
Gazella berjalan-jalan menikmati udara malam,saat melihat makanan di pinggir jalan ia membeli nya dan membawa nya pulang kembali ke apartemen nya,namun saat ia menuju apartemen tersebut tiba-tiba ia di hadang oleh beberapa preman yang seperti nya ingin meminta uang atau barang berharga lain nya.
"Gadis kecil serahkan semua barang-barang berharga milik mu"ucap seseorang di antara mereka.
"Kenapa juga harus aku berikan pada mu"ucap Gazella.
"Jika kau tidak memberikan nya kau akan tahu akibat nya"ucap seorang lagi.
"Kalian pikir aku akan takut apa"ucap Gazella datar.
"Wah kau ingin kami bertindak kasar rupanya"ucap pria satu nya.
"Jangan kasar-kasar pada anak kecil om nanti mereka takut sedangkan melihat wajah om-om saja sudah takut begitu"ucap Gazella ketus.
"Kauu"ucap mereka dengan amarah tertahan.
"Aku cantik yah om memang dari lahir sudah cantik jadi om-om yang jelek tidak usah terkejut begitu"ucap Gazella dengan percaya diri.
"Ck sudah lah aku harus pergi"ucap Gazella ingin melangkah namun salah satu dari mereka memegang tangan nya membuat Gazella menatap dingin tangan tersebut.
Ia menarik tangan tersebut dengan kuat dan..
Krakk
Suara patah tulang sekaligus suara teriakan kesakitan dari orang tersebut membuat mereka terkejut bukan main.
"Aku tadi nya sudah berbaik hati ingin pergi dari depan kalian tapi seperti nya kalian ingin bermain-main dengan ku"ucap Gazella dingin.
Tanpa bicara lagi Gazella menghajar mereka satu persatu hingga babak belur tak sampai lima menit ketiga nya sudah terkapar di tangan dengan keadaan mengenaskan.
Gazella berjalan meninggalkan mereka untuk kembali ke apartemen nya,ia juga merasakan ada seseorang yang mengikuti nya namun karna merasa tidak terancam sama sekali ia membiarkan nya saja,Gazella masuk ke dalam lift, saat lift tersebut akan tertutup kaki seseorang menghambat lift tersebut membuat Gazella mendongak.
"Kau lagi gadis kecil"ucap pria tersebut tersenyum tipis membuat Gazella berdecih.
__ADS_1
"Cih anda tidak usah sok melihat ku di sini om bukan nya anda sedari tadi mengikuti ku,apakah anda kurang kerjaan hingga menjadi tukang penguntit"ucap Gazella ketus membuat pria tersebut yang tak lain Deffin menelan ludah nya kasar,ia kira gadis kecil tersebut tak menyadari nya namun ternyata ia salah.
"Hey gadis kecil siapa juga yang mengikuti mu"kilah Deffin membuat Gazella memutar bola mata malas.
"Sudah ketahuan masih juga ingin berbohong"ucap Gazella membuat Deffin mati kutu.
Gazella keluar dari dalam lift tersebut di ikuti Deffin dari belakang membuat Gazella berhenti melangkah dan menatap datar ke arah Deffin.
"Apa om masih kurang puas mengikuti saya"ucap Gazella datar.
"Siapa yang mengikuti mu gadis kecil apartemen ku di situ"ucap Deffin menunjuk pintu apartemen nya yang berada di depan pintu apartemen Gazella,pintu mereka berhadapan.
"Dasar om-om penguntit sudah tua kerjaan nya malah menguntit"ucap Gazella ketus masuk ke dalam apartemen nya meninggalkan Deffin dengan wajah bodoh nya.
"Apa aku terlihat setua itu sampai ia terus mengatakan aku tua"gumam Deffin menggaruk kepala nya yang tidak gatal masuk ke dalam apartemen milik nya juga, Saat ia tahu jika Gazella tinggal di sana ia menyuruh asisten Jo untuk memindahkan barang-barang nya dari lantai atas ke apartemen di depan Gazella.
