MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 426


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua nya mereka pun keluar dari markas tersebut untuk kembali ke rumah Erland lagi. Sepanjang jalan ketiga diam saja terutama Aksa dan Samuel masih bergidik ngeri melihat apa yang Erland lakukan terhadap orang yang ia bunuh tadi bagaimana tidak ngeri Erland menguliti orang tersebut tak hanya itu mata nya tidak ada di tempat nya lagi begitu pun dengan isi perut orang tersebut yang Erland keluarkan dan menyuruh anak buah Erland menyumbangkan nya ke rumah sakit sedang kan badan nya Erland potong-potong menjadi kecil dan memberikan nya pada anjing peliharaan Aksa yang ada di markas tersebut.


Mereka yang melihat itu rasa nya ingin muntah bahkan anak buah Aksa yang di sana tidak tahan melihat apa yang Erland perbuat seolah itu adalah sebuah mainan yang mudah untuk di potong dan di buang begitu saja.


Sampai di rumah mereka segera masuk ke dalam di sambut ketiga bocah tampan yang sudah menanti kehadiran ketiga nya.


"Daddy mandi dulu kalian sama kakek saja"ucap Erland cepat berjalan ke kamar nya untuk membersihkan tubuh nya kembali walaupun ia sudah mandi di markas tadi.


"Kalian dari mana"tanya Jessica pada Aksa.


"Tadi ada sedikit masalah maka nya kami pergi untuk mengatasi nya"ucap Aksa.


"Erland kemana dad"tanya Jasmine.


"Kata nya tadi pergi mandi dulu"ucap Aksa.


Mereka semua duduk dengan santai di taman samping rumah Erland dengan menyalakan api di tengah-tengah mereka agar membuat tubuh mereka terasa hangat karna sudah malam.


"Enak nih kayak nya kalau bakar jagung"ucap Dea tiba-tiba teringat saat ia membuka kulkas terdapat banyak jagung di sana.


"Boleh juga tuh"ucap Jessica menyetujui usulan Dea.


"Ayo kita ambil dan siap kan bumbu nya"ajak Dea di angguki Jessica.


"Mom kapan adik nya keluar"tanya Bintang menatap perut buncit Jasmine.


"Tidak lama lagi"ucap Jasmine.


"Adik nya laki-laki atau perempuan mom"tanya Bintang lagi.


"Mommy tidak tahu"ucap Jasmine saat di usg memang tidak terlihat jenis kelamin nya.


"Bintang mau nya perempuan mom"ucap Bintang.


"Kenapa perempuan"tanya Aksa pada Bintang.


"Kalau laki-laki Bintang sudah punya adik mereka berdua"ucap Bintang menunjuk Angkasa dan Galaksi.

__ADS_1


"Hanya beda beberapa menit tidak termasuk adik"ucap Galaksi.


"Yang penting aku lebih dulu lahir dan kalian terakhir tetap saja aku kakak kalian"ucap Bintang.


"Eh aku yang kedua kalii dia yang terakhir"protes Galaksi dan menunjuk Angkasa.


"Terserah kalian yang penting kalian adik nya dan aku tidak mau mempunyai adik laki-laki lagi"ucap Bintang.


"Aku mau nya laki-laki"ucap Angkasa.


"Perempuan ataupun laki-laki sama saja yang penting adik nya lahir dengan sehat"ucap Samuel pada ketiga cucu nya.


"Nah dengar tuh kata kakek Sam"ucap Aksa.


"Mari bakar-bakar"ucap Dea membawa beberapa jagung yang sudah di bumbui memberikan nya satu persatu untuk mereka.


"Bakar sendiri"tambah Dea membuat mereka mengangguk.


Karna mereka duduk melingkar jadi mudah untuk membakar nya.


"Terimakasih"ucap Jasmine karna memang ia sedikit kesusahan mengingat perut nya yang besar.


Setelah matang mereka menikmati nya sambil berbincang hangat di temani teh dan cemilan lain nya,tak terasa sudah menunjuk kan jam sepuluh malam mereka semua pun masuk ke dalam untuk istirahat.


**********


Satu bulan kemudian di rumah Jasmine sudah ramai dengan kedatangan keluarga Arka dan Friska yang sedang berlibur sekaligus untuk menanti kelahiran anggota keluarga mereka karna Jasmine di perkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat ini.


Kamar bercat biru dan putih menjadi pilihan mereka untuk kamar calon anak Jasmine karna jenis kelamin nya belum tahu jadi mereka membuat warna tersebut.


Tak hanya itu kamar tersebut di buat mewah oleh Jessica dan Dea dengan fasilitas mewah serta lukisan pemandangan di dinding nya membuat siapa saja betah di dalam nya.


Tak jauh dari mereka Jessica dan Dea saling merangkul satu sama lain melihat anak-anak dan cucu mereka di ruangan yang sama saling bercanda satu sama lain.


"Aku tidak menyangka kita akan menghabis kan masa tua kita sebahagia ini"ucap Jessica.


"Kau benar andai saja Sasa masih di sini ia pasti akan ikut bahagia seperti yang kita rasakan"ucap Dea di angguki Jessica.

__ADS_1


"Dulu aku kira kehidupan ku tidak sebahagia ini"ucap Jessica mengingat bagaimana masa lalu nya sebelum bertemu dengan Aksa.


"Namun ternyata sebalik nya kita malah hidup bahagia,,aku senang kita tidak terpisah aku kira saat kita sudah ber rumah tangga kita akan terpisah"ucap Dea.


"Tapi kita malah menikah dengan mereka yang juga bersahabat sama seperti kita"ucap Jessica tertawa pelan.


"Iya juga dan sekarang anak-anak kita yang meneruskan nya"ucap Dea ikut tertawa.


"Semoga kebahagiaan mereka seperti itu terus sampai tua nanti seperti kita"ucap Jessica.


"Tak terasa kita sudah tua juga"ucap Dea.


"Kau baru sadar jika kau sudah tua"cibir Jessica.


"Tapi kalau orang lihat dari wajah mereka akan berpikir kita masih anak gadis"ucap Dea sombong namun nyata.


"Hahaha padahal asli nya nenek-nenek"ucap Jessica.


"Mommy dan mama kenapa tertawa berdua di sini"tanya Friska menatap kedua nya.


"Tidak ada sayang kami hanya mengingat masa lalu saja"ucap Dea menatap lembut putri nya.


"Kau mau kemana dan baby Jastin di mana"tanya Jessica.


"Ke dapur mom Jastine bersama Jerry di sana"ucap Friska.


"Mommy dan mama lebih baik ke sana dari pada di sini berdua di sana rame"ucap Friska lagi dan langsung melenggang ke dapur.


"Ayo ke sana"ucap Dea menarik tangan Jessica ikut bergabung bersama anak dam cucu mereka.


"Coba setiap hari seperti ini pasti akan seru"ucap Jessica mengambil baby Axel dari gendongan Dara.


"Iya lah seru,,kau bisa latihan suara setiap hari nya"ucap Dea terkekeh sendiri mendengar perkataan nya namun benar dua hari mereka berkumpul bersama di rumah Jasmine dan Erland tidak henti-henti nya tiap hari mereka akan berteriak ulah cucu mereka sendiri.


"Hahaha bukan hanya itu kau juga akan merasakan bagaimana pusing tanpa memikirkan apapun"ucap Jessica di angguki Dea.


Jasmine yang menjadi pendengar hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat Jessica dan Dea, semoga suatu saat nanti kami juga akan seperti mommy dan mama,pikir Jasmine menatap Dara dan Friska sabahat kecil nya hingga sekarang.

__ADS_1


__ADS_2