
Gazella berdiri dari duduk nya untuk menenangkan diri nya entah kenapa saat nama itu di sebut ingatan nya akan muncul saat ia masih kecil dan itu membuat nya menjadi semakin sakit.
"Kemana nak"tanya Rose ikut berdiri.
"Ella cuma ke toilet ma"ucap Gazella berusaha lembut pada wanita tersebut.
"Cepat kembali acara nya masih belum siap"ucap Rose.
"Iya ma"ucap Gazella segera berjalan meninggalkan mereka semua,ia menuju toilet dan menyenderkan tubuh nya di dinding.
"Ingatan itu kenapa masih saja muncul"gumam Gazella memejam kan mata nya.
"Lupakan Gazella ingat sekarang sudah ada mama Rose dan papa Niel"ucap Gazella menatap diri nya di cermin.
Sepuluh menit ia berada di dalam toilet,Gazella segera meninggalkan toilet tersebut dan akan masuk ke dalam lagi namun tangan seseorang mencekal nya membuat Gazella berhenti.
"Anda mau apa"tanya Gazella datar pada pria tersebut.
"Aku merindukan mu"ucap pria tersebut memeluk Gazella erat.
"Lepas kan,,aku tidak mengenal mu"ucap Gazella.
"Ini aku Kevan"ucap Kevan membuat Gazella terdiam.
"Akhir nya kita bertemu lagi"ucap Kevan melepaskan pelukan nya dan menatap wajah cantik Gazella.
"Kau ternyata di sini kenapa kau tidak mengatakan jika ingin pindah sih"ucap Gazella kesal.
"Maaf saat itu aku tidak sempat memberi mu kabar karna kepindahan kami juga mendadak"ucap Kevan menggenggam kedua tangan Gazella.
"Ck lalu kenapa kau tidak memberi kabar pada ku dan Bella"ucap Gazella.
"Ponsel ku hilang tidak tahu kemana"ucap Kevan.
"Sudah lah kita masuk lagi mama ku akan mengomel jika aku terlalu lama di sini"ucap Gazella.
"Mana ponsel mu"tanya Kevan.
"Di dalam"ucap Gazella.
"Ayo masuk kalau begitu dan selamat ulang tahun"ucap Kevan tersenyum manis.
"Terimkasih tapi hadiah untuk ku mana"tanya Gazella.
"Nanti akan aku berikan"ucap Kevan.
Kevan menggenggam tangan Gazella masuk ke dalam membuat yang laih heboh terutama teman satu lokal Kevan begitu juga dengan Aurora yang melihat nya dari atas panggung.
__ADS_1
"Kenapa mereka menatap kita seperti itu sih"tanya Gazella.
"Tidak usah hiraukan anggap saja mereka tidak ada"ucap Kevan mendapat pukulan dari Gazella membuat Kevan terkekeh.
"Kau saja yang di anggap tidak ada"ucap Gazella ketus.
Gazella melepaskan tangan nya dari Kevan dan akan bergabung dengan keluarga nya namun Kevan tetap mengikuti Gazella dari belakang hingga kedua nya duduk.
"Pacar kamu sayang"ucap Niel menaik turun kan alis nya menggoda Gazella.
"Bukan pa tapi calon suami"ucap Gazella asal membuat pipi Kevan memerah mendengar ucapan Gazella.
"Papa setuju kalau begitu"ucap Niel membuat Gazella mengendus malas.
"Kek ini Kevan teman sekolah Queen dulu"ucap Gazella pada Aksa dan Samuel yang seperti meminta penjelasan.
"Oh nak Kevan ternyata di sini juga"ucap Aksa menepuk pundak Kevan palan.
"Iya kek kami pindah ke sini dulu"ucap Kevan ramah.
"Pantas saja kau tidak pernah ke rumah lagi "ucap Aksa.
"Kakek apa kabar"ucap Kevan.
"Seperti yang kau lihat kakek baik-baik saja"ucap Aksa.
"Untuk semua anggota keluarga dari pihak yang ulang tahun silahkan naik ke atas panggung kita akan segera memotong kue nya"ucap pembawa acara tersebut.
Setelah mereka semua berkumpul di depan,para tamu undangan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk memeriahkan acara tersebut sambil memotong kue.
"Kita mulai dari nona Aurora untuk memotong kue lebih dulu"ucap pembawa acara tersebut.
