MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#3


__ADS_3

Sudah delapan bulan lamanya Bella bekerja di perusahaan Alx Company. Bahkan hubungan Bella dengan Al semakin dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama layak seperti orang berpacaran.


"Pagi Bell." sapa Al.


"Pagi juga Al, tumben sekali kau datang lebih pagi dari biasanya. Apa kau masih ada pekerjaan yang belum kau selesaikan." tanya Bella.


"Tidak aku memang sengaja datang lebih pagi supaya bisa bertemu denganmu." ujar Al tanpa ragu.


"Apa kau tidak takut jika nanti kekasihmu marah padamu karna kau bertemu denganku." tanya Bella yang entah mengapa hatinya merasa sesak saat mengatakan itu.


"Kau tidak perlu cemas kita hanya berteman saja jadi tidak akan ada yang marah padamu." ujar Al yang ingin memancing bagaiman raut wajah Bella kalau dirinya hanya menganggap Bella hanya sebagai teman.


*Bella ada apa dengan hatimu, kenapa rasa sesak sekali mendengar dia hanya menganggap mu sebagai teman. Apa aku jatuh cinta padanya, tapi kenapa harus dia orang yang sudah memiliki kekasih. Aku tidak mau di sebut sebagai perusak hubungan orang lain. Apa aku harus memendam rasa ini sendiri. Apa aku sanggup melakukannya, aku akan selalu bertemu dengannya disini tapi entah kenapa hati ini tidak ingin jauh dari dirinya. Tapi aku akan berusaha untuk menghapus rasa ini padanya, melihat dia bahagia dengan pilihannya sendiri itu sudah cukup bagiku. Mulai sekarang aku harus menjauh darinya, kalau tidak rasa ini tidak akan bisa ku kendalikan.* batin Bella.


Al yang melihat raut kecewa di wajah Bella menjadi ingin menjahili Bella lagi.


"I..iya kita hanya teman." ucap Bella dengan raut wajah kecewa, karna Al hanya menganggapnya sebatas teman saja tidak lebih.


*Kau sangat mengemaskan kalau seperti ini kucing kecil.* batin Al.


"Maaf Al aku harus melanjutkan pekerjaanku, semoga kita bisa bertemu lagi nanti."ujar Bella yang langsung meninggalkan Al sendirian di sana. Bella tidak sanggup lagi kalau harus berada di sana lebih lama, jika dia masih ada di sana mungkin rasa di hatinya untuk Al tidak akan bisa terhapus karna selalu memandang wajah tampan pria yang di cintainya itu.


Al yang melihat Bella pergi entah mengapa firasat hatinya tidak nyaman. Al merasakan kalau Bella akan menjauhinya.


*Kenapa dia pergi begitu saja, apa dia marah padaku.*batin Al.


Bella memilih pergi ke taman belakang kantor untuk menenangkan hatinya, Bella sudah bertekad akan menjauh dari Al mulai sekarang. Bella tidak ingin merusak hubungan Al dengan Kekasihnya.


*Apa keputusan ini sudah benar, tapi rasanya aku tidak sanggup bila menjauh darinya. Dia cinta pertamaku, tapi bagaimana lagi aku harus memendam rasa ini. Dia sudah memiliki kekasih hatinya dan perempuan itu sangat beruntung bisa mendapatkan Al. Al mana bisa mencintai gadis kampung sepertiku dia tampan, orang terpandang sedangkan aku hanya gadis kampung yang sedang mengadu nasib di kota orang. Apalah yang bisa di banggakan dariku cuma anak yatim piatu yang miskin.*batin Bella dengan air mata yang sudah mengalir dari matanya. Bella menangis sejadi-jadinya di taman itu, menumpahkan segala beban dalam fikirannya.


*Kenapa takdir tidak pernah berpihak padaku, ketika aku berumur 10 tahun kedua orang tuaku meninggal dan sekarang ketika aku berumur 15 tahun aku harus kehilangan cinta pertamaku. Kenapa apa aku tidak boleh bahagia, kenapa kesedihan ini tidak pernah pergi dari hidupku. Kenapaaaa.*batin Bella berteriak karna takdir tidak pernah memihak padanya.


