
Bintang yang masih berada di ruangan nya sendirian di kejutkan dengan kedatangan Angkasa yang tiba-tiba masuk tanpa permisi dan duduk di sofa ruangan nya.
"Kau masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu"ucap Bintang ketus namun sama sekali tidak di hiraukan oleh Angkasa yang malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
"Ada apa dengan mu kau sudah mulai gila"tanya Bintang.
"Aku rasa aku memiliki riwayat penyakit jantung"ucap Angkasa membuat kening Bintang mengerut bingung.
"Di keluarga kita tidak ada yang memiliki penyakit jantung kenapa kau bicara seperti itu"tanya Bintang.
"Kau tahu tadi aku tidak sengaja menabrak seorang gadis cantik dan membuat jantung ku berdetak tak karuan"ucap Angkasa.
"Jika bukan penyakit jantung apa lagi nama nya selama ini aku tidak pernah merasakan nya"ucap Angkasa lagi.
"Itu nama kau jatuh cinta bodoh"ucap Bintang.
"Tidak mungkin bagaimana bisa aku jatuh cinta pada nya hanya sekali melihat nya"sangkal Angkasa.
"Ck jatuh cinta pada pandangan pertama"ucap Bintang.
__ADS_1
"Kenapa kau mengetahui nya padahal selama ini kau tidak pernah dekat dengan wanita mana pun"ucap Angkasa penuh selidik.
"Cih tanyakan saja pada angin yang berhembus"ucap Bintang keluar dari ruangan nya karna ia pusing sendiri melihat Angkasa yang tidak mengerti sama sekali,apa guna nya ia mempunyai ponsel mencari tahu sendiri jawaban nya pikir Bintang.
"Punya saudara segitu nya,,apa benar aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis itu tetapi bagaimana bisa"gumam Angkasa menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Ia segera keluar dari ruangan Bintang untuk membantu Bintang yang seperti nya pelanggan semakin banyak sementara pelayan yang bekerja masih sedikit.
"Perlu bantuan ku"tanya Angkasa pada Bintang.
"Sangat perlu bantu aku melayani pelanggan yang datang"ucap Bintang sibuk menyiapkan minuman dan makanan pesanan pelanggan.
"Mau pesan apa nona-nona"tanya Angkasa pada meja di sudut.
"Eh pak Angkasa"tanya Serly membuat Angkasa melihat kedua nya karna tadi ia sibuk melihat buku di tangan nya ingin mencatat pesanan pelanggan nya.
"Ohh kalian"ucap Angkasa menatap Serly dan Amara bergantian.
"Bapak bekerja di sini juga"tanya Serly antusias.
__ADS_1
"Hanya membantu cafe ini milik saudara ku"ucap Angkasa.
"Jadi kalian ingin memesan apa"tanya Angkasa karna jantung nya kembali dag dig dug melihat Amara.
"Pasta dan jus mangga saja pak"ucap Serly melihat menu yang tertera di sana.
"sama kan saja pak"ucap Amara karna Angkasa melihat ke arah nya.
"Tunggu sebentar"ucap Angkasa segera meninggalkan kedua nya dan memberikan kertas pesananan mereka pada Bintang.
"Kenapa dengan wajah mu"tanya Bintang melirik sekilas Angkasa yang wajah nya sedikit berubah.
"Tidak ada"ucap Angkasa.
"Seperti nya kau harus menambah bangunan cefe ini agar pelanggan mu bisa bertambah banyak karna cefe sudah terlihat kecil melihat pelanggan mu yang terus berdatangan"ucap Angkasa membantu Bintang.
"Aku juga berpikir seperti itu nanti aku akan buat tempat di tanah kosong itu sebagai tambahan nya"ucap Bintang.
"Bagaimana kalau aku mendesain tempat yang ingin kau buat sesuai selera remaja kini apalagi lokasi nya dengan kampus cukup dekat akan menjadi daya tarik mereka nanti nya"ucap Angkasa.
__ADS_1
"Lakukan saja nanti aku akan melihat hasil nya"ucap Bintang di angguki Angkasa,soal mendesain Angkasa memang jago nya karna dulu ia suka menggambar dan hasil nya memuaskan namun ia tidak mendalami nya karna itu hanya sekedar hobi untuk nya.