MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 436


__ADS_3

Siang hari nya Kris berjalan malas di belakang Jessica karna akan menemani Jessica seharian ini dan bertambah malas lagi Jessica memaksa nya memakai gaun santai yang tidak pernah ia pakai walaupun di lemari nya banyak ia lebih suka memakai baju kaos biasa di padukan dengan celana.


"Cucu ku cantik sekali sih jika berpakain begini terus dia terlihat seperti perempan"ucap Aksa membuat Kris memutar bola mata nya malas.


"Jika kakek ingin mengatakan ku seperti lelaki katakan saja tidak usah di sindir segala"ucap Kris ketus membuat Aksa tertawa.


"Tertawa tross sampai gigi kakek copot satu persatu"tambah Kris berjalan keluar rumah dengan kesal membuat tawa Aksa semakin kencang berhasil membuat Kris kesal pada nya, Sedangkan Jessica geleng kepala melihat kelakuan cucu perempuan nya dan suami nya yang kadang selalu berdebat dan mengusili satu sama lain dan kadang mereka akur dan tak terpisah kan seperti perangko.


"Kau suka sekali membuat nya kesal"ucap Jessica membuat Aksa menghentikan tawa nya.


"Wajah nya lucu jika kesal begitu"ucap Aksa terkekeh.


"Kami pergi dulu"pamit Jessica mencium tangan Aksa.


"Hati-hati dan jangan ngebut"ucap Aksa mencium kening Jessica.


"Iyaa"ucap Jessica berjalan keluar rumah dan menghampiri Kris yang bersandar di mobil.


Kedua nya masuk ke dalam mobil milik Jessica dan melucuncur meninggalkan kediaman mewah Aksa membelah jalanan.


"Nek apa kita ke rumah teman nenek"tanya Kris karna pernah sekali ikut bersama Jessica arisan di rumah teman Jessica dan dari situ ia tidak pernah ingin pergi lagi karna bosan.


"Tidak kita akan ke restoran dekat mall nenek dan yang lain nya janjian di sana"ucap Jessica.


"Wahh sambil makan-makan dong nek"ucap Kris menaik turun kan alis nya.


"Makan terus yang ada di kepala mu"ucap Jessica menyentil pelan kening Kris membuat Kris cengengesan tak jelas.


Lima belas menit di jalanan akhir nya mereka sampai di tempat yang di tuju,kedua nya turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam saling bergandeng tangan.


"Nah itu mereka"ucap Jessica menarik pelan tangan Kris menuju teman-teman nya.


"Cucu cantik mu ikut"ucap salah satu dari teman Jessica menatap Kris dengan senyuman.


"Iyaa mumpung libur dan dia di tidak ada kegiatan"ucap Jessica duduk begitu pun dengan Kris.

__ADS_1


Tidak ada kegiatan apa nya jika saja aku tidak membuat nenek kesal aku pasti tidak akan ikut dan lebih memilih di rumah latihan,batin Kris.


"Kris tambah cantik"ucap teman Jessica lain nya membuat Jessica tertawa pelan.


"Terimakasih nek"ucap Kris tersenyum tipis.


Mereka pun memulai acara arisan mereka sambil bercerita satu sama lain membuat Kris bosan dan hanya menjadi pendengar saja.


Membosan kan sekali sih,,apa mereka tidak bosan begini terus dan banyak bicara,batin Kris menatap satu-persatu nenek-nenek sosialita yang masih terlihat muda di usia nya.


Dea juga biasa nya ikut namun kali tidak karna Dea sedang berada di rumah Friska bersama Samuel liburan dan juga karna mereka rindu dengan cucu mereka yang di sana.


"Nek Kris mau ke toilet"ucap Kris pada Jessica membuat Jessica menoleh.


"Ayo nenek temani"ucap Jessica berdiri.


"Tidak usah nek Kris bisa sendiri dimana toilet nya"tanya Kris.


"Di sana"ucap Jessica menunjuk jalan arah ke toilet.


"Benar bisa sendiri"tanya Jessica.


"Seperti dia sudah besar saja"gerutu Jessica membuat teman-teman nya terkekeh.


