
Di negara lain..
"Tuan, saya sudah mendapatkan siapa dalang dari bangkrutnya perusahaan Anda Tuan." ujar seorang laki-laki berjas hitam pada laki-laki yang menyuruhnya untuk mencari tau siapa dalang dari bangkrutnya perusahaan Prayoga.
"Katakan." ucap laki-laki tua itu.
"Tuan Muda Aldebaran Tuan, dialah dalang di balik ini semua Tuan." ujar laki-laki itu.
"Tapi apa motifnya melakukan ini, setau saya perusahaan saya tidak ada membuat kesalahan pada perusahaannya." ujar Marsel.
Ya laki-laki itu adalah Marsel Prayoga, dirinya masih tidak terima atas kebangkrutan perusahaannya. Jadi Marsel menyuruh anak buahnya untuk mencari siapa dalang yang menyebabkan perusahaan yang dia rintis dari bawah bangkrut begitu saja.
"Saya kurang tau Tuan, informasi tentang Tuan Muda Aldebaran sangat sulit untuk di cari Tuan. Seperti ada yang menutup rapat informasi itu Tuan." ujar laki-laki itu.
" Dimana dia sekarang." tanya Marsel.
"Di Jakarta Tuan." jawab laki-laki itu lagi.
"Kau urus penerbangan ku ke Jakarta secepatnya, saya mau buat perhitungan dengannya. Berani sekali dia berbuat seperti ini kepadaku." ucap Marsel pada laki-laki itu.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ujar laki-laki itu dan langsung melangkah keluar ruangan.
Tanpa mereka sadari kalau ada orang yang mendengar percakapan mereka. Orang itu adalah anak buah yang di utus oleh Samuel untuk mengawasi gerak-gerik Marsel.
Tutt.tutt.tutt.
"Hallo."jawab Samuel.
"Ada yang ingin saya sampaikan Tuan." ujar Raga.
"Katakan." ucap Samuel.
"Tuan Marsel sudah tau siapa dalang dari bangkrutnya perusahaan Prayoga. Dan Tuan Marsel akan berangkat ke Jakarta dalam waktu dekat ini Tuan." ujar Raga.
"Baiklah, kau terus awasi keadaan di sana dan berikan aku informasi jika mereka akan melakukan pergerakan." ujar Samuel.
"Baik Tuan." jawab Raga.
"Aku percayakan semuanya disana padamu Raga, dan jangan pernah kau kecewakan aku. Kau paham Raga." ucap Samuel dengan penuh penegasan.
"Tuan tenang saja saya tidak akan pernah mengecewakan Tuan." jawab Raga tanpa rasa ragu sedikit pun.
"Baiklah, lakukan tugasmu dengan baik Raga. Kalau begitu saya tutup dulu, dan jangan sampai ada yang tau jika kau berada di pihak Tuan Al." ujar Samuel memperingati Raga.
"Baik Tuan saya akan usahakan mereka tidak akan tau siapa saya sebenarnya." jawab Raga.
"Saya tutup dulu, jaga dirimu baik-baik Raga." ujar Samuel.
"Baik Tuan" jawab Raga dan sambungan telfon pun terputus.
*Saya tidak akan pernah mengecewakan Anda Tuan Samuel, berkat Anda seluruh anggota keluarga saya selamat dari kekejaman Tuan Marsel. Jasa Anda tidak akan pernah saya lupakan Tuan Sam.* batin Raga.
Di Jakarta..
"Angga lo bisa ke kantor sekarang , ada yang ingin gue bahas sama lo." ujar Samuel saat telfonnya sudah di angkat oleh Angga.
"Oke gue ke sana, tunggu 10 menit lagi." jawab Angga karna Angga dapat melihat ada yang tidak beres dengan nada bicara Samuel.
"Baiklah." ujar Samuel dan langsung menutup telfonnya secara sepihak.
Angga langsung bersiap untuk menemui Samuel, rasa penasaran yang sangat besar sudah memenuhi otak Angga saat ini.
10 menit kemudian, Angga sudah sampai di depan gedung yang bertuliskan ALX Company.
