
Gazella meninggal kan mereka berdua berjalan-jalan santai melihat ruangan luas tersebut,Saat masih asyik melihat setiap sudut ruangan ponsel Gazella berdering membuat nya segera melihat siapa yang menelpon nya.
"Katakan"ucap Gazella dingin.
"Queen kakek Aksa dan yang lain di culik"ucap anak buah Gazella membuat nya terkejut.
"Bagaimana bisa itu terjadi haa"bentak Gazella marah.
"Sekarang awasi kakek ku jangan sampai ia terluka sedikit pun aku akan segera ke sana"ucap Gazella segera mematikan telpon nya.
Tanpa menunggu lagi Gazella berlari dari ruangan tersebut dengan wajah khawatir ia menelpon anak buah nya untuk memesan tiket untuk nya sekarang juga,sampai di lantai bawah Gazella segera masuk ke dalam taksi yang akan membawa nya ke bandara.
Di indonesia sendiri musuh Aksa berhasil menangkap nya serta yang lain nya dan sekarang mereka sedang berada di sebuah rumah mewah di tengah hutan,Aksa menatap dingin orang di depan nya yang telah berani menyentuh keluarga nya.
"Siapa kau berani melakukan ini pada keluarga ku"ucap Aksa dingin karna ia tidak mengenal lelaki di depan nya.
"Aku adalah adik Tiara masih ingat dengan kan,,kau membunuh kakak ku maka aku akan membunuh kalian satu keluarga Hahaha"ucap pria tersebut membuat ingatan Aksa berputar saat Jessica hamil dulu dan di culik oleh Tiara serta Karin.
"Itu kesalahan kakak mu berani nya ingin mencelakai istri ku"ucap Aksa dingin.
"Maka dari itu aku ingin membalas kan kematian nya dengan cara membunuh kalian semua nya"ucap pria tersebut
"Lepaska mereka semua aku saja yang kau bunuh mereka tidak tahu apa pun"ucap Aksa menatap mereka semua.
"Ohh mana bisa begitu aku justru ingin memberikan kejutan untuk kakak ku di atas sana untuk membunuh kalian semua dia pasti senang melihat nya"ucap pria tersebut
Sementara yang lain diam saja entah apa yang terjadi pada tubuh mereka sehingga terasa begitu lemah, seperti nya ada yang berhianat di rumah mereka karna setelah selesai makan tubuh mereka susah untuk di gerak kan sehingga anak buah dari pria tersebut begitu mudah menangkap mereka semua yang kebetulan mereka semua berkumpul.
Penjaga di rumah tersebut mencoba untuk menolong namun karna jumlah mereka yang sedikit membuat mereka tidak bisa berbuat apa pun,untuk anak buah Gazella yang menjaga Aksa dari jauh juga sempat melawan namun kalah karna mereka hanya sepuluh orang sedangkan di depan mereka ratusan maka dari itu salah satu dari mereka menghubungi Gazella.
"Aku akan mulai dari cucu perempuan mu dulu"ucap pria tersebut menyeringai mendekati Rora membuat Rora ketakutan.
__ADS_1
"Jangan mendekat"ucap Rora gemetar.
"Jangan sentuh putri ku"ucap Erland dingin.
"Jika aku menyentuh nya kau bisa apa"ucap pria tersebut mengelus pipi Rora dan..
Plakk
Plakk
Pipi kanan dan kiri nya di tampar kuat oleh pria tersebut membuat mereka berteriak kecuali Aksa yang hanya menatap datar saja.
"Cih kenapa cucu mu yang ini lemah sakali aku lebih suka cucu perempuan mu yang bermata biru itu bukan kah dia gadis yang hebat"ucap pria tersebut.
"Sampai mati pun kau tidak akan menemukan cucu ku"ucap Aksa sinis.
"Aku bisa mencari nya setelah kalian semua nya aku bunuh"ucap pria tersebut.
"Kalian semua apa ingin bersenang-senang"ucap pria tersebut terhadap anak buah nya.
"Tentu saja silahkan pakai gadis kecil ini aku akan senang melihat mereka semua menderita,,setelah kalian selesai panggil aku"ucap pria tersebut menyeret Rora ke depan mereka.
"Brengsek jangan sentuh putri ku"teriak Erland.
"Daddy tolong Rora Dad"ucap Rora menangis sesegukan.
Erland dan Jasmine serta yang lain hanya bisa menangis melihat Rora yang di perlakukan bukan seperti manusia lagi,namun mereka sama sekali tidak bisa membantu seakan tubuh mereka terasa lumpuh tidak bisa di gerak kan.
Sedangkan anak buah pria tersebut menarik kasar pakain Rora yang terus menangis di depan mereka semua nya hingga tubuh Rora menjadi polos.
Mereka pun menyetubuhi Rora secara bergantian membuat Rora berteriak sakit dan menatap benci mereka semua nya,sama hal nya dengan Jasmine dan yang lain nya menangis melihat Rora di perlakukan seperti itu,terutama Jasmine dan Erland melihat secara langsung putri kandung mereka di gilir secara bergantian di depan mata mereka sendiri membuat hati mereka tersiksa dan lebih tersiksa lagi mereka sama sekali tidak bisa untuk membantu nya.
__ADS_1
Sore hari nya mereka baru selesai melakukan nya dengan Rora secara bergantian membuat Rora pingsan,Jasmine menangis melihat tubuh Rora yang tergeletak tak berdaya,ia menyeret tubuh nya dengan susah payah untuk menjangkau Rora dengan kain di tangan nya untuk menutupi tubuh Rora.
"Rora bangun nak"ucap Jasmine menepuk pipi Rora namun tidak ada jawaban sama sekali semakin membuat Jasmine menangis.
Lain hal nya dengan Gazella yang sudah sampai di bandara segera masuk ke dalam mobil karna sudah di jemput anak buah nya.
"Kalian sudah tahu dimana mereka menyekap kakek ku bukan"ucap Gazella dengan aura yang tidak bersahabat.
"Sudah Queen"ucap anak buah Gazella.
"Ke sana sekarang"ucap Gazella dingin.
Ia mengambil pistol dan juga jarum yang ada di dalam mobil tersebut karna ia sempat menghubungi anak buah nya untuk menyiapkan segala nya,pakaian nya juga sudah di ganti dengan serba hitam.
Sampai nya mereka di tempat yang di tuju Gazella turun dari dalam mobil dan mengambil sepasang katana lalu menaruh nya di punggung nya.
"Kalian berani bermain dengan ku,,aku akan menghabisi kalian semua"gumam Gazella dengan tatapan dingin dan tajam serta aura nya kian menakut kan membuat anak buah mereka gemetar karna baru melihat Queen mereka sangat marah.
Gazella berjalan menuju ke rumah mewah tersebut sendirian karna anak buah nya terluka jadi tidak memungkinan untuk memaksa mereka,ia mendang kuat pintu tersebut lalu menembaki mereka satu persatu siapa pun yang menghalangi jalan nya,wajah dingin dan aura menyeramkan tersebut menyebar ke seluruh tempat tersebut.
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan menggema di luar sana hingga tak sampai setengah jam ratusan anak buah yang berjaga di luar mati di tangan Gazella.
__ADS_1
Brukk
Gazella menendang kuat pintu tersebut hingga roboh membuat yang lain menatap ke arah pintu tersebut untuk melihat siapa pelakunya bahkan mereka juga mendengar suara saling tembak di luar,mata Aksa dan yang lain nya membelalak keget melihat Gazella sudah berdiri di sana dengan aura menyeramkan.