
Erland sudah sampai lebih dulu melihat ponsel nya untuk memeriksa keadaan Jasmine mata nya melotot segera berlari keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut.
Anak buah Airen segera menyerang Erland yang menorobos masuk ke dalam,Erland yang sudah terlanjur di kuasai amarah yang memuncak segera menembaki mereka satu persatu.
Dor
Dor
Dor
Bunyi tembakan menggema di ruangan tersebut saat peluru pistol nya habis,bertepatan dengan anak buah Erland masuk ke dalam.
"Habisi mereka semua"ucap Erland berlalu pergi meninggal kan anak buah nya untuk menghabisi anak buah Airen.
Dor
Salah satu anak buah Airen menembak lengan kanan Erland saat ingin menaiki tangga namun bagi Erland itu tidak lah sakit karna sudah biasa untuk nya,darah segar mengalir dari lengan Erland yang sedang berlari menuju lantai di mana Jasmine dan Airen berada.
"Kau akan mati di tangan ku"guman Erland mendengar suara tangis Jasmine.
__ADS_1
Brukk
Erland menendang pintu kamar tersebut dan menarik tangan Airen yang sedang berusaha membuka semua pakaian Jasmine.
"Mati kau"ucap Erland memukul Airen dengan membabi buta.
Brukk
Brukk
"Berani nya kau menyentuh milik ku"ucap Erland memukuli Airen tanpa ampun setelah puas memukuli Airen yang sudah pingsan dengan luka di sekujur tubuh nya baru lah Erland mendekati Jasmine yang menangis sesegukan dan ketakutan.
"Dia sudah meleceh kan ku aku sudah kotor"ucap Jasmine terus menangis ia mengelap tubuh nya bekas ciuman Airen yang meninggal kan bekas dengan kasar.
"Kau masih suci dia tidak menyentuh mu jangan khawatir"ucap Erland memeluk Jasmine erat.
"Kau lihat sendiri kan aku sudah tidak suci lagi aku sudah kotor sekarang"ucap Jasmine menangis histeris di pelukan Erland membuat hati Erland memanas melihat Jasmine seperti itu.
"Kotor atau tidak nya aku akan tetap mencintai mu dan tidak akan pernah meninggal kan mu"ucap Erland memperat pelukan nya.
__ADS_1
Erland menggendong Jasmine keluar dari kamar tersebut menuju lantai bawah.
"Urus dia"ucap Erland dingin.
"Baik tuan"ucap anak buah Erland mengerti ucapan tuan nya.
Erland segera membawa Jasmine masuk ke dalam mobil nya dan menduduk kan Jasmine di kursi sebelah nya,setelah Jasmine duduk dengan nyaman baru lah Erland masuk ke dalam dan mulai melajukan mobil nya ke rumah.
Sepanjang jalan Jasmine terus menangis tak henti sampai akhir nya ia tertidur karna lelah menangis sedari tadi.
"Maaf kan aku tidak bisa menjaga mu dengan baik"ucap Erland pelan mengelus Jasmine yang masih ada sisa air mata Jasmine.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah,Erland kembali menggendong Jasmine ke kamar milik nya agar ia bisa memantau Jasmine saat bangun ia takut Jasmine akan melakukan hal nekad.
"Jasmine kenapa"tanya Kania pada anak buah Erland karna ia melihat Jasmine sedang di gendong Erland.
"Nanti nona akan tahu"ucap anak buah Erland.
Kania mengangguk dan masuk ke dalam kamar nya karna sudah malam,besok aku akan tanyakan pada Jasmine langsung pikir Kania.
__ADS_1
Di kamar Erland menidurkan Jasmine di ranjang milik nya,setelah itu ia membersih kan tubuh nya di kamar mandi selesai mandi dan berpakai an Erland mengambil ponsel nya untuk membicarakan hal serius kepada seseorang karna ia tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi meski anak buah nya pasti akan menghabisi Airen di markas.