
Malam hari nya Jasmine yang sudah selesai makan malam segera kembali ke kamar nya di lantai atas karna bosan ia pun menyalakan televisi untuk mengurangi rasa bosan nya sambil menunggu Erland menghubungi nya karna Erland masih bertemu dengan clien sekalian makan malam bersama.
Di tempat lain Stev sedang berada di markas nya setelah tahu informasi dari anak buah nya jika Erland sedang berada di luar kota dan meninggal kan Jasmine di rumah bersama para pembantu nya.
"Aku jadi penasaran bagaimana reaksi nya jika aku mengusik istri nya itu"gumam Stev tertawa pelan.
"Bagaimana"tanya pada anak buah nya yang baru saja sampai untuk melihat situasi di rumah Jasmine.
"Penjaga cukup kekat bos dan mereka juga berjumlah banyak"ucap nya.
"Aku tidak peduli bagaimana pun cara nya aku harus bisa membawa istri nya ke sini dengan begitu pasti ia akan datang baru lah aku akan menghabisi nya jika aku tidak bisa menghabisi nya maka istri nya yang akan jadi korban nya agar ia tahu bagaimana rasa nya kehilangan orang yang paling berarti di dalam hidup nya"ucap Stev mengepal kan tangan nya saat ia tahu dari anak buah nya jika Airen telah mati di tangan Erland membuat nya ingin membalaskan kematian sang adik.
"Panggil anak buah kita semua kita akan menyerang mereka"ucap Stev dengan yakin ia bisa mengalah kan semua nya karna merasa anak buah Erland biasa saja sedangkan anak buah nya terlatih karna merupakan anggota mafia.
Ia tidak tahu saja jika anak buah Erland lebih mengerikan dari pada diri nya,anak buah nya dan diri nya bukan lah apa-apa untuk anak buah Erland karna yang Erland pilih untuk menjaga Jasmine adalah anak buah nya yang terlatih.
Saat anak buah Stev sudah berkumpul ia menatap mereka satu persatu dan tersenyum puas.
__ADS_1
"Malam ini kita akan menyerang rumah seseorang yang telah membunuh adik ku dan aku mau bagaimana pun cara nya kalian harus menghabisi mereka semua kecuali seorang wanita muda yang tinggal di rumah itu"ucap Stev.
"Baik bos"ucap mereka serempak.
"Kita pergi sekarang"ucap nya segera keluar dari markas masuk ke dalam mobil mewah milik nya begitu pun dengan anak buah nya yang ikut masuk ke dalam mobil yang telah di siap kan untuk mereka.
Mobil-mobil tersebut berjalan berjejer rapi membelah jalanan malam karna sudah hampir tengah malam,mobil mewah Stev memimpin jalan menuju kediaman Erland.
Tak lama mobil tersebut berhenti dan mereka mulai keluar dari dalam mobil masing-masing mendekati rumah mewah milik Erland.
Sementara di luar rumah anak buah Erland yang melihat hal tersebut segera bersiap dengan senjata di tangan mereka masing-masing.
Kedua orang tersebut mengangguk segera masuk ke dalam rumah menuju kamar Jasmine,kedua nya segera berjaga di depan pintu kamar Jasmine.
"Seperti nya malam ini kita akan berpesta"ucap nya menyeringai menatap musuh mendekat.
"Berani juga mereka menggagu ketenangan bos seperti nya mereka tidak tahu berhadapan dengan siapa"ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Benar mereka hanya mengantar kan nyawa mereka saja"ucap yang lain.
Tak lama terdengar suara tembakan dari luar pagar membuat anak buah Erland menguarkan pistol mereka juga.
"Mulai"ucap nya segera menemabaki anak buah Stev yang satu persatu masuk ke halaman rumah.
Suara tembakan begitu nyaring dari luar rumah membuat seisi rumah Erland waspada begitu pun dengan Jasmine yang berada di dalam kamar mendengar nya,ia berjalan ke arah jendela mengintip sedikit untuk melihat ke bawah.
"Siapa mereka"gunam Jasmine,sudah banyak mayat serta darah yang berserakan di halaman rumah nya membuat Jasmine bergidik ngeri,ia pun segera mengganti baju nya dengan baju yang leluasa untuk bergerak selesai ia mengambil pistol serta belati dari laci yang sengaja ia simpan.
"Seperti nya terlihat menyenang kan"gumam Jasmine tersenyum misterius.
Ia segera keluar dari dalam kamar nya dan melihat dua orang sedang berdiri di depan pintu kamar nya.
"Kenapa kalian di sini"tanya Jasmine.
"Kami bertugas menjaga nona"ucap salah satu dari mereka dengan sopan.
__ADS_1
"Ck aku tidak selemah itu harus di jaga"dengus Jasmine.
Entah kenapa ia ingin ikut bergabung dengan mereka di lantai bawah untuk menyerang musuh-musuh yang masih baku hantam.