Setelah kejadian itu hubungan Bella dan Al menjadi renggang, Bella selalu menghindar dari Al karna Bella tidak ingin bertemu dengan Al lagi. Bella sudah memutuskan untuk melupakan Al dan menata hidupnya yang baru. Bella fikir dirinya masih terlalu muda untuk jatuh cinta.


Bella bahkan mencari kerja lain supaya dirinya bisa secepat mungkin untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja. Bella tidak sanggup kalau terus bekerja disini dia akan selalu melihat Al walaupun dari kejauhan, Bella tidak akan sanggup melupakan Al dari fikirannya kalau Bella tidak meninggalkan Kota ini secepatnya.


Al yang merasa di jauhi oleh Bella merasa tidak tenang, karna Bella selalu menghindari dirinya.


*Ada apa denganmu kucing kecil kenapa sekarang menghindar dariku. Aku tidak bisa kalau menjauh dariku, aku mohon jangan hindari aku lagi. Aku mencintaimu kucing kecil kau cinta pertamaku dan terakhir bagiku.*batin Al frustasi karna Bella menjauh darinya.


"Aku harus menemui Bella nanti setelah jam pulang kerja, aku harus jujur dengan isi hatiku padanya. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya, cukup orang tuaku yang pergi meninggalkan aku selamanya dan tidak untuk Bella dia harus tetap di sisiku apapun yang terjadi." ucap Al pada dirinya sendiri.


Al tidak berkonsentrasi dengan kerjaannya karna di jauhi oleh Bella. Semenjak Al dekat dengan Bella, Al merasa nyaman dan senang bisa dekat dengan Bella. Ntah sejak kapan rasa itu muncul pada Bella yang jelas sekarang Al sangat mencintai Bella.


Jam pulang yang di tunggu Al pun sudah tiba, semua karyawan dan staf bekerja di perusahaan Alx Company bersiap-siap untuk pulang. Begitu juga dengan Bella yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Setelah selesai Bella langsung meninggalkan ruangannya. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Bella yang mengenal Suara itu memilih untuk tidak menanggapinya. Bella terus berjalan menuju keluar kantor. Tapi orang terus memanggil namanya. Akhirnya Bella memilih untuk berhenti.


"Bell kamu kenapa sampai kamu menghindar dari aku." ucap laki-laki itu saat sudah berada di depan Bella.


"Aku tidak menghindari kamu Al, aku cuma tidak ingin jadi perusak hubungan orang lain Al."ujar Bella berusaha sesantai mungkin, karna dalam hati Bella sangat tidak kuat untuk menjauhi Al. Tapi Bella juga tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan Al dan Kekasihnya.


"Bell aku tidak mempunyai kekasih Bell."ucap Al jujur.


Bella yang mendengar ucapan Al itu berharap bahwa itu benar. Tapi setelah berfikir-fikir orang setampan Al tidak memiliki kekasih itu tidak mungkin.


"Kau tau usah berbohong padaku Al, kau pikir aku akan percaya. Kau tampan Al mana ada yang bisa menolak mu untuk menjadi kekasihnya. Aku tak pantas untukmu aku hanya gadis miskin yang sedang nasib di kota ini. Kau pantas mendapatkan wanita yang sederajat denganmu Al dan yang jelas itu bukan aku."ucap Bella.


"Kita tak usah bertemu lagi Al, cukup sampai di sini pertemanan kita. Mulai sekarang kita bukan teman lagi, anggap saja kita tidak pernah kenal sebelumnya." ucap Bella yang langsung berlari meninggalkan Al. Bella berlari secepat mungkin agar bisa pergi menjauh dari Al. Bella berlari menuju jalan raya, karna tidak memperhatikan jalan Bella akhirnya mengalami kecelakaan.


