MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 427


__ADS_3

Malam hari nya saat semua nya sedang tertidur lelap dalam mimpi mereka Jasmine membuka mata nya karna merasa perut nya sakit membuat nya meringis.


"Sayanggg"ucap nya mengguncang tubuh Erland yang tidur di samping.


"Sakitt"ucap Jasmine membuat mata Erland terbuka lebar.


"Kita ke rumah sakit"ucap Erland panik melihat wajah kesakitan Jasmine,tanpa aba-aba ia menggendong Jasmine keluar kamar.


"Mama"teriakk Erland menggelegar saat ia keluar kamar.


"Jasmine mau melahirkan"teriak Erland membuat mereka semua terbangun mendengar teriakan Erland yanh keras.


"Ada apa"tanya Jessica dan Aksa lebih dulu keluar kamar di susul yang lain nya.


"Jasmine mau melahirkan"ucap Erland berjalan cepat menggendong Jasmine menuju mobil.


"Biar daddy yang menyertir"ucap Aksa panik dan berlari lebih dulu keluar kamar bersama Samuel.


Sementara Dea dan Jessica berlari mengambil tas yang sudah mereka siap kan jauh-jauh hari jika Jasmine akan melahirkan.


"Kalian di rumah saja bersama anak-anak"ucap Dea pada Dara dan Friska.


"Iya ma"ucap kedua nya bagaimana pun mereka tidak mungkin ikut karna anak-anak mereka tidak ada yang menemani di rumah.


"Cepat ma"ucap Samuel pada Dea dan Jessica karna mobil Aksa sudah lebih dulu pergi membawa Jasmine dan Erland.


"Ini juga sudah cepat"ucap Dea kesal masuk ke dalam bersama Jasmine dengan tas di tangan mereka masing-masing.


Sementara di mobil Aksa tak hanya Jasmine yang berteriak sakit tetapi juga Erland membuat Aksa ingin tertawa namun ia tahan.


"Sayangg jangan gigit tangan ku sakit"ucap Erland bagaimana tidak sakit Jasmine mengingit kuat tangan Erland hingga mengeluarkan darah.


"Sakit kau bilang tidak ada banding nya dengan yang aku rasakan"ucap Jasmine berteriak kesal pasa Erland membuat Erland diam karna memang benar apa Jasmine ucap kan.


"Sabar ya sebentar lagi kita sampai"ucap Erland mengelus kepala Jasmine yang sudah basah karna keringat.


"Daddy cepat sedikit"ucap Jasmine pada Aksa.


Aksa hanya diam dan fokus menyetir hingga akhir nya mereka sampai di rumah sakit milik Jasmine,Erland segera menggendong Jasmine masuk ke dalam dengan sigap para suster membawa brankar karna mereka sudah tahu jika Jasmine akan melahirkan dari Dara yang menelpon langsung ke rumah sakit saat mereka dalam perjalan maka dari itu semua nya sudah di siap kan sebelum mereka sampai.

__ADS_1


Mereka mendorong brankar tersebut ke ruang bersalin di mana dokter yang akan menangani Jasmine sudah siap membantu persalinan Jasmine.


Sampai di ruangan persalinan dengan sigap para dokter menangani Jasmine dan memeriksa nya sudah pembukaan berapa.


"Sebentar lagi nona masih pembukaan tujuh"ucap dokter tersebut.


"Bagaimana kalian mengatakan sebentar lagi istri ku kesakitan begini"bentak Erland tidak tahan melihat Jasmine kesakitan.


"Cepat lakukan sesuatu agar istri ku tidak kesakitan"ucap Erland dengan suara meninggi.


"Jangan berteriak mereka melakukan tugas mereka dengan baik"ucap Jasmine melihat Erland yang khawatir dan panik.


"Baik apa nya kau masih saja kesakitan"ucap Erland ingin menangis melihat perjuangan Jasmine yang ingin melahirkan anak-anak nya.


Ia jadi teringat bagaimana dulu Jasmine melahirkan sendiri saat ia tidak ada di samping Jasmine,istri nya kesakitan sendirian tanpa ada dia di samping nya.


