MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 416


__ADS_3

Tak ingin berdebat dengan Erland dan orang menatap mereka dengan aneh, Jasmine menarik tangan Erland menuju kasir serta membawa troli yang isi nya penuh makanan.


Saat kasir tersebut menghitung semua belanjaan Jasmine mereka melirik ke arah Erland membuat Jasmine memutar bola mata nya malas, Sedangkan Erland seperti biasa dengan wajah dingin nya.


"Jika bekerja harus konsisten jangan menatap suami orang dengan tatapan menjijik kan seperti itu"ucap Erland datar menggandeng tangan Jasmine karna sudah selesai membayar semua nya.


Sedangkan Jasmine geleng kepala melihat perubahan Erland yang derastis begitu.


Apa mengidam tahu tempat dan situasi juga yah,,tadi dia seperti anak kecil sekarang dia kembali ke sifat asli nya aneh memang,pikir Jasmine.


"Kenapa menatap ku seperti itu"tanya Erland melihat Jasmine yang menatap nya intens.


"Aku hanya heran tadi kau seperti anak kecil saja sekarang kembali kesifat asli nya"ucap Jasmine.


"Perasaan biasa saja"ucap Erland mengangkat bahu nya acuh.


Mereka pun masuk ke dalam mobil,Erland melajukan nya kembali menuju rumah mereka, Sampai di sana sudah ada yang lain nya berkumpul mata Erland seketika berbinar melihat Angkasa di sana membuat Angkasa yang di tatap menatap curiga ke arah Erland.


"Kau sudah pulang son"ucap Erland tersenyum cerah dan memeluk Angkasa.


"Iya dad"ucap Angkasa entah kenapa perasaan nya tidak enak melihat kelakuan Erland.


"Daddy begitu merindukan mu"ucap Erland dengan senyum manis nya namun membuat mereka yang melihat Erland bergidik ngeri.


Lain hal nya dengan Jasmine ia menatap kasihan ke arah Angkasa yang masih berada di pelukan Erland.


"Jas suami mu kenapa aneh begitu"tanya Dea pada Jasmine.


"Nanti Jasmsine ceritakan ma"ucap Jasmine.


Ia menyuruh pelayan untuk mengambil belanjaan yang tadi mereka beli dan membawa nya masuk ke dalam. Sementara ketiga anak kecil yang melihat banyak makanan tersenyum senang.


"Mom itu makanan untuk kami"tanya Galaksi dengan senyum cerah.


"Enak saja itu punya daddy"ucap Erland ketus membuat yang lain melongo.


"Jadi itu bukan untuk kami"tanya Galaksi memastikan karna Erland sangat menjaga makanan yang ia makan.


"Tentu saja tidak itu punya daddy kalau ingin beli saja sendiri jangan ambil daddy punya"ucap Erland lagi semakin membuat orang menatap Erland dengan tatapan terkjut dan aneh.


"Daddy pelit sekali sih"cibir Bintang kesal.

__ADS_1


"Bukan nya pelit daddy hanya membeli untuk daddy sendiri salah kalian sendiri kenapa tidak mengatakan nya jika ingin juga"ucap Erland.


"Biasa nya kalau kami mengambil makanan ringan itu daddy akan marah"cibir Galaksi namun Erland hanya mengangkat bahu nya acuh dan kembali menatap Angkasa.


"Ayo ke taman belakang"ucap Erland dengan riang tak lupa senyum cerah nya.


"Ehh jangan sekarang Angkasa kan baru saja sampai dan lihat dia masih memakai seragam sekolah"ucap Jasmine cepat membuat Erland menatap Jasmine dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mau sekarang"ucap Erland menangis seperti anak kecil sekali lagi mereka semua menjatuh kan rahang nya melihat tingkah ajaib Erland.


"Eh eh eh jangan menangis begitu"ucap Jasmine cepat mendekati Erland.


"Sebentar lagi yah kasihan Angkasa baru pulang belum makan dan ganti baju nanti ia bisa sakit"ucap Jasmine lembut membuat Erland mengangguk menghapus air mata nya.


Yang lain nya sudah tidak sabar meminta penjelasan dari Jasmine melihat perubahan aneh Erland.