Tinn tinn tinn


"Aaaaaaaaakkhhhh."teriak Bella.


Brakkkkkkk


Al mendengar bunyi klakson mobil langsung berlari menuju jalan raya. Betapa terkejutnya Al, orang yang sangat di cintai nya tergeletak di jalan raya dengan bersimbah darah.


"Bellaaaaaaa."pekik Al yang langsung berlari ke arah wanita yang di cintai nya. Al langsung membawa Bella ke pangkuannya.


"Bell, bangun Bell jangan tinggal kan aku Bell. Aku mohon buka matamu Bell. Aku mohon." ucap Al yang tanpa di sadari air mata Al mengalir begitu saja dari matanya melihat orang yang sangat di cintai nya tidak mau membuka matanya.


Tanpa pikir panjang Al langsung mengangkat tubuh Bella ke mobilnya.


"Sammmm."teriak Al.


"Siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang."ujar Al pada Samuel.


"Baik Tuan."ujar Samuel yang langsung menyiapkan mobil.


Al langsung masuk ke dalam mobilnya dan meletakkan Bella di pangkuannya.


"Jalan sekarang Sam."perintah Al.


"Baik Tuan."ujar Samuel yang langsung menancap gas mobilnya menelusuri jalan raya menuju rumah sakit keluarga Alexander.


Setelah 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya Al sudah sampai di rumah sakit. Al langsung turun sambil mengendong Bella.


Para dokter dan suster sudah menunggu kedatangan Al di depan pintu. Karna mereka mendapat perintah dari Samuel untuk menyiapkan ruang operasi untuk wanita yang sangat di cintai oleh Bossnya itu.


"Cepat lakukan yang terbaik untuk dia. Kalau dia tidak bangun kalian semua akan mati di tanganku. Paham kalian."ujar Al setelah meletakkan Bella di atas brankar itu.


"Baik Tuan Muda Al, kami akan melakukan yang terbaik untuk dia." ujar Dokter Ferdi.


"Cepat lakukan sekarang, kalian tunggu apa lagi. Haaa." bentak Al karna dokter dan suster itu tidak kunjung melakukan tugasnya.


"Baik Tuan Muda."ucap dokter dan langsung mendorong brankar itu menuju ruang operasi.


Al terus mondar-mandir di depan ruang operasi itu, pikirannya sangat kacau. Al takut Bella juga akan pergi meninggalkannya sama seperti kedua orang tuanya.


*Bella aku mohon bertahanlah demi aku, aku sangat mencintaimu Bella. Jangan tinggalkan aku, beri aku waktu untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Kumohon Bella bertahanlah.*batin Al yang sangat takut untuk kehilangan Bella yang merupakan cinta pertamanya.


Sudah 2 jam lamanya tapi tak ada yng keluar dari ruang operasi itu. Al menjadi semakin takut dengan kondisi Bella.


"Tuan, Tuan belum makan dari tadi siang sebaiknya Tuan makan dulu."ujar Samuel.


"Aku tidak lapar Sam. Aku akan tetap di sini sampai aku tau bagaimana kondisi wanitaku."ujar Al yang tak ingin di bantah.


"Baiklah kalau itu mau Tuan, kalau Tuan butuh sesuatu Tuan bisa bilang sama saya."ujar Samuel.


"Sam mulai sekarang kau perketat penjagaan untuk wanitaku. Pasti musuh-musuhku sudah mengetahui dimana letak kelemahan ku, aku tidak ingin wanitaku dalam bahaya."ucap Al.

__ADS_1


"Baik Tuan."jawab Samuel.