Angga langsung memasuki perusahaan dan langsung menuju lift yang di khususkan untuk Presdir. Dan langsung memencet angka 48 dimana letak ruangan Al dan Samuel.
Setelah pintu lift terbuka, Angga langsung melangkah kakinya menuju ruangan Samuel. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Angga langsung masuk saja ke dalam ruangan Samuel. Samuel yang berada di dalam sangat terkejut dengan kedatangan Angga yang mendadak.
"Ehhh setan elu ketuk pintu dulu ngapa main masuk sembarangan aja lo." ujar Samuel.
"Ya elah elu kayak orang kaget aja." ucap Angga.
"Ehh kambing gue kaget beneran tau, untung jantung gue kuat kalau nggak bisa mati mendadak gue." ucap Samuel.
"Aa elah gitu aja kaget lu, cemen banget Lo jadi cowok." ujar Angga.
"Gue lagi males debat ama lu, gue nyuruh Lo kesini karna ada yang ingin gue sampein sama lu." ujar Samuel.
"Ada masalah apa." tanya Angga yang dapat melihat keseriusan dari raut wajah Samuel.
"Raga tadi ngabarin gue, katanya Tuan Marsel akan datang ke Jakarta karna dia sudah tau kalau dalang dari bangkrutnya perusahaan Prayoga itu karna ulah Al." ujar Samuel serius.
"Apa mereka tau Al anak siapa." tanya Angga.
"Mereka tidak tau, karna identitas Al di tutup oleh mafianya, sangat sulit bagi mereka mencari identitas Al kalau mereka tidak punya orang dalam." ucap Samuel.
"Baguslah, terus rencana lo selanjutnya apa." tanya Angga.
"Gue belum mikirin itu, karna Tuan Marsel belum melakukan pergerakan sama sekali." ujar Samuel.
__ADS_1
"Apa kita beri tahu Al tentang masalah ini." ucap Angga.
"Jangan sekarang, besok Al akan ke Mojokerto buat nemuin Paman dan Bibinya Bella. Gue nggak mau berantakan hari bahagia Al." ujar Samuel.
"Ngapain Al ketemu sama Paman dan Bibi Bella." tanya Angga.
"Al sudah melamar Bella tadi siang di rumah sakit, Al juga ngajakin kita untuk pergi bersama ke Mojokerto." ucap Samuel.
"Gue turut seneng dengarnya, semoga Al dapat ngerasain bahagia bersama Bella." ujar Angga.
"Besok Lo siap-siap kita berangkat pagi, kita juga harus jemput Mika sama Mila." ucap Samuel.
"Biar gue jemput Mika dan lo jemput Mila, biar nggak kelamaan. Apa mereka udah tau kalo kita bakalan jemput mereka." tanya Angga.
"Nanti biar gue kasih tau Bella dulu buat ngabarin mereka." ucap Samuel.
"Baiklah." ujar Angga.
Di rumah sakit keluarga Alexander..
"Sayang." panggil Al.
"Apa Al." ujar Bella.
"Jangan panggil Al lagi mulai sekarang dan seterusnya panggil aku sayang. Kau dan aku sebentar lagi akan menikah, masa kau terus memanggil namaku. Aku tidak suka, pokoknya kau harus memanggil aku dengan sebutan sayang, kau paham sayang." ucap Al.
"Aku tidak mau, aku sudah punya panggilan sayangku untukmu." ucap Bella.
"Apa." tanya Al.
"Hubby." ucap Bella malu-malu.
"Hubby, bagus juga. Baiklah kau boleh memanggilku dengan sebutan itu sayang." ujar Al
Tutt..tutt.tutt.
"Sayang sebentar ya, aku mau angkat telfon dari Samuel dulu." ucap Al dan Bella hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hallo." ucap Al.
"Tuan apa Nona muda sudah mengabari teman-temannya kalau besok kami yang akan menjemputnya." tanya Samuel.
"Sudah, kalian hanya perlu menjemputnya saja." jawab Al.
