
Seketika wajah Jasmine menjadi muram mendengar penolakan dari mereka berempat.
"Kalian tidak mau memakai nya,,padahal aku sudah membeli nya untuk kalian lagian ini juga permintaan anak ku"ucap Jasmine dengan mata berkaca-kaca dan menurun kan gaun tersebut ke bawah.
"Ya sudah kalau kalian tidak mau aku tidak akan memaksa nya"ucap Jasmine menyimpan gaun tersebut ke dalam tas lalu ia naik ke atas tempat tidur menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut.
"Sayang jangan menangis ya kami pasti akan memakai nya kok jangan sedih lagi ok"ucap Erland cepat menghamiri Jasmine yang seperti nya sudah menangis karna terdengar isakan kecil dari balik selimut tersebut.
"Tadi kalian sudah menolak nya jika kalian terpaksa tidak usah aku juga tidak memaksa kalian"ucap Jasmine.
"Kami tidak terpaksa sayang jangan menangis lagi yah"bujuk Erland menarik selimut yang menutupi Jasmine.
"Benarkah"ucap Jasmine tersenyum tipis.
"Tentu saja"ucap Erland cepat.
"Kau saja sendiri kau kan suami nya kami tidak mau"tolak Jerry.
"Mereka tidak mau"ucap Jasmine yang akan kembali menangis.
"Mereka pasti mau sayang jangan menangis lagi kasihan anak kita"ucap Erland memeluk Jasmine,ia pun menatap tajam ke arah ketiga nya agar menuruti ke inginan Jasmine,mau tidak mau mereka mengangguk dengan terpaksa dari pada Erland akan membunuh mereka lagian ini juga ke inginan ngidam Jasmine yang akan menjadi keponakan mereka nanti.
"Sekarang senyum mereka sudah mau memakai nya"ucap Erland menghapus air mata Jasmine.
"Ayo cepat pakai aku ingin melihat nya"ucap Jasmine kembali semangat mengeluarkan gaun-gaun tersebut satu persatu dan memberikan nya pada mereka.
"Kau yakin kami memakai ini"tanya Arka menatap gaun di tangan nya berwarna pink dengan belahan dada rendah.
"Benar apa tidak ada yang lebih baik dari ini"tanya Jerry menggaruk kepala nya yang tidak gatal bagaimana tidak gaun di tangan nya berwarna merah cerah tanpa lengan dan sangat pendek.
"Ini mengerikan"gumam Rey masih di dengar mereka bertiga,gaun di tangan Rey berwarna orange dengan punggung terbuka dan sama pendek nya dengan gaun di tangan Jerry.
"Pakai saja yang penting istri ku tidak menangis lagian apa salah nya kalian menuruti ke inginan keponakan kalian"ucap Erland datar membuat mereka mengangguk paksa. Gaun di tangan Erland juga tanpa lengan berwarna hitam panjang dengan belahan tinggi.
__ADS_1
"Sana ganti di ruang ganti aku akan menunggu di sini"ucap Jasmine duduk di atas ranjang.
Dengan langkah paksa sesekali mengeluarkan kata-kata kasar dari mulut mereka melihat gaun di tangan mereka masing-masing untuk mengelurkan kekesalan mereka.
Setelah keempat nya masuk ke ruang ganti tak lama pintu kamar Jasmine terbuka menampak kan para orang tua yang masuk ke dalam karna sudah cukup lama mereka menunggu di ruang makan namun tak ada satu pun yang turun karna khawatir mereka pun secara bersamaan ke kamar Jasmine.
Saat akan berbicara keempat pria tampan yang memakai gaun tersebut secara bersamaan keluar dari ruang ganti tanpa menyadari kehadiran para orang tua di dalam kamar.
Seketika tawa mereka semua pecah melihat keempat pria tersebut yang memakai gaun seksi sambil menggerutu tak jelas.
"Apa kalian sudah pindah haluan"ucap Vino tertawa keras begitu pun dengan yang lain nya.