Samuel akan menjaga wanita yang bisa membuat Bossnya itu kembali seperti semula. Semenjak kematian kedua orang tuanya Al berubah menjadi dingin,cuek,dan kejam. Tapi semenjak bertemu dengan Bella, Al mulai berubah seperti sedia kala. Samuel dapat melihat Al sangat mencintai Bella, Samuel baru pertama kali melihat Bossnya seperti ini. Melihat perlakuan Al pada Bella yang sangat jarang di lakukan oleh Bossnya. Al tidak pernah mau bersentuhan dengan wanita manapun, bahkan terjadi kecelakaan pun Al sama sekali tidak mau menggendongnya, Al akan cuek dan tak mau peduli. Tapi itu semua tidak berlaku untuk Bella, Al dengan senang hati menolong Bella dengan tangannya sendiri bahkan darah Bella sudah mengenai baju Al. Tapi Al tidak risih atau marah sedikit pun.


Pikiran Al sangat kacau, orang yang menangani Bella tak kunjung keluar. Al terus mondar-mandir di depan pintu ruang operasi itu.


Tak beberapa lama keluarlah dokter yang menangani Bella. Al langsung menghampirinya dan langsung menanyakan kondisi wanitanya.


"Bagaimana kondisinya, apa dia baik-baik saja. Cepat jawab kenapa malah diam. Haaa." bentak Al pada dokter itu.


Dokter itu langsung mengambil nafas dan menghembuskannya secara kasar, sebelum mulai berbicara dengan Al.


"Maaf Tuan Muda Kami sudah bekerja keras. Tapi wanita itu sangat banyak kehilangan darah dan kepalanya mengalami benturan yang keras. Kami mohon maaf Tuan Muda gadis itu tidak terselamatkan." ujar Dokter itu penuh penyesalan karna telah gagal menyelamatkan gadis Tuan Mudanya.


Duaaarrrr


Al terasa di sambar petir di siang hari saat mendengar kondisi wanitanya. Tanpa pikir panjang Al langsung berlari masuk ke dalam ruang operasi itu. Untuk melihat wanitanya, Al yakin wanitanya masih hidup.


Al mematung di depan ranjang tidur Bella, perlahan Al berjalan mendekati pujaan hatinya. Al berlutut di hadapan Bella sambil menggenggam tangan wanita yang sangat di cintai nya.


"Bell, bangun Bell aku mohon. Jangan tinggalkan aku sendiri, kau boleh menghindar dariku tapi jangan tinggalkan aku sendiri. Aku mohon Bell buka matamu, buka matamu Bell aku mohon." ujar Al yang tak ingin kehilangan wanita yang di cintai nya.


"Bell buka matamu, jangan tinggalkan aku sendiri Bell." ujar Al lagi.


Al terus memohon pada Bella agar mau membuka matanya kembali. Al bahkan terus menciumi tangan wanitanya itu berharap wanitanya dapat merasakan kalau dirinya sangat mencintainya.


Di alam bawah sadar Bella..


*Ini aku di mana ya, kok tempatnya aneh.*batin Bella.


"Bell aku mohon buka matamu Bell." ucap Al.


"Itu kok kayak suara Al ya, kok dia nyuruh aku buka mata emang aku kenapa." ucap Bella di alam bawa sadarnya.


"Bella." panggil wanita cantik.


"Iya, Tante siapa kok Tante tau nama aku." tanya Bella yang heran melihat sepasang suami istri itu mendekatinya bahkan tau dengan namanya.


"Tante mohon jangan tinggalkan Al sendirian, dia butuh kamu berada di sisinya." ujar wanita itu pada Bella.


"Al kenapa dengan Al Tan, Tante kok tau sama Al. Kenapa Bella tidak boleh meninggalkan Al Tante, Al sudah memiliki pacar Tan." ucap Bella yang merasa sangat heran kenapa wanita itu melarangnya untuk meninggalkan Al.


"Saya Mommy nya Al sayang dan ini Daddy nya Al. Kita sudah berada di dunia lain. Al sangat butuh kamu, jangan tinggalkan anak Tante Sayang. Dia sangat mencintai dirimu Nak. Al tidak pernah menangis karna wanita, tapi tidak denganmu Nak Al sangat takut kehilangan kamu Nak. Tante mohon kembalilah Sayang." ucap wanita itu yang tak lain adalah Mommy nya Al.


