
Jasmine hanya duduk di kursi melihat yang lain nya sibuk membuat tenda karna mereka berkemah di taman belakang sesuai ke inginan ibu hamil tersebut walaupun awal nya Erland tidak sejutu dengan ide Jasmine karna saat ini Jasmine sedang hamil,namun karna Jasmine yang merengek seperti anak kecil jadilah Erland mengalah di buat nya.
"Sayang apa sudah selesai"tanya Jasmine melihat Erland yang mendekat ke arah nya.
"Sedikit lagi aku akan suruh pelayan mengangkat kasur ke sini"ucap Erland membuat mata Jasmine melotot sedangkan yang lain tertawa.
"Untuk apa kau menyuruh mereka mengangkat kasur segala"ucap Jasmine.
"Agar kau tidur dengan nyaman"ucap Erland enteng.
"Hey kita berkemah bukan tidur di kamar"ucap Jasmine.
"Kau memilih mana tidur di kamar atau berkemah di sini tapi kasur nya di pindahkan ke sini"tanya Erland datar.
"Aku ingin di sini"ucap Jasmine cepat.
"Good girl"ucap Erland tersenyum.
"Kita pesan makanan atau masak sendiri di sini"tanya Friska.
"Seperti nya lebih enak masak sendiri agar suasana kemah nya lebih terasa"ucap Dara.
"Kalau begitu kita harus beli bahan yang di butuh kan lebih dulu"ucap Friska.
"Kami bertiga yang akan membeli nya sedangkan kalian lebih baik cari kayu bakar untuk membuat api nanti"ucap Dara pada ketiga pria tersebut kecuali Erland.
"Suruh saja pengawal di depan"ucap Erland pada Arka di angguki Arka.
"Kami pergi dulu"ucap ketiga gadis tersebut segera meninggal kan taman belakang.
Sekarang mereka duduk melingkar di atas karpet yang telah di sediakan untuk mereka duduk,Jasmine menatap mereka satu persatu membuat kening ketiga pria tersebut mengerut bingung.
"Kenapa menatap kami seperti itu"tanya Arka pada Jasmine.
"Tidak ada"ucap Jasmine menggeleng pelan.
"Dasar aneh"ucap Arka.
__ADS_1
"Aneh begini tetap adik mu"ucap Jasmine.
"Oh iya kak apa Manda tidak mendekati mu lagi"tanya Jasmine.
"Tidak"ucap Arka karna memang Manda sudah sedikit menjauh dari nya.
"Ingat jangan terlalu percaya pada nya bisa jadi ia sedang merencanakan sesuatu"ucap Jasmine.
"Jangan asal bicara Jas tidak baik bisa saja dia sudah sadar kalau aku tidak mencintai nya dan bahkan aku dan Dara sudah bertunangan"ucap Arka.
"Aku hanya mengingat kan saja kak dan aku juga belum percaya jika ia semudah itu melepaskan kakak"ucap Jasmine.
"Sudah lah tidak usah di bahas yang penting aku dan Dara baik-baik saja"ucap Arka.
"Terserah kakak saja yang penting aku sudah mengingat kan kakak"ucap Jasmine.
"Oh iya Er bukan nya kau memiliki perusahaan di negara kita"tanya Jerry di angguki Erland.
"Kenapa"tanya Erland.
"Bisakah kau masuk kan aku ke perusahaan mu aku ingin memiliki pengalaman kerja sebelum menggatikan papa"ucap Jerry.
"Kalau di perusahaan kami mereka semua sudah mengenal ku sebagai anak papa pasti mereka akan segan pada ku dan memperlakukan ku spesial aku ingin bekerja seperti orang biasa"ucap Jerry di angguki mereka.
"Jika kau ingin bekerja di sana datang saja langsung ke perusahaan aku akan menelon asisten ku untuk memasuk kan mu"ucap Erland.
"Adik ipar pengertian"ucap Jerry mendapat tabokan dari Jasmine.
"Adik ipar kepala mu"dengus Jasmine.
"Lah memang benar kan jadi kau juga adik ku"ucap Jerry.
"Cih sombong sekali anda"dengus Jasmine membuat mereka terkekeh.
"Aku ngantuk"ucap Jasmine pada Erland.
"Kita masuk ke dalam"ucap Erland.
__ADS_1
"Tapi aku masih ingin di sini"ucap Jasmine.
"Ya sudah sini"ucap Erland menepuk paha nya,Jasmine pun membaringkan tubuh nya menjadikan paha Erland sebagai bantal nya dan memejam kan mata nya,Erland sendiri mengelus sayang kepala Jasmine dengan lembut.
"Apa dia menjadi manja begini setelah hamil"tanya Arka melihat perubahan kembaran nya yang cukup drastis.
"Sebelum hamil juga kadang ia manja tapi setelah hamil lebih parah namun aku menyukai nya dia seperti ini"ucap Erland menatap Jasmine tersenyum tipis membuat yang lain nya tersenyum.Mereka tidak meragukan Erland yang sangat mencintai Jasmine.
Tak lama para gadis-gadis datang membawa belanjaan cukup banyak menaruh nya di atas meja kecil yang memang ada di taman tersebut lalu mengambil cemilan dan minuman kaleng yang mereka beli di supermarket.
"Apa Jasmine sudah lama tidur"tanya Dara pelan.
"Belum juga kenapa"tanya Arka.
"Mungkin dia lelah saat acara tadi juga lebih baik kau pindah kan dia ke tenda agar ia lebih nyaman tidur"ucap Dara.
Erland mengangguk segera menggendong Jasmine masuk ke tenda mereka yang sudah ada kasur di dalam nya sesuai perkataan Erland dengan pelan ia menaruh Jasmine agar tidak bangun, Setelah itu Erland keluar dari tenda tersebut karna ponsel nya berdering.
"Ada apa"tanya Friska melihat perubahan wajah Erland yang seperi menahan amarah.
"Aku ada urusan sebentar mungkin pulang agak malam jika Jasmine bangun katakan pada nya aku pergi keluar"ucap Erland datar.
"Baik lah kau hati-hati"ucap Friska di angguki Erland.
Dengan cepat Erland melangkah pergi dari taman belakang,ia segera keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil nya dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi hingga sampai di markas.
"Kumpulkan anak buah kita"ucap Erland dingin masuk ke dalam ruangan nya.
Ia mengganti baju nya dengan serba hitam tak lupa memakai jubah kebesaran nya dan topeng di wajah nya,Erland menyelip kan pistol di saku nya dan sepasang katana di punggung nya lalu ia keluar menuju tempat di mana anak buah nya menunggu.
"Sekarang kita akan ke negara xxx ada tikus pengganggu yang menyerang markas di sana,sebagian dari kalian ikut aku dan sebagian lagi tetap di sini awasi setiap sudut kota ini dan terutama perketat penjagaan di sekitar rumah ku"ucap Erland dingin.
"Siap bos"ucap mereka serempak.
"Segera bersiap kita berangkat"ucap Erland segera pergi lebih dulu ke ruang bawah tanah di mana Jet khusus mafia milik nya berada.
Kalian berani mengusik ku rasakan lah akibat nya dengan senang hati aku akan bermain,batin Erland menyeringai.
__ADS_1
Ia mendapat telpon dari anak buah nya jika markas mereka di serang mafia lain yang ingin gelar mafia terkejam no satu maka dari itu Erland ingin turun tangan langsung melihat bagaimana mereka seberani itu menyerang markas nya,setelah beberapa tahun belakang ini tidak ada yang berani bermain-main dengan mafia milik nya karna mereka akan tahu akibat nya seperti apa.