
Hari begitu cepat berlalu sudah seminggu sejak kejadian dimana Sasa dan Manda datang ke rumah Dara dan hari ini Dara menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah keluarga nya.
"Hati-hati jika ada masalah apapun cepat hubungi aku"ucap Arka saat mereka sudah ada di depan rumah.
"Iya,,kau juga hati-hati di jalan"ucap Dara tersenyum.
"Aku pergi dulu"ucap Arka mencium kening Dara sebelum Dara keluar dari mobil nya.
Arka pun meninggalkan rumah tersebut karna harus ke perusahaan,Dara sendiri melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.
"Kak Dara"ucap Manda tersenyum manis melihat kedatangan Dara membuat Dara tersenyum juga.
"Mama di mana"tanya Dara pada Manda.
"Ada di kamar kak"ucap Manda.
"Aku ke kamar mama dulu"ucap Dara di angguki Manda.
Dara segera memasuki kamar Sasa namun mata nya sibuk mencari keberadaan Vino tak ia temukan.
Papa kemana yah,kok sedari tadi tidak kelihatan,batin Dara.
"Ma"panggil Dara membuka pintu kamar Sasa dan Vino.
"Dara"ucap Sasa bangkit dari duduk nya mendekati Dara dan memeluk nya.
"Maafkan mama nak mama berjanji akan berubah berikan mama kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mama pada mu nak"ucap Sasa menangis.
"Iya mah maafkan Dara"ucap Dara membalas pelukan mama nya.
"Terimakasih sayang"ucap Sasa bernafas lega anak nya mau memaafkan kesalahan nya.
"Maafkan Manda juga kak"ucap Manda yang membuka pintu dengan lebar.
"Iya maaf kan kakak juga ya"ucap Dara memeluk adik satu-satu nya.
"Bagaimana keadaan kandungan mu"tanya Dara.
"Baik kak"ucap Manda.
"Kau harus menjaga nya dengan baik"ucap Dara pada Manda di jawab anggukan dari Dara.
"Papa kemana"tanya Dara.
"Papa ada di ruang kerja nya kak setelah kejadian itu papa sangat berubah pada ku dan mama"ucap Manda menunduk.
__ADS_1
"Mungkin papa hany butuh waktu sendiri,,aku ke sana sebentar"ucap Dara di angguki Sasa dan Manda.
Dara berjalan ke lantai dua dimana ruang kerja Vino berada,ia membuka pintu pelan dan melihat Vino hanya diam saja sambil menatap foto keluarga mereka yang terletak di atas meja kerja Vino.
"Pa"panggil Dara menepuk pundak Vino hingga dia tersadar jika ada orang lain di samping nya.
"Ada apa nak"tanya Vino lembut.
"Papa baik-baik saja kan"tanya Dara.
"Iya papa baik-baik saja"ucap Vino tersenyum.
"Apa papa belum memaafkan mama dan Manda"tanya Dara membuat Vino terdiam.
"Pa setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan sekarang mama dan Manda sudah menyadari kesalahan mereka,,harus nya papa senang mereka menyadari hal itu dan memberikan kesempatan pada mereka untuk membuktikan jika mereka telah berubah"tambah Dara.
"Tuhan saja memaafkan kita jika banyak salah sedangkan kita yang hanya manusia kenapa tidak bisa memaafkan mereka yang berbuat salah"ucap Dara membuat Vino mengangguk.
"Putri papa sudah dewasa"ucap Vino memeluk Dara,putri nya yang satu ini selalu menurut dan memikili hati yang baik.
"Iyalah Dara kan sudah menikah pa"ucap Dara membuat Vino terkekeh.
"Ayo keluar kita makan siang bersama"ucap Dara menggandeng tangan Vino keluar.
Vino hanya menuruti keinginan putri nya tersebut,disana sudah ada Sasa dan Manda yang menunggu. Mereka makan dengan diam tidak ada yang bicara sama sekali.