"Baiklah Tuan." ujar Samuel.
"Sam kau kenapa, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku." tanya Al karna dapat melihat perubahan suara Samuel.
"Baiklah, jika terjadi sesuatu cepat kau beri tau aku." ujar Al.
"Baik Tuan." ujar Samuel.
Al langsung memutuskan panggilan tersebut. Al yang merasa penasaran dengan perubahan Samuel menyuruh anak buahnya untuk mencari tau apa yang sudah terjadi.
"Hallo Tuan." ujar laki-laki itu.
"Kau cari tau apa yang terjadi sama Samuel." ujar Al.
"Baik Tuan." jawab Atlas.
Al langsung mematikan sambungan telfonnya.
*Apa yang sedang kau sembunyikan dariku Sam.* batin Al.
Atlas yang mendapat perintah dari Al langsung mencari tau apa yang terjadi pada Samuel. Sangat mudah untuk Atlas mencari itu semua. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Atlas langsung menghubungi Al lagi untuk memberi tau kan semuanya.
Tutt.tutt.tutt.
"Hallo Tuan." ucap Atlas.
"Apa kau sudah dapat."tanya Al.
"Sudah Tuan." jawab Atlas.
"Katakan." ujar Al.
"Samuel dapat informasi dari Raga kalau Tuan Marsel sudah tau siapa dalang di balik bangkrutnya perusahaan Prayoga Tuan. Samuel juga sudah memberi tau Angga tentang masalah ini. Tapi Mereka tidak mau memberi tau Tuan, karna mereka tidak ingin merusak hari bahagia Tuan. Dan Tuan Marsel juga belum melakukan pergerakan sama sekali. Dalam waktu dekat ini mungkin Tuan Marsel akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Tuan." ujar Atlas panjang lebar.
"Baiklah, terus pantau mereka semua terutama Marsel. Jangan sampai dia merusak hari bahagia saya." ujar Al.
"Baik Tuan." jawab Atlas.
Al pun mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.
*Kenapa masalah sebesar ini kau tidak memberi tau ku Sam, kenapa kau simpan sendiri." batin Al.
Keesokan harinya..
"Sayang." panggil Al.
__ADS_1
"Iya, ada apa." ucap Bella.
"Apa kau sudah siap." tanya Al.
"Sudah aku sudah siap, bagaimana penampilanku hari ini." tanya Bella.
Al langsung mengalihkan pandangannya pada Bella, Al sangat terpukau dengan penampilan Bella yang sangat cantik bak bidadari.
"Kau sangat cantik sayang." ujar Al tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Bella.
"Kita berangkat sekarang sayang." ujar Bella dan langsung menarik pergelangan tangan Al.
Al menurut saja jika sama Bella, Al tidak marah jika Bella menyentuhnya tanpa ijin. Al memang sudah di butakan oleh cintanya pada Bella.
"Yang lain pada kemana sayang, apa mereka tidak jadi pergi bersama kita." tanya Bella karna belum melihat Mila dan juga Mika.
"Sebentar lagi mereka sampai sayang." ujar Al yang tak mengalihkan pandangannya pada Bella.
Bella yang di tatap seperti itu jadi malu sendiri.
"Kenapa kau terus menatapku, apa penampilanku tidak bagus." tanya Bella.
"Tidak sayang, hanya saja kau sangat cantik hari ini. Aku makin cinta sama kamu Honey." ujar Al.
"Kau ini bisa saja, aku kan jadi malu sayang." ucap Bella yang malu di puji oleh calon suaminya.
Tak berapa masuklah 2 mobil Lamborghini Gallardo ke halaman rumah mewah Al.
"Apa itu mereka sayang." tanya Bella.
"Iya itu mereka sayang." jawab Al.
"Wah mobil mereka bagus banget." ucap Bella.
"Kau bisa memiliki mobil yang lebih bagus dari mereka, dan kau bisa pilih mana yang kau mau sayang." ujar Al.
"Memangnya boleh." ujar Bella.
