MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 302


__ADS_3

Erland segera berdiri dari duduk nya menghampiri Jasmine,ia memeluk erat Jasmine yang juga membalas pelukan nya.


"Kenapa tidak menghubungi ku jika sudah sampai"tanya Erland melepas kan pelukan nya.


"Aku hanya tidak ingin mengganggu mu"ucap Jasmine.


"Jika itu istru ini sama sekali tidak akan mengganggu ku"ucap Erland membuat Jasmine terkekeh.


"Bukan kah kau ada rapat"tanya Jasmine membuat Erland menatap Jasmine.


"Dari mana kau tau"tanya Erland.


"Aku tidak sengaja mendengar sekretaris mu"ucap Jasmine di angguki Erland.


"Kau tunggu di sini sebentar aku akan rapat dulu"ucap Erland mengambil jas milik nya.


"Semangat untuk suami ku yang rajin bekerja untuk istri cantik nya ini"ucap Jasmine dengan percaya diri membuat Erland terkekeh.


"Baik lah istri cantik suami mu yang tampan ini pergi dulu sebentar"ucap Erland mencium kening Jasmine di balas senyum manis oleh Jasmine.


Lain hal nya di ruang rapat seorang pria masih saja memikir kan Jasmine,seperti pernah melihat nya namun tidak tau di mana.


"Cari tau siapa wanita yang tadi bersama kita di lift"ucap nya pada asisten nya.


"Baik tuan"ucap asisten tersebut meski ia merasa bingung dengan perintah tuan nya namun ia tidak berani bertanya.


"Apa sudah ada kabar dari Airen"ucap nya pada asisten nya.

__ADS_1


"Sampai saat ini belum ada tuan"ucap nya membuat pria tersebut mendesah pelan.


Orang tersebut adalah Stev yang ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Erland yang sedang berkembang pesat,banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik Erland namun bukan sembarangan perusahaan yang akan Erland terima karna ia akan menyelidiki lebih dulu perusahaan yang akan bekerja sama dengan nya.


Tak lama Erland masuk ke ruangan tersebut dengan wajah dingin,ia duduk di kursi milik nya dan menatap kedua orang yang sudah duduk di kursi mereka,ruangan yang tadi suhu nya normal menjadi dingin setelah kedatangan Erland.


"Selamat siang tuan"ucap Stev sedikit gugup merasa aura dingin yang keluar dari tubuh Erland,ia tersenyum kaku di balas anggukan oleh Erland.


Stev pun hanya maklum karna Erland memang terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses namun sangat dingin terhadap siapa pun jadi Stev dan pengusaha lain nya sudah paham.


"Langsung saja"ucap Erland tidak ingin berbasa basi apa lagi Jasmine saat ini ada di ruangan nya.


Asisten Stev menyerah kan berkas ke pada Erland yang langsung di terima oleh Erland,ia membuka berkas tersebut dan membaca nya.


"Akan saya pertimbang kan dulu"ucap Erland singkat.


"Sekretaris ku akan menghubungi kalian bagaimana kelanjutan nya"ucap Erland berdiri dari duduk nya meninggal kan ruangan tersebut untuk kembali ke ruangan nya.


Stev dan asisten nya menghela nafas lega setelah Erland keluar dari ruangan tersebut,sedangkan asisten dan sekretaris Erland menggeleng kan kepala melihat kedua nya karna sudah biasa bagi mereka jika orang tersebut baru pertama kali bertemu dengan Erland,mereka saja yang setiap hari berada di sekitar Erland masih gugup karna aura dingin Erland apa lagi jika orang tersebut baru pertama kali bertemu dengan Erland.


Erland sendiri berjalan cepat ke ruangan nya,ia membuka pintu dan melihat Jasmine sedang tiduran di atas sofa sambil bermain ponsel.


"Sayang"panggil Erland menghampiri Jasmine membuat Jasmine menoleh.


"Sudah selesai"tanya Jasmine heran.


"Sudah"ucap Erland ikut berbaring di samping Jasmine karna sofa tersebut cukup lebar.

__ADS_1


"Cepat sekali"ucap Jasmine karna bisasa nya jika rapat memakan banyak waktu.


"Mereka hanya mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita"ucap Erland memeluk Jasmine erat.


"Lalu kau menerima nya"tanya Jasmine karna ia merasa orang tersebut sedikit berbahaya.


"Tentu saja tidak semudah itu aku akan menyelidiki lebih dulu perusahaan mereka"ucap Erland.


"Bagus lah aku merasa mereka sedikit berbahaya"ucap Jasmine membuat Erland menatap Jasmine.


"Apa kau bertemu dengan nya"tanya Erland.


"Ya aku tadi tidak sengaja satu lift dengan mereka"ucap Jasmine jujur.


Erland pun mengangguk saja,aku harus lebih ketat menjaga Jasmine lagi,pikir Erland karna ia sudah tau jika yang datang menemui nya adalah Stev kakak kandung Airen,tetapi Stev tidak mengenali nya karna anak buah Stev tidak mendapat kan informasi apa pun tentang nya.


Hallo kakak semua nya baca juga Novel lain nya yah😄


-Keponakan Dingin Dan Om Tampan


-Istri Dari Masa Lalu


-Hati Yang Tersakiti


-Gadis Cantik Berpenampilan Culun


-Aku Laura Bukan Maura

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen nya yah 😊


__ADS_2