Kris yang memang sudah kebelet berlari ke kamar mandi setelah selesai keluar dari sana namun langkah nya terhenti melihat Erland,Jasmine dan Aurora masuk ke restoran juga.


Jangan menangis Kris,kau kuat jangan menangis,batin Kris melihat mereka dengan mata berkaca-kaca.


Setelah mereka masuk dan duduk di meja tak jauh dari tempat Jessica dan teman nya berada Kris berlari keluar restoran karna tidak tahan melihat mereka begitu bahagia tanpa ada diri nya di sana.


Ia berhenti di taman kecil tepat di samping restoran tersebut,air mata yang tadi nya ia tahan agar tidak keluar akhir nya keluar juga.


"Apa salah ku kenapa mereka tidak menyayangi ku dan lebih menyayangi kak Rora aku juga putri mereka"ucap Kris menangis pelan.


Sedangkan di dalam restoran Jessica menatap ke arah toilet karna Kris belum juga datang membuat nya gelisah.

__ADS_1


"Aku ke toilet dulu melihat Kris"ucap Jessica ingin berdiri namun manik mata nya melihat Jasmine dan yang lain nya duduk di sana.


"Aku pulang duluan"ucap Jessica khawatir pada Kris,ia segera mengambil tas nya dan berlari kecil menuju toilet tak menemukan Kris di sana ia khawatir dan keluar dari dalam restoran.


"Kamu kemana Kris"gumam Jessica pelan.


"Pak apa bapak melihat anak kecil perempuan keluar dari dalam,ia memakai gaun berwarna biru"tanya Jessica bertanya pada satpam.


"Ada nya seperti nya ia menangis dan berlari ke arah taman samping"ucap satpam tersebut membuat Jessica terdiam.


Ia melihat mereka,batin Jessica.


"Terimakasih"ucap Jessica segera melangkah ke taman dekat restoran tersebut hingga mata nya menatap Kris yang sedang berjongkok dan menunduk kan kepala nya ke bawah dengan bahu bergetar.


"Sayangg"panggil Jessica mengusap pelan rambut Kris membuat Kris mendongak.


"Nenek"ucap Kris memeluk Jessica erat dengan tangisan yang tadi nya sudah berhenti keluar kembali.


"Kita pulang yah"ucap Jessica tidak tahan lagi,jika ia tidak membawa Kris pulang emosi nya akan keluar melihat Jasmine yang lain nya di dalam.


Tanpa menunggu jawaban dari Kris yang memangis di pelukan nya ia segera mengangkat tubuh Kris menuju parkiran dan membawa nya masuk ke dalam,Mobil mewah milik nya meluncur meninggal kan restoran menuju rumah.


Sepanjang jalan Kris hanya diam saja namun air mata nya masih mengalir membuat hati nya sakit melihat cucu perempuan kecil nya seperti itu.


Sampai di rumah Kris turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam dengan tatapan kosong,Aksa yang melihat hal itu memanggil Kris.


"Queeen"panggil Aksa namun tidak ada jawaban karna Kris terus berjalan hingga masuk ke dalam kamar nya.


"Dimana Queen"tanya Jessica pada Aksa yang berdiri tak jauh dari nya.


"Ada apa dengan nya"tanya Aksa pada Jessica yang masih terlihat khawatir.


"Kita pindah dari sini dan membawa Queen jauh dari mereka"ucap Jessica tanpa menjawan ucapan Aksa yang masih emosi.


"Apa yang terjadi sebenar nya"ucap Aksa.

__ADS_1


"Mereka sudah keterlaluan Queen sudah hampir satu bulan di sini apakah mereka pernah menjenguk nya sekali saja tidak pernah kan,aku tahu jika Rora menjadi prioritas utaman mereka karna penyakit nya namun mereka harus nya sadar jika masih putri kecil mereka yang membutuh kan mereka,aku ingin memberikan mereka pelajaran agar mereka menyesal"ucap Jessica mengepal kan tangan nya.


"Queen menangis sendirian di taman samping restoran yang kami datangi tadi mungkin ia melihat Erland,Jessica dan Rora di dalam sana juga"tambah Jessica membuat Aksa terdiam mendengar nya ingin sekali ia mengutuk putri dan menantu nya tersebut.


__ADS_2