MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 129


__ADS_3

Samuel dan Dea menghabis kan wakru berdua seperti pasangan kekasih,terakhir mereka berdua makan malam romantis yang telah di siap kan Samuel sebelum mereka pulang ke rumah.


Di dalam kamar mewah dan luas seorang wanita cantik terbangun dari tidur nya dan duduk bersandar di tempat tidur.


"Sayang sudah bangun"ucap Aksa yang duduk di sofa sambil memangku laptop nya.


"Iyaa"ucap Jessica pelan.


"Ada apa lagi"ucap Aksa mendekati Jessica.


"Kau tidak membunuh kak Karin kan"tanya Jessica karna ia tahu Aksa adalah seorang mafia jadi tidak segan bagi nya membunuh orang.


"Aku tidak membunuh nya hanya memberi nya sedikit pelajaran agar ia tidak melakukan hal itu lagi"ucap Aksa mengelus kepala Jessica.


"Terimakasih,apa kau sudah melepaskan nya"tanya Jessica.


"Belum biar kan saja dia di sana dulu besok aku akan melepaskan nya"ucap Aksa.


"Mereka masih membenci ku sama seperti dulu,tak ada harapan lagi untuk ku mendapatkan kasih sayang mereka"ucap Jessica meneteskan air mata nya.


"Jangan pikir kan itu sekarang kau sudah mempunyai aku yang sangat mencintai mu lebih dari apa pun dan sebentar lagi kita juga akan memiliki mereka"ucap Aksa.


"Aku tau cuma kalian sekarang yang ada di hidup ku yang akan menyayangi ku selama nya"ucap Jessica memeluk Aksa.


"Sudah ya jangan menangis lagi"ucap Aksa mengelus punggung Jessica yang berada di pelukan nya.


"Boleh aku bertanya"tanya Jessica setelah melepaskan pelukan nya.


"Tanyakan saja"ucap Aksa.


"Apa kau sudah tau di mana mereka tinggal,aku hanya ingin melihat mereka sekali saja dan aku ingin tau bagaimana reaksi mereka setelah melihat ku jika mereka masih sama seperti dulu aku tidak aka mengharapkan kasih sayang mereka lagi dan tidak akan menemui mereka lagi"ucap Jessica menatap Aksa.

__ADS_1


"Aku sudah tau mereka di mana"ucap Aksa.


"Kalau begitu aku ingin ke sana"ucap Jessica.


"Aku akan menemani mu ke sana aku takut mereka akan menyakiti kalian"ucap Aksa.


"Baik lah"ucap Jessica menyetujui nya.


Mereka berdua segera mengganti baju setelah selesai kedua nya turun ke bawah untuk pergi namun sebelum pergi Aksa memanggil bawahan nya peremuan untuk menjaga Jessica.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil dan supir melajukan mobil tersebut menuju tempat tinggal orang tua Jessica,setelah sampai Jessica menatap rumah tersebut terlebih dahulu sebelum ke sana.


"Jangan takut aku akan melihat dari sini dulu dia akan menemani mu ke sana agar ada yang menjaga mu"ucap Aksa menggengam tangan Jessica.


Jessica mengangguk dan segera keluar dari mobil bersama bawahan Aksa,kedua nya berjalan ke rumah orang tua Jessica.


Apa pun yang mereka katakan nanti kuat kan hati mu Jessica,jika mereka tidak mengingin kan mu setidak nya kau tidak akan berharap lagi dan sudah Aksa yang akan selalu bersama mu serta kedua anak mu,batin Jessica.


Setelah sampai di depan rumah tersebut tangan Jessica berkeringat dingin,ia mencoba mengetuk pintu dan menunggu mereka membuka nya.


"Ma apa kabar"ucap Jessica.


"Pergi kau dari sini anak sialan jangan pernah datang ke sini lagi"teriak Wina menatap tajam Jessica.


"Ada apa ma"ucap Bayu yang mendengar teriakan Wina.


