MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 538


__ADS_3

Angkasa yang berada di ruang tamu keluarga Amara merasa gugup sendiri pertama kali nya dekat dengan seorang wanita dan menjemput nya ke rumah membuat nya berkeringat dingin.


Kenapa gugup begini sih melebihi sidang skiripsi dulu,santai Angkasa jika kau gugup begini image mu bisa hancur sebagai dosen di kampus,batin Angkasa menenangkan diri nya.


Saat mendengar langkah kaki mendekat Angkasa menoleh ke asal suara dan melihat Amara yang datang begitu cantik dan berbeda dari biasa nya bersama wanita yang terlihat masih muda juga menghampiri nya.


"Wah jadi ini pria yang ingin mengajak putri tente keluar"ucap mama Amara menatap Angkasa.


"Iya tante,perkenalkan nama saya Angkasa"ucap Angkasa sopan sambil menyalami tangan mama Amara.


"Pantas saja putri mama ini luluh orang tampan begini sopan lagi"ucap mama Amara membuat kedua nya salah tingkah.


"Mama apaan sih bikin malu saja tau gak"ucap Amara.


"Ya sudah sana kalian pergi keburu malam"ucap mama Amara pada kedua nya.


"Terimakasih tente telah mengizinkan saya membawa Amara keluar"ucap Angkasa di balas senyum tipis oleh mama Amara.


"Jaga putri tante dengan baik dan jangan pulang terlalu malam"ucap mama Amara pada Angkasa.


"Iya tante kami permisi dulu"ucap Angkasa di angguki mamam Amara.

__ADS_1


"Ma aku keluar dulu sebentar"pamit Amara sebelum pergi.


"Hati-hati"ucap mama Amara.


"Iya ma"ucap Amara keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil Angkasa.


Angkasa pun melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah Amara yang cukup luas tersebut menuju jalan raya di mana ia akan membawa Amara berkencan.


"Kita mau kemana pak"tanya Amara sedikit gugup.


"Jika berdua begini jangan panggil pak serasa aku tua banget kedengaran nya"ucap Angkasa.


"Terserah saja yang penting jangan pak"ucap Angkasa.


"Kakak saja bagaimana"tanya Amara.


"Tidak buruk juga"ucap Angkasa.


"Lalu kita mau kemana sekarang"tanya Amara.


"Ke suatu tempat"ucap Angkasa.

__ADS_1


Hampir tiga puluh menit mereka sampai di restoran mewah, Angkasa memarkirkan mobil nya lalu keluar dari dalam mobil membuk pintu untuk Amara.


"Silahkan tuan putri"ucap Angkasa membuat pipi memerah malu.


Ia pun berjalan cepat masuk ke dalam di ikuti Angkasa dari belakang yang terkekeh pelan melihat kelakuan Amara yang malu.


"Kita ke lantai atas aku sudah memesan tempat untuk kita di sana"ucap Angkasa di angguki oleh Amara yang sekarang malah terbalik mengikuti Angkasa dari belakang.


"Jalan di samping ku kenapa malah di belakang"ucap Angkasa lagi.


"Ehh gak papa kak"ucap Amara.


Sesampai nya mereka di lantai atas sudah di hias sedemikan rupa dan hanya ada satu meja di sana, Angkasa menarik kursi untuk Amara duduk lalu ia ikut duduk di kursi satu lagi setelah Amara duduk.


"Kenapa hanya kita berdua saja di sini kak"tanya Amara.


"Aku sudah memesan lantai atas ini khusus untuk kita saja malam ini"ucap Angkasa.


"Bukan kah itu terlalu berlebihan kak"tanya Amara.


"Gak masalah dan ada yang ingin aku katakan pada mu tapi aku harap kau tidak akan marah nanti nya atau menjauhi ku setelah aku mengatakan nya"ucap Angkasa dengan serius membuat Amara terdiam dengan perasaan tak karuan,jantung nya bahkan berdetak kencang,ia memang gadis tomboy dan cuek pada sekitar namun ia bukan gadis polos yang tidak mengerti dengan apa yang akan Angkasa katakan.

__ADS_1


__ADS_2