"Kalian terlihat sangat cantik jika memakai gaun"tambah Samuel.
"Ck ini juga ke inginan ibu hamil itu jika saja bukan karna ia ngidam mana mau kami memakai nya"ucap Rey ketus.
"Benar mau taruh di mana harga diri kami jika orang lain tau"tambah Jerry.
"Sebenar nya masih ada yang kurang"ucap Jasmine pelan.
"Kami tidak mau lagi"ucap ketiga nya kompak.
"Baik lah"ucap Jasmine membuat mereka bernafas lega.
Mereka semua segera mengganti baju kembali kecuali Erland yang menghampiri Jasmine yang terlihat menunduk lesu.
"Sayang ku ini ingin apa lagi hmm"tanya Erland mengelus kepala Jasmine membuat yang lain nya tersenyum tipis melihat bagaimana besar nya rasa cinta dan sayang Erland terhadap Jasmine,mereka semua bahagia menatap kedua nya terutama Jessica dan Aksa yang merasa paling bahagia tidak salah orang menyerah kan putri kecil mereka kepada orang yang tepat.
"Tidak ada lagi"ucap Jasmine berusaha tersenyum.
"Katakan saja apa yang masih kau ingin kan aku akan melakukan apa pun untuk mu"ucap Erland.
Jasmine melirik ketiga orang yang baru saja keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian mereka tadi.
__ADS_1
"Kau ingin meraka menggukan apa lagi"tanya Erland pada Jasmine tau jika Jasmine melikir mereka bertiga,sedangkan ketiga orang tersebut mematung mendengar ucapan Erland yang seperti perintah untuk mereka.
"Apa boleh"tanya Jasmine menatap Erland.
"Tentu saja"ucap Erland membuat Jasmine tersenyum cerah.
"Aku ingin makan mangga "ucap Jasmine membuat mereka bertiga bernafas lega,jika hanya mangga kami bisa membeli nya di supermarket pikir ketiga nya.
"Ya sudah kita ke bawah makan siang dulu baru makan mangga"ucap Erland tersenyum.
"Tapi aku ingin makan mangga muda yang ada di taman belakang"ucap Jasmine.
"Di dapur kemarin masih banyak sayang"ucap Erland karna mangga yang ia makan kemaren masih banyak.
"Masalah nya bukan itu"ucap Jasmine membuat kening mereka semua mengerut bingung,sedangkan ketiga lelaki tampan yang masih berdiri di tempat nya kembali merasakan perasaan tidak enak.
"Lalu"tanya Erland menatap Jasmine.
"Aku ingin mereka bertiga yang mengambil nya secara langsung dari pohon nya"cicit Jasmine membuat yang lain nya tertawa keras lain hal nya ketiga orang tersebut yang wajah nya sudah pucat pasi mendengar kan nya,bagaimana bisa mereka mengambil nya secara langsung .
"Nanti mereka akan mengambil kan nya sayang,,sekarang kita makan siang dulu kasihan cucu daddy pasti sudah lapar"ucap Aksa.
"Om masa kami harus memanjat nya sih mana pohon nya lumayan tinggi lagi lagian kami ini bukan monyet yang harus memanjat"ucap Jerry.
"Yang bilang kalian monyet siapa"tanya Aksa.
"Tidak ada om"ucap Jerry.
"Ya sudah apa susah nya sih hanya memanjat doang,,lagin jika kalian sudah menikah nanti istri kalian juga akan merasakan ngidam seperti Jasmine,apa kalian mau anak kalian ngences jika tidak menuruti ngidam nya"ucap Aksa di jawab gelengan dari ketiga nya.
"Kalau kalian tidak mau turuti saja apa yang Jasmine mau juga anggap saja calon keponakan kalian ini sedang meminta sesuatu pada kalian"ucap Aksa pada mereka.
Dengan cepat ketiga nya mengangguk kan kepala,masih di dalam perut saja sudah begini bagaimana kalau sudah lahir,pikir ketiga nya.
__ADS_1