"Lihat pa anak sialan ini sudah berani menampak kan wajah nya di depan kita"ucap Wina.


"Pergi kau dari sini jangan pernah datang lagi ke sini aku tidak pernah mempunyai anak seperti mu,kau hanya membuat keluarga kami sial saja dari dulu sampai sekarang,jangan penah datang ke sini lagi"ucap Bayu menatap Jessica.


"Kenapa kalian begitu membenci ku dari dulu sampai sekarang,apa salah ku pada kalian"ucap Jessica dengan air mata yang sudah menetes.

__ADS_1


"Kau mau apa ke salahan mu kau sudah membunuh putra ku satu-satu nya,kau juga membuat putri ku harus menderita semua itu karna kau,kau memang anak pembawa sial di keluarga ini aku menyesal telah melahirkan mu ke dunia ini,aku menyesal kenapa saat kau dulu membunuh putra ku aku tidak membunuh mu aturan dari dulu aku membunuh mu agar kau tidak membawa sial di keluarga kami lagi"teriak Wina.


Jessica hampir jatuh ke lantai jika saja anak buah Aksa tidak menangkap nya,air mata nya terus saja berjatuhan mendengarkan ucapan mama dan papa nya sendiri.


"Jangan pernah datang ke sini lagi kami sudah menganggap mu mati"ucap Bayu.


Aksa yang melihat Jessica segera berlari keluar dari mobil nya dan memeluk Jessica erat,ia menatap Bayu dan Wina bergantian.


"Kalian tenang saja aku tidak akan pernah membiarkan istri ku bertemu dengan kalian lagi,tapi ingat satu hal jika kalian mencoba menyakiti istri ku maka kalian akan rasakan sendiri akibat nya dari ku sekali saja aku tau istri ku meneteskan air mata nya karna kalian maka bersiap lah kalian tidak akan pernah melihat dunia ini lagi"ucap Aksa dingin.


"Tuan Aksa bukan seperti itu maksut kami"ucap Bayu terbata apa lagi saat mendengar kan kata istri keluar dari mulut Aksa.


"Kau ingin mengatakan jika yang kalian katakan itu tidak benar karna tau aku suami Jessica maka dari itu kalian akan pura-pura baik pada nya,cih dasar manusia tidak tau malu"ucap Aksa menatap kedua nya.


"Aku sudah mendengarkan apa yang aku ingin aku tau kita pulang saja"ucap Jessica dengan suara bergetar.


"Iya sayang kita akan pulang,jangan terlalu di pikir kan aku tidak mau kau sakit dan anak kita"ucap Aksa lembut.


Jessica mengangguk kan kepala nya,Aksa segera menggendong Jessica sebelum melangkah ia menatap kedua orang tua Jessica yang sudah pucat pasi.


"Tak akan aku biar kan kalian mendekati istri ku,jika kalian sudah menganggap istri ku mati maka aku juga menanggap kalian sudah mati,kalian bukan orang tua bagi istri ku lagi setelah kalian mengatakan semua itu,ingat yang aku ucap kan tadi aku tidak pernah main-main akan ucapan ku"ucap Aksa dingin dan melangkah kan kaki nya ke mobil. Setelah mereka masuk supir melajukan mobil tersebut kembali ke mansion.


Sementara Bayu dan Wina yang masih tak percaya apa yang mereka dengar dan lihat berdiri mematung di depan pintu.


"Pa dia menikah dengan tuan Aksa dan sebentar lagi akan mempunyai anak"ucap Wina.


"Mama benar jika saja aku tau tadi aku tidak akan mengatakan hal itu karna mempunyai menantu seperti tuan Aksa hidup kita pasti akan seperti dulu lagi"ucap Bayu.


"Papa benar,tapi sekarang kita tidak bisa berbuat apa pun lagi"ucap Wina mengingat perkataan Aksa.


Bayu hanya diam mendengarkan ucapan istri nya dan masuk kembali ke dalam.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa vote,like dan komen nya kk😄


__ADS_2