"Kenapa"tanya Vino.
"Katanya tadi sudah memaafkan mama dan Manda kenapa papa masih diam saja"ucap Dara.
"Lalu papa harus bagaimana"tanya Vino.
"Ya bicara lah"ucap Dara.
"Bicara apa"tanya Vino tidak mengerti maksut Dara.
"Pa maafkan Manda dan mama sudah mengecewakan papa"ucap Manda.
"Papa sudah memaafkan nya dan papa harap kejadian ini tidak terjadi lagi"ucap Vino membuat Manda mengangguk.
"Iya pa Manda janji"ucap Manda tersenyum.
"Maafkan mama juga pa"ucap Sasa menatap Vino di jawab anggukan dan senyum tipis oleh Vino.
"Nah kan begini enak jika di lihat"ucap Dara membuat yang tertawa pelan.
__ADS_1
"Kau menginap di sini nak"tanya Sasa.
"Lihat nanti dulu ma Arka kan besok harus kerja juga"ucap Dara membuat Sasa mengangguk mengerti.
"Sesekali menginap lah di sini"ucap Sasa.
"Iya ma"ucap Dara.
"Bagaimana kuliah mu"tanya Dara pada Manda.
"Sekarang lebih baik cuti dulu kak jika nanti aku melahirkan baru lanjut lagi"ucap Manda tersenyum kecut.
"Itu lebih baik kasihan dia jika kau terlalu lelah melakukan aktivitas di luar"ucap Dara.
Mereka pun berbincang hangat di ruang makan tersebut setelah selesai makan bersama,Sementara di rumah Samuel situasi nya sedang tidak bersahabat setelah Erland mengetahui Friska akan menikah tanpa ada yang memberitahu nya sungguh membuat nya kesal.
"Kenapa tidak menelpon ku jika mereka datang melamar mu"tanya Erland pada Friska.
"Aku lupa"ucap Friska pelan.
"Lagian ini juga mendadak nak kami saja tidak tahu jika mereka akan datang"ucap Dea.
"Sudah lah aku kan sudah menjelaskan nya pada mu kenapa kau tetap saja kesal begitu"ucap Jasmine ikut kesal dengan Erland karna ia sudah menjelas kan nya lebih dulu sebelum mereka datang ke rumah Samuel.
"Tetap saja.."ucap Erland terpotong dengan ucapan Jasmine.
"Kau sebenarnya ingin apa sih haa sudah di jelaskan masih saja begitu"ucap Jasmine datar menatap tajam kearah Erland membuat Erland diam,sedangkan yang lain menahan tawa melihat Erland diam tak berkutik sedikit pun.
"Semua nya sudah di siapkan ma"tanya Jasmine pada Dea.
"Sudah sayang mama dan mama Jerry telah mengatur semua nya"ucap Dea.
"Bagaimana gaun pernikahan mu"tanya Jasmine pada Friska.
"Dara yang akan mengurus semua nya"ucap Friska membuat Jasmine mengangguk.
Sementara di lain tempat Sonia yang tidak terima saat Erland membentak nya dan mengusir nya serta Erland telah menikah membuat nya merencanakan sesuatu agar Erland menjadi milik nya dan menyingkir kan Jasmine.
"Lihat saja sebentar lagi aku akan menjadi milik Erland setelah aku melenyapkan mu"ucap Sonia dengan tangan mengepal kuat.
"Lakukan besok apa yang aku katakan dan aku tidak menerima kegagalan"ucap Sonia pada anak buah yang telah ia bayar.
"Tentu saja nona"ucap mereka karna mendapat uang cukup besar dari Sonia.
"Jika kalian telah menangkap nya bawa dia kemari,,aku sendiri yang akan menyiksa nua lebih dulu sebelum membunuh nya"ucap Sonia.
__ADS_1
"Baik nona"ucap mereka.
Sonia mengangguk puas segera meninggalkan tempat tersebut,ia sudah tidak sabar menunggu hati besok.