********
Saat akan bertanya Deffin keluar dari dalam dan melihat Gazella sudah rapi dengan pakaian sekolah nya.
"Selamat pagi gadis kecil"sapa Deffin membuat asisten Jo melebarkan mata nya dengan mulut menganga.
Apa aku tidak berpimpi,raja iblis ini menyapa seorang gadis kecil lebih dulu,sebuah keajaiban terjadi,batin asisten Jo.
"Pagi Om penguntit"ucap Gazella ketus namun mata nya menatap asisten jo.
"Seperti nya kita pernah bertemu Om"ucap Gazella akhir nya bertanya pada Jo.
"Mungkin Nona salah orang ini pertama kali kita bertemu"ucap asisten Jo.
"Aku tidak pernah salah, Om yang waktu kemaren bersama tuan mu itu saat di jalan melempar botol sembarangan"ucap Gazella membuat mata Jo terbelalak.
"Bagaimana keadaan tuan mu itu Om apa dia tidak marah-marah aku memecahkan kaca mobil nya"tanya Gazella penasaran,sedangkan asisten Jo melirik tuan nya yang sedari tadi diam dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
"Ck sudah la"ucap Gazella karna tidak ada jawaban,ia berjalan cepat menuju lift di ikuti kedua lelaki tampan tersebut.
"Kau sekolah di mana gadis kecil"tanya Deffin.
"Om ini kenapa banyak sekali bertanya kenapa tidak sekalian om menguntit lagi"ucap Gazella ketus.
Astaga apa yang terjadi di sini,seperti nya dunia ini akan terbalik raja iblis ini tiba-tiba banyak bicara bahkan tidak marah pada gadis kecil ini saat berbicara begitu,batin asisten Jo.
"Kenapa kau terus mamanggil ku dengan penguntit"ucap Deffin sedikit kesal,bisa turun harga diri nya jika semua orang tahu ia mengikuti gadis kecil ini.
"Lah memang om penguntit apa yang salah coba"ucap Gazella.
"Heh gadis kecil jangan panggil saya dengan sebutan Om saya tidak setua itu"protes Deffin.
"Memang usia Om berapa"tanya Gazella.
"Saya baru 25 tahun tidak setua yang kau pikirkan apa wajah saya terlihat seperti Om-om"ucap Deffin membuat asisten Jo kembali melemarkan mata nya sedangkan Gazella menatap bingung lelaki tampan di depan nya.
"Begini yah Om usia saya masih kecil baru 17 tahun sedangkan Om sudah 25 tahun jadi salah nya di mana saya memanggil anda dengan Om lagian 25 tahun memang sudah tua om sendiri yang tidak sadar umur,sudah tua masih saja ingin terlihat muda,dasar aneh"ucap Gazella segera pergi dari dalam lift tersebut karna sudah sampai,sedangkan Deffin dan asisten Jo menjatuhkan rahang nya mendengar kan kata-kata beracun dari mulut Gazella.
Apakah sudah setua itu,pikir kedua nya.
"Tuan ayo keluar"ucap asisten Jo.
"Hmm"gumam Deffin namun pikiran nya masih tertuju pada ucapan Gazella barusan.
Apa aku yang terlalu tua atau gadis kecil itu yang terlalu kecil,usia ku masih dua puluh lima tahun tidak terlalu tua amat,pikir Deffan.
"Data gadis kecil"ucap Deffin dingin.
"Maaf tuan data tentang nona tadi sangat di jaga ketat seperti nya nona bukan lah orang sembarang hingga data tentang nya sedikit pun tidak bisa di dapat kan dengan mudah"ucap asisten Jo yang sudah mengerti tentang tuan nya tersebut.
Deffin pun merasakan hal yang sama saat ia berdua di lift dengan Gazella di tambah saat Gazella yang dengan mudah mengalahkan para preman yang ia lihat sendiri.
__ADS_1