MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 283


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Erland sudah sampai di parkiran kampus,ia pun menunggu Jasmine di dalam mobil.


"Sudah lama"tanya Jasmine masuk ke dalam mobil.


"Baru saja" ucap Erland.


"Kita ke rostoran xxx dulu aku ada janji dengan clien di sana"ucap Erland.


"Hmm aku juga sudah lapar"ucap Jasmine.


Erland mengangguk segera melajukan mobil nya kembali menuju restoran.


"Berapa hari lagi kau ujian"tanya Erland.


"Tiga hari lagi"ucap Jasmine.


"Bagaimana kalau kita pergi liburan saja ucap Erland.


"Boleh juga"ucap Jasmine tersenyum.


"Kau ingin ke mana"tanya Erland.


"Seperti nya ke nagara P akan indah"ucap Jasmine.


"Baik lah kemana pun ke inginan istri tercinta ku akan aku turuti" ucap Erland dengan senyum manis nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan sekolah mu" tanya Jasmine.


"Tenang saja semua sudah aku urus"ucap Erland karna otak nya yang jenius maka ia ke sekolah hanya ujian saja.


Sampai di restoran kedua nya segera turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam,Erland juga sudah menerima pesan dari asisten nya jika mereka sudah berada di ruangan yang telah di sediakan untuk mereka.


"Sayang kau ingin ikut masuk ke dalam atau menunggu ku di sini"tanya Erland karna tidak mau jika Jasmine akan bosan di dalam.


"Aku tunggu di sini saja,jangan lama-lama"ucap Jasmine di jawab anggukan oleh Erland.


"Kalau begitu pesan saja makanan untuk mu lebih dulu nanti aku menyusul mu hubungi aku jika terjadi sesuatu"ucap Erland.


"Ya sudah sana pergi"ucap Jasmine.


Erland mencium kening Jasmine sebelum pergi ke ruangan tersebut sementara Jasmine duduk di kursi dekat jendela dan memesan makanan karna ia sudah lapar.


"Tidak masalah tuan Erland"ucap pria paru baya yang merupakan clien nya.


"Mulai saja"ucap Erla datar.


"Sebelum di mulai kenal kan tuan putri saya Zelina"ucap pria tersebut menunjuk putri nya yang duduk di samping dengan pakaian minim.


"Hmm"ucap Erland tanpa melihat wanita tersebut jangan kan melihat melirik saja tidak.


"Zelina tuan"ucap Zelina dengan suara yang di buat-buat lembut sambil menjulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Ya"ucap Erland tanpa menerima uluran tangan Zelina membuat asisten dan sekretaris Erland menahan tawa.


"Tidak usah basa basi mulai saja"ucap Erland dengan nada yang mulai tak enak.


"Baik tuan"ucap mereka serempak.


Mereka pun segera membahas kerja sama yang akan mereka lakukan,Erland sedari tadi diam membiar kan asisten nya menjawab pertanyaan atau menayakan soal kerja sama tersebut yang ada di pikiran nya hanya Jasmine yang ia tinggal kan makan sendiri, Zelina sendiri malah menatap Erland dengan tatapan memuja.


"Sampai di sini dulu saya ada urusan penting selanjut nya kita akan bahas di pertemuan lain"ucap Erland berdiri dari duduk nya tanpa mendengar jawaban mereka.


Erland pun keluar dari ruangan tersebut dan melangkah turun ke lantai bawah di mana Jasmine berada,senyum tipis terbit di bibir nya melihat Jasmine makan dengan lahap.


"Apa makanan nya seenak itu sehingga kau makan begitu lahap"tanya Erland duduk di sebelah Jasmine.


"Hmm sudah selesai kenapa cepat sekali"tanya Jasmine.


"Aku tidak tenang meninggal kan mu sendiri maka nya aku cepat menemui mu"ucap Erland mengusap lembut kepala Jasmine.


"Kau sudah makan"tanya Jasmine mendapat gelengan dari Erland.


"Ck kau ini"dengus Jasmine segera menyuapi Erland dengan senang hati Erland menerima suapan tersebut.


Selesai makan dan membayar semua nya kedua nya pun beranjak dari duduk nya,Erland menggenggam erat tangan Jasmine berjalan ingin meninggal kan restoran tersebut namun langkah kedua nya berhenti karna seseorang menghampiri Erland.


"Tuan Erland"ucap Zelina melangkah cepat ke arah kedua nya.

__ADS_1


Zelina pura-pura ingin jatuh di hadapan Erland berharap Erland menangkap nya namun bukan nya menangkap tubuh nya Erland justru menghindar dan memeluk Jasmine membuat pengunjung restoran tertawa melihat Zelina jatuh di lantai dengan tidak elit nya.


"Ayo sayang"ajak Erland segera menarik Jasmina yang melongo melihat perbuatan Erland,ia tidak habis pikir dengan suami nya tersebut namun ia juga senang jika seperti itu terhadap wanita yang mencoba mendekati Erland.


__ADS_2