"Lebih baik kita masuk ke dalam dulu"ajak Jasmine pada mereka semua nya.


Erland dan yang lain nya mengangguk, saat ia akan mendekati Angkasa lagi Angkasa lebih dulu berlari menjauh dari Erland entah kenapa perasaan nya tidak enak melihat perubahan Erland.


"Angkasaa tunggu daddy"ucap Erland mengejar Angkasa.


"Tidak mauu"teriak Angkasa terus berlari ke kamar nya.


Darrr


Suara pintu di tutup kencang Angkasa membuat yang lain nya terkejut kecuali Erland merajuk karna tidak bisa dekat dengan Angkasa.


"Jas sebenar nya apa yang terjadi"tanya Jessica sudah penasaran.


Jasmine menatap mereka semua yang menunggu jawaban dari nya,ia menghela nafas panjang dan melihat ke arah Erland yang lumayan jauh dari mereka.


"Janji dulu kalian akan merahasiakan ini karna aku akan memberi kejutan untuk nya saat ia ulang tahun dua hari lagi"ucap Jasmine menatap mereka.


"Kami janji"ucap mereka kompak.


"Aku hamil dan.."ucapan Jasmine terpotong karna teriakan bahagia dari para orang tua yang akan kembali mempunyai cucu.


"Benarkah"ucap Dea dan Jessica.


"Iya,,aku malah hamil kembar lagi"ucap Jasmine semakin membuat mereka bahagia bahkan mereka berpelukan bersama seperti teletabies.

__ADS_1


"Apa mungkin Erland yang mengidam"tebak Jessica di angguki Jasmine.


"Pantas saja kelakuan nya aneh begini"ucap Samuel bergidik ngeri menatap Erland yang mendekati mereka.


"Sayangg"panggil Erland menja.


"Kenapa"tanya Jasmine.


"Angkasa tidak mau keluar aku ingin bersama nya"ucap Erland merengek.


"Nanti dia juga keluar tunggu saja dulu"ucap Jasmine lembut.


"Lebih baik makan saja makanan yang kita beli tadi nanti anak-anak malah memakan nya lebih dulu"ucap Jasmine agar Erland tidak menunggui Angkasa lagi.


"Itu makanan ku"ucap Erland ketus menatap sinis ke arah Galaksi dan Bintang.


Ia pun berlalu menuju dapur mengambil makanan yang tadi ia beli meninggal kan mereka yang malah menahan tawa melihat perubahan Erland.


"Bagaimana kalau kita mengerjai nya"ucap Samuel pada Aksa yang berada di samping nya.


"Kapan lagi kita bisa mengerjai nya"tambah Samuel sambil terkekeh pelan.


"Boleh juga"ucap Aksa menyetujui ucapan Samuel.


"Pa jangan aneh-aneh dia seperti anak kecil yang sensitif aku saja pusing di buat nya"ucap Jasmine memperingati kedua nya.


"Tenang saja"ucap Samuel di angguki Aksa.


Kedua pria sudah berumur namun masih terlihat tampan tersebut segera mendekati kamar Angkasa, seperti nya kedua orang tersebut tahu jika Erland ingin dekat-dekat dengan Angkasa.


Tok tok tok


"Angkasa buka pintu nya ini kakek"ucap Samuel.


Angkasa yang berada di dalam kamar sudah berganti baju segera membuka pintu nya pelan-pelan mata nya menatap kiri kanan takut ada Erland,setelah memastikan tidak ada Erland ia pun membuka pintu tersebut dengan lebar.


"Angkasa ingin keluar bersama kakek tidak"tanya Samuel memulai aksi nya.


"Iya kek,,Angkasa takut melihat daddy"ucap Angkasa bergidik ngeri mengingat kelakuan Erland.


"Kalau begitu ayo pergi"ucap Aksa mengajak Angkasa keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Erland yang kebetulan akan lewat dengan makanan penuh di tangan nya menatap Angkasa yang sudah keluar kamar berjalan cepat ke arah mereka, Angkasa sendiri segera bersembunyi di belakang Aksa dan Samuel agar tidak melihat Erland.


__ADS_2