"Tan Al sudah punya kekasih Tan, Bella nggak mau jadi perusak hubungan Al sama pacarnya Tan. Lebih baik Bella pergi saja, supaya Bella bisa bersama kedua orang tua Bella Tan." ucap Bella yang memilih untuk tetap pergi. Bella lebih memilih pergi karna Bella tidak sanggup untuk melihat Al dengan Kekasihnya. Hatinya bisa hancur berkeping- keping melihat orang yang sangat Bella cintai bersama wanita lain.


"Bell bangun aku mohon, kau wanita yang aku cintai Bell. Kau wanita satu-satunya di hatiku Bella. Aku mohon kembalilah padaku Bella. Aku mohon." ujar Al lagi yang masih terus berusaha membuat Bella sadar dan bisa bersamanya lagi. Walaupun itu sangat tidak mungkin terjadi.


Bella sekali lagi mendengar suara Al dan betapa terkejutnya Bella karna Al juga mencintai dirinya. Bella bahkan meneteskan air matanya saat mendengarkan ucapan Al, kalau Al juga mencintai Bella.


"Kau dengar sendiri kan Nak, Al juga sangat mencintai dirimu. Tante mohon kembalilah pada Al, selama ini hidup Al sudah cukup menderita karna kehilangan kedua orang tuanya Nak. Tante mohon sama kamu kembalilah dan jaga Al untuk kami Nak." ujar Mommy Al lagi.


"Baiklah Tante Bella mau kembali buat Al. Tapi apa Tante tidak malu mempunyai menantu dari keluarga miskin yang tak punya apa-apa, Bella juga anak yatim piatu Tan. Bahkan untuk makan saja Bella harus bekerja supaya mendapatkan uang. Sedangkan Al dia memiliki segalanya Tan. Apa masih pantas jika Bella bersama dengan Al."ucap Bella yang mulanya bahagia mendengar ungkapan cinta Al padanya, tiba- tiba menjadi murung saat mengingat derajatnya yang sangat jauh berbeda dengan Al.


"Nak cinta tak selalu memandang derajat sayang, sekaya apapun kita tidak akan pernah berubah di mata Allah sayang. Hanya di mata manusia kita yang berbeda Nak. Al berhak memilih kekasih hatinya dan itu juga berlaku untuk kamu sayang. Kamu juga berhak memilih siapa pujaan hatimu Nak. Cinta itu datang dengan sendirinya Nak. Jadi Tante mohon jangan tinggalkan Al, tetaplah bersamanya Nak. Jadilah Ibu dari anak-anak Tante sayang dan jadilah menantu kesayangan Mommy sama Daddy Nak." ujar Mommy Al pada Bella.


"Baiklah Tante, Bella mau kembali sama Al. Karna Bella sudah mendapat restu dari kedua orang tua Al laki-laki yang sangat Bella cintai." ucap Bella dengan bahagia karna sudah di restui oleh kedua orang tuanya Al.


"Terima kasih juga Tante sudah mau merestui hubungan Bella dengan Al."ucap Bella pada Mommy nya Al.


"Sama-sama sayang, kalau gitu Mommy sama Daddy pergi dulu ya Nak. Jaga Al untuk kami." ujar Mommy Al.


"Baik Tante." ujar Bella.


Pasangan Suami Istri berjalan meninggalkan Bella sampai akhirnya bayangan mereka tidak terlihat lagi oleh Bella.


"Tuan Nona Bella sudah tenang di alam sana Tuan. Tuan harus tabah menerima ini semua, sebaiknya kita segera mengurus pemakaman untuk Nona Bella Tuan. Kasihan Nona Bella jika tidak segara di makamkan, dia tidak akan bisa tenang Tuan." ujar Samuel yang merasa sangat kasihan pada Bossnya. Baru akan merasakan yang namanya hidup sekarang kembali sirna dengan kehilangan orang yang sangat di cintai oleh Bossnya.


