
Sementara di kamar Erland terbangun dari tidur nya meraba di samping nya namun sudah kosong,mata nya langsung terbuka sempurna segera beranjak dari atas ranjang.
"Sayang"panggil Erland namun tak ada sahutan ia pun segera berlari keluar kamar ke lantai bawah.
"Jasmine di mana"tanya Erland pada pelayan yang baru saja lewat.
"Nona ada di taman belakang tuan"ucap nya dengan sopan.
Erland segera bergegas ke taman belakang melihat Jasmine duduk santai di atas rumput sambil menikmati stroberi di tangan nya,tak jauh dari Jasmine kepala pelayan berdiri tegap.
"Sayang kenapa duduk di situ dan ini masih pagi kau sudah memakan ini"ucap Erland menghampiri Jasmine.
"Baru datang sudah mengomel tak jelas begitu"gerutu Jasmine.
"Aku hanya tidak mau kau kenapa-napa dengan anak kita"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
"Tapi aku suka duduk si sini"ucap Jasmine.
"Baik lah tapi hanya sebentar saja"ucap Erland ikut duduk di samping Jasmine.
__ADS_1
"Kau tidak bekerja"tanya Jasmine menatap Erland dengan muka mengembung karna stroberi di mulut nya membuat Erland gemas sendiri,ia langsung mencubit kedua pipi Jasmine hingga memerah.
"Kenapa kau malah mencubit ku sih"kesal Jasmine.
"Hehehe maaf sayang"ucap Erland mengelus pipi Jasmine yang memerah.
"Aku tidak akan kemana-mana,hari ini aku full menemani mu di rumah"ucap Erland membuat mata Jasmine berbinar senang.
"Benar kah"ucap Jasmine di angguki Erland.
"Ayo bersiap kita ke rumah sakit"ajak Erland.
Kedua nya segera ke lantai atas untuk bersiap-siap ke rumah sakit,satu jam kemudian kedua nya turun dengan pakaian yang sudah rapi.
"Kita sarapan dulu baru pergi"ucap Erland di angguki Jasmine karna ia juga sudah lapar.
Kedua nya segera menyanyap makanan yang sudah berada di atas meja,selesai mereka segera keluar dari rumah masuk ke dalam mobil mewah milik Erland.
Erland pun melajukan mobil nya menuju rumah sakit terbesar di kota tersebut,sampai di sana kedua nya langsung turun dan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Silahkan tuan dan nona"ucap dokter menyambut ke datangan kedua nya.
"Iya"ucap Jasmine tersenyum ramah.
Dokter tersebut menyuruh Jasmine untuk berbaring di atas brankar,lalu menaikan ke atas baju yang di kenakan Jasmine dan mengolesinya dengan gel di rasa sudah cukup ia pun segera meletakkan kursor di atas perut Jasmine dan menggerak kan tangan nya untuk memastikan kehamilan Jasmine.
"Benar tuan nona sedang hamil dan usia kandungan nya masih sangat muda baru berusia sekitar dua minggu jadi mohon untuk di jaga dengan baik karna kehamilan nona masih rentan keguguran"ucap dokter tersebut.
"Dan selamat nona hamil kembar tiga"sambung nya membuat mata Jasmine dan Erland terbelalak kaget.
"Kembar tiga dok"ucap kedua nya serempak.
"Benar"ucap dokter tersebut tersenyum.
Kau hebat sekali Erland sekali hamil kau bisa membuat nya kembar tiga,batin Erland memuji diri nya sendiri.
Setelah selesai memeriksa dan mendengarkan penjelasan dokter tersebut kedua nya segera keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil.
"Untuk sekarang kau akan kuliah di rumah dan aku yang akan menjaga kalian langsung,aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian"putus Erland tidak ingin terjadi apa pun kepada Jasmine apalagi Jasmine sekarang mengandung kembar menjadikan nya semakin posesif. Jasmine sendiri mengangguk karna ia tahu hamil muda pasti akan rentan keguguran lebih baik ia kuliah di rumah agar kandungan nya baik-baik saja.
__ADS_1