batin pria tersebut.
Gazella yang merasa di perhatikan menatap sekeliling dan melihat seorang pria dewasa menatap nya dengan sedikit senyum. Namun Gazella tidak menghiraukan nya mungkin dia penghuni di sebelah pikir Gazella karna di depan apartemen nya ada satu pintu juga,di lantai itu terdapat dua apartemen yang berhadapan namun sampai sekarang ia tidak tahu apakah itu kosong atau tidak nya yang penting tidak mengusik nya itu saja bagi Gazella.
"Apa om penghuni apartemen di sebelah saya"tanya Gazella penasaran karna ia kira hanya mereka yang ada di lantai 29 dan 30 ia tidak tahu.
"Om"ucap Pria tersebut dingin di angguki Gazella dengan wajah polos nya.
"Apa saya terlihat setua itu sehingga kau memanggil ku dengan Om"ucap pria tersebut membuat kening Gazella mengerut bingung.
"Lalu harus panggil apa di lihat dari usia nya kau tidak anak sekolah jika memanggil nama tidak sopan jadi cocok nya Om saja"ucap Gazella santai.
__ADS_1
"Saya duluan Om"ucap Gazella setelah sampai di lantai satu segera keluar dari lift tersebut meninggalkan pria dewasa yang tak lain adalah Deffin yang baru saja dari lantai 30 ruangan pribadi nya sendiri namun ia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis kecil tersebut dan yang lebih parah nya lagi gadis itu memanggil nya dengan sebutan Om.