"Dia belum meninggal Sam, dia pasti kembali untukku Sam." ucap Al dengan suara parau karna terlalu lama menangis.


"Tuan Muda kami harus segera membersihkan Nona Muda terlebih dahulu sebelum dimakamkan Tuan Muda." ucap Dokter yang tadi ikut serta dalam mengoperasi Bella.


Al tak mau mendengarkan ucapan orang itu, bahkan Al tidak pernah beranjak dari posisinya. Al selalu menggenggam erat tangan Bella berharap ada mukjizat yang akan membuat Bella kembali padanya.


Tapi setelah lama Al menunggu Bella tak kunjung membuka matanya. Akhirnya Al menyerah, Al sudah mengikhlaskan Bella pergi walau di hati tak akan bisa melepaskan Bella pergi selamanya. Al yang awalnya berlutut di samping ranjang tidur Bella, akhirnya berdiri dan membiarkan para perawat mengurus Bella sebelum dimakamkan.


Al memilih untuk pergi karna tak sanggup lagi melihat orang yang sangat di cintai nya telah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Bahkan Al masih setia menggenggam erat tangan Bella. Saat Al ingin melangkah keluar, Al merasakan tangannya yang masih setia menggenggam tangan Bella direspon oleh Bella. Bahkan Al dapat melihat Bella membalas genggaman tangannya.


"Dok.. Dokter lihat itu dia membalas genggaman tanganku. Cepat kau periksa dia, dia masih hidup."ucap Al yang langsung merasa sangat bahagia saat mengetahui kalau Bella ternyata kembali untuknya.


Dokter yang mendengar ucapan Al dengan cepat langsung memeriksa kondisi Bella.


"Teruslah ajak Nona berbicara Tuan, seperti Nona bisa merespon suara Tuan Muda." ujar Dokter itu pada Al.


"Bell kau kembali untukku, terima kasih Bell kau mau kembali. Aku janji tidak akan pernah mengecewakanmu Bell." ujar Al pada Bella. Al merasa sangat bahagia melihat wanita yang sangat di cintai nya mau kembali untuknya.


Samuel yang melihat itu ikut merasa senang karna wanita yang di cintai oleh Bossnya telah kembali.


"Tuan Muda kami akan memindahkan Nona ke ruangan rawat dulu. Tuan Muda Al bisa menunggu di luar terlebih dahulu." ucap Dokter itu.


"Baiklah. Kau letakkan Nona Muda di ruangan ku. Dan pastikan dia akan bangun." ujar Al.


"Baik Tuan Muda."jawab dokter itu.


Al dan Samuel keluar dari ruangan itu.


"Tuan, Tuan belum makan dari tadi. Apa tidak sebaiknya Tuan Muda makan terlebih dahulu, supaya nanti Tuan Muda bisa menjaga Nona Bella." ujar Samuel pada Al.


"Kau belikan Sam, aku mau makan di ruangan rawat Bella saja dan jangan lupa kau juga harus makan."ujar Al yang langsung meninggalkan Samuel menuju ruangannya yang sekarang sedang di tempati oleh wanitanya.


Samuel hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Bossnya. Tapi Samuel merasa senang karna Bossnya telah kembali dan bisa merasakan nama jatuh cinta. Walau Samuel tau umur Bossnya itu yang masih terlalu muda untuk jatuh cinta.


Al telah sampai di depan pintu ruangannya.


"Tuan Muda Al."ucap Dokter yang menangani Bella dengan wajah khawatir.


"Ada apa katakan."ujar Al yang juga merasa khawatir karna melihat raut wajah Dokter yang menangani wanitanya.


"Nona Muda membutuhkan donor darah Tuan Muda. Akibat kecelakaan itu Nona Muda kehilangan banyak darah. Dan stok darah yang sama dengan Nona Muda sedang kosong Tuan, jadi kami butuh darah yang cocok untuk Nona Muda Tuan."ucap Dokter itu pada Al.

__ADS_1


"Apa golongan darahnya" tanya Al pada dokter itu.