Aurora mengangguk segera memotong kue tersebut dan menaruh nya di atas piring kecil yang sudah di sediakan.
"Ok suapan pertama akan anda berikan pada siapa nona"tanya pembawa acara tersebut.
Aurora tersenyum tipis segera menyuapi Jasmine lebih dulu membuat yang lain bertepuk tangan,suapan kedua ia berikan pada Erland.
"Masih ada lagi nona"ucap pembawa acara tersebut melihat Aurora diam.
"Untuk kedua kakek ku"ucap Aurora menyuapi kedua nya bergantian.
Setelah selesai Aurora menaruh nya kembali di atas meja dan bergeser sedikit agar Gazella bisa dekat dengan kue tersebut.
"Sekarang giliran nona Gazella silahkan nona"ucap pembawa acara tersebut.
Gazella juga segera memotong kue tersebut dan tersenyum tipis melihat potongan kue di tangan nya,dulu kue pertama nya akan ia berikan pada Jessica namun sekarang sudah berganti.
__ADS_1
"Potongan kue pertama untung orang yang paling aku sayangi di dalam hidup ku"ucap Gazella menatap Aksa dan Samuel serta kakek Roy. Ia menyuapi ketiga nya satu persatu dan memeluk mereka bergantian.
"Potongan kue kedua ku akan aku berikan pada mereka yang selalu ada untuk ku saat aku sendirian,,Ella menyayangi mama dan papa"ucap Gazella menyuapi Rose dan Niel bergantian membuat kedua nya terharu dan memeluk Gazella bersamaan.
"Kami juga sangat menyayangi mu"ucap Rose dan Niel.
"Ella tahu"ucap Gazella mendapat jitakan dari Niel membuat Gazella terkekeh.
"Untuk potongan ketiga aku akan berikan pada keempat kakak ku yang paling aku sayangi walaupun mereka menyebalkan"ucap Gazella terkekeh mengatakan nya dan menyuapi mereka satu persatu.
"Masih ada lagi nona"tanya pembawa acara tersebut.
"Ada untuk yang ini aku berikan pada seseorang yang dari dulu menemani ku"uca0 Gazella berjalan ke arah Kevan dan menyuapi Kevan.
"Terimakasih"ucap Kevan mengelus kepala Gazella.
"Ck ini juga agar kau memberikan ku kado"ucap Gazella membuat Kevan mengacak rambut Gazella dengan gemas.
"Jadi kau hanya mengharap kan kado dari ku maka nya kau memberikan suapan itu"tanya Kevan dengan mata memicing.
"Nah itu tahu"ucap Gazella santai.
"Astaga kau memang tidak pernah berubah"ucap Kevan geleng kepala.
Sementara Aurora terdiam melihat kedua nya,Kevan yang ia tahu tidak pernah senyum dan banyak bicara serta tidak mau di dekati wanita lain kini hilang semua nya saat bersama Gazella begitu pun yang lain nya.
"Mama dan papa ada di sini juga mereka pasti akan senang melihat mu lagi"ucap Kevan.
"Dimana"tanya Gazella.
"Di sana"ucap Kevan menunjuk kedua orang tua nya yang juga melihat ke arah mereka.
"Aku ke sana dulu"ucap Gazella berjalan menuju ke arah orang tua Kevan di ikuti Kevan dari belakang.
"Selamat malam tante,om"ucap Gazella tersenyum manis.
"Gazella"ucap mama Kevan di angguki Gazella.
"Astaga sayang tante hampir tidak mengenal mu kau cantik sekali"ucap mama Kevan memeluk Gazella.
"Hehehe tante bisa saja"ucap Gazella.
"Kalian berdua terlihat cocok"ucap papa Kevan.
"Kami memang cocok dari dulu"ucap Kevan merangkul Gazella.
"Anda terlalu percaya diri tuan"ucap Gazella.
__ADS_1
"Kau tidak berubah masih sama saat kecil"ucap papa Kevan mengelus kepala Gazella.
"Berubah lah Om waktu kecil aku tidak tinggi sekarang sudah tinggi dan cantik"ucap Gazella membuat orang tua Kevan tertawa pelan sedangkan Kevan geleng kepala melihat Gazella masih sama suka mengerjai orang dengan kata-kata abstrud nya.