"Maafkan aku jika dulu tidak ada di samping mu saat melahirkan anak-anak"ucap Erland akhir nya air mata mengalir deras sambil menggenggam tangan Jasmine.


"Itu bukan salah mu"ucap Jasmine mencoba tersenyum di sela-sela rasa sakit nya.


"Sudah saat nya nyonya"ucap dokter tersebut membuat Jasmine mengangguk mengerti.


Jasmine mengejan sekuat tenaga saat dokter tersebut mengangguk,tak lama terdengar suara tangisan bayi namun terdengar lemah membuat mereka khawatir dan dengan cepat dokter yang lain menangani nya.


"Anak ku kenapa"tanya Jasmine menatap bayi nya yang sedang di periksa.


"Kami akan memeriksa nya dulu nyonya"ucap dokter tersebut tanpa melihat ke arah Jasmine karna fokus pada bayi Jasmine.


"Bayi pertama perempuan nyonya"ucap dokter yang membantu Jasmine melahirkan membuat Jasmine tersenyum tipis.


Sepuluh menit kemudian ia merasa kesakitan lagi dan tak lama terdengar suara tangisan bayi yang kencang memenuhi ruangan tersebut.


"Terimakasih sayang"ucap Erland menciumi seluruh wajah Jasmine dengan perasaan haru dan bahagia.


"Kedua nya baby nya perempuan nyonya"ucap dokter tersebut memperlihat kan nya pada Jasmine dan Erland.


"Mata nya Biru"ucap Jasmine sedikit terkejut melihat bola mata putri bungsu nya.


"Iya tapi ia cantik sekali seperti my"ucap Erland menatap bayi nya yang masih menangis dengan lembut.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi putri pertama ku dok"tanya Jasmine khawatir.


"Masih di periksa nyonya"ucap dokter tersebut membuat Jasmine khawatir.


Sementara di luar mereka saling berpelukan mendengar suara tangisan bayi yang kencang dari dalam.


"Cucu kita telah lahir"ucap Dea memeluk Jessica.


"Kau benar bahkan tangisan nya begitu kencang"ucap Jessica terkekeh.


Di dalam ruangan dokter yang menangani Jasmine menyuruh Erland keluar dulu karna akan membersihkan Jasmine dengan berat hati Erland pun keluar.


"Mama"ucap Erland langsung memeluk Dea erat di sertai tangisan begitu lirih.


"Ada apa nak"ucap Dea khawatir.


"Maaf kan aku jika selama ini membuat mama sedih karna sifat dingin ku,,maaf kan Erland ma,,mama sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan Erland jika Erland tahu seperti itu perjuangan mama Erland pasti tidak akan pernah membuat mama sedih"ucap Erland membuat Dea tersenyum tipis dan mengelus pungggung putra yang ia lahirkan dengan perjungan nya.


"Mama sudah memaaf kan nya jauh sebelum kau meminta maaf,,pesan mama hanya satu jangan pernah menyakiti perasaan istri mu kau sudah lihat sendiri bagaimana pengorbanan nya melahir kan anak-anak mu"ucap Dea di angguki Erland dan melepaskan pelukan nya.


"Cucu mama laki-laki atau perempuan"tanya Dea.


"Kedua nya perempuan ma"ucap Erland membuat kedua wanita tersebut memekik kesenangan karna mempunyai cucu perempuan.


"Tapi ada yang aneh pada putri bunggu ku"ucap Erland.


"Aneh kenapa"tanya Samuel.


"Bukan kah kita tidak ada yang bermata biru putri bungsu ku bermata biru"ucap Erland membuat tubuh Aksa menegang.


"Bermata biru"ulang Aksa di angguki Erland.


"Dia mewarisi mata kakek buyut nya"ucap Aksa tersenyum cerah.


"Jadi mendiang papa mertua juga bermata biru"tanya Jessica di angguki Aksa.


"Semoga jika besar nanti ia seperti tuan besar"ucap Samuel yang mengenal ayah Aksa.


"Aku juga harap begitu"ucap Aksa dengan senyum tidak pernah luntur,cucu nya mewarisi mata biru ayah nya dan ia berharap kelak cucu nya akan seperti ayah nya juga.

__ADS_1


__ADS_2