"Rh-null Tuan, golongan darah ini sangat langka Tuan. Hanya beberapa orang saja yang memiliki golongan darah ini Tuan." ujar Dokter itu pada Al.


"Sampai kapan wanitaku bisa bertahan, aku akan berusaha mencari golongan darah yang sama dengannya." ucap Al pada Dokter itu.


"Hanya 2 hari Tuan, kalau lebih 2 hari kami tidak tau lagi apa yang akan terjadi pada Nona Muda Tuan." ucap Dokter pada Al.


Al langsung mengambil handphone nya dan langsung menelepon seseorang.


"Kau ku perintahkan, cari orang yang bergolongan Rh-null secepatnya. Bagi mereka yang mempunyai golongan yang sama dengan wanita ku, mereka akan mendapat imbalan yang besar dariku. Kau ku beri waktu sampai besok kalau tidak dapat kau taukan apa akibatnya." ucap Al pada seseorang di telfon itu.


"Baik Boss akan saya cari secepat, kalau sudah dapat saya harus membawanya ke mana Boss." ujar laki-laki yang sedang di hubungi oleh Al.


"Rumah Sakit Alexander." ujar Al dingin.


"Baik Boss." ucap laki- laki itu.


Al langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


"Apa saya bisa melihatnya." tanya Al pada Dokter yang menangani Bella.


" Silahkan Tuan Muda, terus ajak Nona Muda untuk berbicara. Sepertinya Nona Muda bisa merespon ucapan Anda Tuan Muda." ucap Dokter itu pada Al.


Al hanya menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan menuju ranjang tidur gadis yang di cintai nya.


Setelah sampai di samping ranjang tidur pujaan hatinya, Al langsung duduk di kursi yang ada di dalam ruangan itu.


"Hai Tuan Putri, apa kau tidak lelah terus berbaring seperti ini. Cepatlah sadar, aku tidak ingin kamu terus seperti ini. Kenapa kau suka sekali membuatku cemas seperti ini apa kau sedang menghukumku. Kau boleh menghukumku sepuas hatimu, tapi tidak seperti ini. Aku tidak sanggup melihatmu seperti ini, jadi aku mohon bangunlah dan buka matamu." ujar Al sambil menggenggam tangan Bella, sekali-sekali Al mencium tangan pujaan hatinya itu.


Sedangkan di negara xxx..


"Boss selalu saja memberiku tugas yang sulit, dia pikir mencari golongan darah Rh-null itu mudah apa." gerutu laki-laki yang baru saja di beri perintah oleh Bossnya.


Anggara Sebastian Walker pemuda tampan yang di gilai oleh banyak kaum hawa. Angga yang baru mendapatkan perintah dari Bossnya untuk mencari golongan darah Rh-null. Dengan cepat Angga langsung menyebarkan ke semua media yang ada, bahwa dirinya sedang membutuhkan golongan darah itu. Angga terus mengecek kemana lagi dia akan menyebarkannya.


Angga yang sudah selesai menyebarkan pengumuman itu, kini tinggal menunggu orang yang akan menelponnya untuk memberi tau kalau dia mempunyai golongan darah yang sama.


Setelah menunggu lama, akhirnya ada nomor yang tak di kenali menghubunginya. Tanpa pikir panjang Angga langsung mengangkatnya.


"Hallo Tuan, apa benar Tuan sedang membutuhkan golongan darah Rh-null." tanya seorang wanita di sebrang sana.


"Iya benar, apa Nona memiliki golongan darah yang sama." tanya Angga.


"Iya Tuan, golongan darah saya Rh-null juga. Jadi ke rumah sakit mana saya harus mendonorkan darah saya." tanya wanita itu lagi.


"Nona tinggal di mana." ucap Angga.


"Negara xxx Tuan." jawab wanita itu.


"Apa Nona bisa ikut denganku, orang yang sedang membutuhkan darah itu berada di Jakarta. Dan Nona sekarang tinggal satu Negara denganku." ujar Angga, karna orang yang ingin mendonorkan darah tinggal di Negara yang sama dengannya.


