MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 515


__ADS_3

Setelah Amara menjelaskan semua nya,Angkasa mengangguk puas atas jawaban yang di berikan oleh Amara.


"Jawabanan mu sangat tepat dengan merangkai kata sendiri yang membuat siapa mendengar nya akan lebih paham"ucap Angkasa membuat pipi Amara memerah mendengar pujian dari Angkasa.


"Masih ada yang ingin bertanya sebelum saya memberikan tugas untuk kalian kerjakan"tanya Angkasa pada mereka semua.


"Tidak ada pak"ucap mereka.


"Jika tidak kerjakan soal yang saya kirim di grup kelas dan di kumpul minggu depan saat saya masuk ke lokal ini kembali"ucap Angkasa tegas.


"Baik pak"ucap mereka serentak.


"Pertemuan kita sampai di sini dulu dan minggu depan kalian harus memahami tugas yang kalian buat karna saya tidak mau jika membuat tugas hanya sekedar di buat kalian harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang kalian buat"ucap Angkasa melangkah meninggal kan kelas tersebut membuat yang lain menghela nafas kasar.


"Gila tu dosen ganteng killer juga"ucap Serly.


"Iya tuh gua juga gak yangka kalau tu dosen ternyata killer di lihat dari wajah nya yang santai"ucap yang lain.


"Itu bukan killer tapi tegas"ucap Amara.


"Cieee yang di belain nih dosen ganteng"goda Serly.


"Apaan sih itu cuma pendapat gua aja kali"ucap Amara.


"Benarkah lalu kenapa tu wajah memerah begitu"ucap Serly.

__ADS_1


"Ck bicara dengan lo gak ada gunanya"ucap Amara meninggalkan Serly yang tertawa.


Apaan sih gua bilang gitu malah salah tinggkah lagi,batin Amara sedikit kesal dengan apa yang terjadi dengan nya.


Sementara di cafe Bintang sedang duduk di ruangan nya bersama kedua gadis cantik yang melamar untuk bekerja di cafe milik nya.


"Jadi siapa nama kalian"tanya Bintang menatap kedua nya.


"Saya Hana tuan"ucap seorang gadis berpenampilan biasa namun tidak mengurangi kecantikan nya.


"Saya Caca tuan"ucap wanita di sebelah Hana yang penampilan nya sedikit lebih mencolok.


"Kalian bisa memasak"tanya Bintang.


"Bisa tuan"ucap Hana.


"Baiklah kalian di terima bekerja di sini,tanyakan pada Dimas apa yang kalian kerjakan"ucap Bintang.


"Baik tuan"ucap kedua nya segera meninggalkan ruangan Bintang untuk mencari Dimas karna kedua nya juga rekomendasi dari Dimas yang merupakan teman Dimas maka dari itu Bintang menerima nya karna ia tahu Dimas tidak akan mengecewakan nya karna Dimas orang kepercayaan nya di cafe milik nya yang membantu nya mengelola cafe tersebut.


Saat masih duduk di kursi nya Bintang di kejutkan dengan kedatangan Erland dan Jasmine.


"Bintang"ucap Erland.


"Kenapa dad"tanya Bintang.

__ADS_1


"Kau tidak mempersilahkan mommy dan daddy duduk"tanya Jasmine.


"Silahkan duduk,,Bintang keluar sebentar"ucap Bintang keluar menyuruh Dimas menyiapkan makanan dan minuman untuk kedua orang tua nya,setelah itu ia kembali ke ruangan nya.


"Bagaimana kabar mu nak"tanya Jasmine.


"Seperti yang mommy lihat Bintang baik-baik saja"ucap Bintang.


"Ada apa mommy dan daddy kemari"tanya Bintang membuat Erland menghela nafas kasar.


"Kau pasti sudah tahu jika perusahaan kita sedang bermasalah"ucap Erland dengan serius.


"Lalu"tanya Bintang.


"Bisa kah kau membantu daddy"tanya Erland.


"Tergantung"ucap Bintang.


"Daddy katakan saja"ucap Bintang lagi melihat kedua nya terlihat gusar.


"Begini teman daddy mau membantu perusahaan kita tapi kau harus menikah dengan putri nya"ucap Erland membuat Bintang terkejut.


"Aku tidak mau,jangan mengatur hidup ku karna itu untuk masa depan ku,aku tidak mau menikah dengan wanita yang tidak aku cintai"ucap Bintang datar.


"Perusahaan yang daddy bangun akan sia-sia nak"ucap Jasmine.

__ADS_1


"Kalian lebih memetingkan perusahaan dari pada anak kalian sendiri,apa kepergian Queen tidak membuat kalian sadar juga,jika kalian datang ke sini ingin membahas hal itu sampai kapan pun aku tidak akan mau harus nya mommy dan daddy lebih mementingkan kebahagiaan anak-anak kalian dari pada perusahaan itu"ucap Bintang beranjak dari hadapan kedua nya yang seenak nya mengatur hidup nya hanya demi perusahaan mereka tanpa tahu perasaan nya.


__ADS_2