"Tentu saja, ayo kau pilih sendiri mana mobil yang akan kau pakai untuk ke rumah Paman dan Bibi mu."ujar Al dan langsung mengandeng tangan Bella menuju garasi dimana mobil-mobil mewah Al terparkir rapi.
Bella terkejut dengan mobil yang terparkir di garasi Al, sangat banyak bahkan Bella sendiri tidak bisa menghitung berapa jumlah uang yang harus di keluarkan Al untuk membeli mobil mewah ini.
"Silahkan di pilih Tuan Putri." ujar Al.
"Aku tidak tau harus pilih yang mana Al, mobilnya bagus semua." ujar Bella dengan jujurnya.
"Apa perlu kita bawa semua mobilnya."tanya Al.
"Tidak perlu satu saja sudah cukup Al." ucap Bella.
"Baiklah, sekarang kau pilih mobil yang mana untuk kita pakai ke rumah Paman dan Bibi." tanya Al.
"Mobil yang itu saja, lebih simpel dan menarik." tunjuk Bella pada mobil Lamborghini berwarna putih.
"Baiklah Tuan Putri." ujar Al pada Bella.
Al langsung memasuki mobil itu dan melajukan nya ke arah Bella. Al keluar dari mobil dan membuka pintu sebelah kemudi untuk Bella.
"Silahkan masuk Tuan Putri." ucap Al.
"Terima kasih sayang." ujar Bella.
Setelah Bella masuk Al langsung berlari kecil dan masuk ke dalam mobil. Al mengambil alih kemudi karna Al ingin menghabiskan waktu berdua dengan Bella tanpa ada yang menganggu.
Al langsung menjalankan mobilnya keluar dari garasi mobil mewahnya.
"Kita berangkat sekarang." ujar Al pada Samuel dan Angga saat sudah berada di hadapan mereka.
"Baik Tuan." jawab mereka berdua.
Al dan Bella keluar dari rumah mewah Al, di susul oleh Samuel dan terakhir Angga. Mobil-mobil mewah mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju tempat tinggal Bella di Mojokerto.
Di dalam mobil Samuel dan Angga tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Mereka masih terlalu canggung untuk sekedar berbicara. Lain hal nya dengan mobil yang di kendarai oleh Al dan Bella. Bella terus saja berbicara tanpa berhenti sedikitpun, Bella tidak percaya kalau dirinya bisa menaiki mobil mewah ini.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir Bella dan Al sudah sampai di depan rumah Paman dan Bibinya Bella.
"Sayang apa ini benar rumah pamanmu." tanya Al yang melihat rumah yang tak layak di huni lagi.
"Iya ini rumah Pamanku, kenapa apa kau malu mempunyai mertua yang miskin."ucap Bella.
"Tidak begitu sayang, aku hanya prihatin dengan paman kamu. Nanti kalau kita sudah menikah aku akan belikan Paman kamu rumah yang mewah untuk di tinggali Paman kamu sayang." ujar Al.
"Terima kasih karna sudah mau menerimaku menjadi istrimu, padahal sangat banyak gadis di luar sana yang lebih segalanya dari aku. Kau lihat rumah pamanku saja seperti itu, untuk makan saja pamanku harus bekerja keras dulu untuk mendapatkan uang." ucap Bella.
"Itu tidak akan terjadi lagi, setelah kita menikah pamanmu tidak akan bekerja lagi. Aku akan memenuhi segala kebutuhan pamanmu, karna dia orang yang sudah merawat calon istriku dengan penuh kasih sayang." ucap Al.
"Terima kasih Al." ucap Bella untuk yang kesekian kalinya.
"Tidak ada kata terima kasih sayang karna kau wanita yang aku cintai, aku akan melakukan apapun asal kau bahagia. Sekarang kita turun dan temui pamanmu, dia pasti sangat dirimu sayang." ujar Al.
__ADS_1
"Baiklah, ayo turun." ucap Bella dan langsung membuka pintu mobilnya begitu juga dengan Al.
Samuel dan Angga yang melihat Al keluar, mereka berdua juga keluar begitu juga dengan Mila dan Mika.