"Baiklah Tuan." ucap wanita itu lagi.


Anggara langsung mematikan sambungan telfonnya dan langsung menghubungi Bossnya.


"Hallo Boss, gue udah dapet nih pendonornya. Sekarang tugas lo bayarin penerbangan gue ke Jakarta. Dia satu negara sama gue, nanti malam gue berangkat." ucap Anggara saat telfonnya sudah di angkat oleh Al.


"Lo tenang aja soal biaya biar gue yang urus." ujar Al dan langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


*Gini amat ya kalau punya Boss dingin kayak es, udah susah-susah carinya bilang terima kasih kek, apa kek gitu. Nah ini malah main matiin seenak jidatnya aja. Ada ya yang mau sama orang dingin kayak Al, apa mereka nggak takut sama singa jantan itu.* batin Anggara.


Di rumah sakit keluarga Elexander


"Sam ke ruanganku sekarang." ujar Al pada Samuel agar menemuinya di ruangan rawat Bella.


"Baik Tuan." ucap Samuel.


Tokk tokk tokk.


"Masuk." ujar Al dari dalam ruangan.


"Ada Tuan manggil saya." tanya Samuel.


"Kau urus penerbangan Anggara ke sini. Siapkan dua kamar hotel untuknya dan untuk gadis yang akan pergi bersamanya ke sini." ucap Al pada Samuel.


"Baik Tuan, apa ada lagi Tuan." tanya Samuel.


"Tidak kau boleh keluar sekarang." ucap Al.


"Baik Tuan, saya permisi dulu Tuan." ucap Samuel yang langsung meninggalkan Al dan melakukan yang di perintahkan oleh Bossnya.


"Besok kau akan mendapatkan donor darah, aku harap kau cepat sadar. Aku tak bisa melihatmu seperti ini terus, rasanya duniaku hancur melihatmu seperti ini. Cepatlah buka matamu Bell, kau tau aku sangat rindu mendengar suaramu. Cepatlah bangun sayang dan akan ku buat kau bahagia selamanya." ucap Al.


Bella dapat merespon ucapan Al dengan mengerakkan pelan tangannya yang sedang di genggam oleh Al.


Al yang merasakan tangan Bella bergerak tersenyum senang, karna Bella dapat mendengar suaranya.


"Kau tau melihatmu merespon ku seperti ini saja sudah membuatku bahagia. Apalagi kalau kau mau membuka matamu. Pasti aku akan lebih bahagia lagi sayang." ucap Al sambil mencium punggung tangan Bella yang sedang di genggamnya.


Malam harinya, Anggara dan gadis yang akan mendonorkan darahnya untuk seseorang yang tak pernah di kenalnya. Anggara dan gadis itu akan bertemu di bandara xx di Negara itu.


Anggara datang lebih dulu daripada gadis itu. Sambil menunggu kedatangan gadis itu, Angga memilih untuk makan dulu. Karna Angga tidak sempat makan di mensionnya tadi.


Setelah 10 menit kemudian, ada seorang gadis cantik yang menghampirinya.


"Maaf Tuan, apa benar anda Tuan Anggara." tanya gadis itu pada Anggara.


Angga sempat terpana dengan kecantikan gadis di depannya, Angga bahkan tak menjawab pertanyaan gadis itu.


"Tuan anda kenapa, apa ada yang salah dengan penampilan saya." tanya gadis itu yang merasa risih di lihat oleh Anggara seperti itu.


"Ahh apa Nona bilang apa tadi." tanya Anggara yang baru sadar dari lamunannya.


"Kenapa Tuan memperhatikan saya seperti itu." tanya gadis itu lagi.


"Tidak ada, apa Nona sudah siap kita akan berangkat sekarang Nona." ujar Anggara yang mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah Tuan." jawab gadis itu.

__ADS_1


*Bersambung..*


__ADS_2