MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 398


__ADS_3

Erland melangkah kan kaki nya keluar ruangan Jasmine saat mertua nya sudah sampai di dalam,ia kelaur rumah sakit dan masuk ke dalam mobil milik nya dan segera melajukan nya menuju tempat para anak buah nya menyekap tahanan yang akan ia berikan pelajaran.


Sepuluh menit berkendara dengan kecepatan tinggi Erland memarkirkan mobil di depan rumah cukup mewah di tengah hutan dan segera turun dari dalam mobil.


"Di mana dia"tanya Erland dingin saat masuk ke dalam.


"Ada di dalam tuan"ucap anak buah Erland.


Erland mengangguk dan melangkah ke dalam ruangan di mana tahanan nya berada. Sedangkan Sonia yang mendengar suara langkah kaki mendekati nya mengangkat kepala nya,lalu tersenyum manis karna melihat Erland datang yang ia pikir akan menyelamatkan nya.


"Erland tolong aku mereka mengurung ku di sini"ucap Sonia dengan suara di buat-buat.


"Aku yang menyuruh nya"ucap Erland dingin dan mata menajam membuat Sonia sedikit gemetar.


"Kenapa kau menyuruh mereka menangkap ku dan mengurung ku di sini"tanya Sonia.


"Kau masih bertanya"ucap Erland datar.


"Bukan kah kau sudah tahu jawaban nya"tambah Erland.


"Apa maksut mu"tanya Sonia dengan gugup.


"Bukan kah kau yang menyuruh bajingan itu untuk menculik anak ku dan sekarang rasakan lah akibat nya berani mengusik keluarga ku"ucap Erland dingin semakin membuat Sonia gemetar ketakutan melihat wajah tak bersahabat dari Erland.


"Kalian boleh bersenang-senang dulu dengan nya sebelum nanti aku menghabisi nya"ucap Erland pada anak buah nya.


"Baik tuan"ucap mereka dengan senyum manis dan menatap Sonia dengan tatapan lapar.


"Aku mohon jangan,,keluar kan aku dari sini aku berjanji tidak akan mengganggu keluarga mu lagi"ucap Sonia cepat.


"Lakukan saja sepuas kalian nanti huhungi aku jika sudah selesai"ucap Erland tidak mendengar kan ucapan Sonia dan segera keluar dari ruangan tersebut.


"Erlanddd aku mohon jangan lakukan itu pada ku"teriak Sonia ketika melihat Erland menjauh,sedangkan anak buah Erland menatap nya dengan tatapan lapar.


"Jangan mendekat"teriak Sonia ketakutan.


"Kau terlihat cantik ternyata namun hati mu sangat jelek"celetuk anak buah Erland.


"Pergi kalian dari sini jangan menyentuh ku"teriak Sonia histeris saat anak buah Erland menyentuh nya.


"Jangan berteriak atau aku akan mengoyak mulut mu"ancam yang lain nya.


Mereka pun mulai melakukan aksi nya untuk menyentuh tubub Sonia tanpa peduli teriakan Sonia yang menggema di ruangan tersebut.Hampir tiga jam lebih melakukan nya bergiliran hingga Sonia pingsan karna sudah tidak kuat lagi.

__ADS_1


"Siram dia"ucap Erland kembali datang setelah anak buah nya mengatakan sudah selesai.


"Baik tuan"ucap anak buah Erland mengambil air dan menyiram Sonia yang pingsan.


"Menyenangkan bukan"ucap Erland duduk di kursi menatap dingin Sonia yang sudah membuka mata nya.


"Keluar kan aku dari sini aku mohon"ucap Sonia dengan air mata yang keluar.


"Kau telah berani mengganggu anak dan istri ku dan sekarang kau meminta aku mengeluar kan mu"ucap Erland.


"Jangan bermimpi aku akan memberikan pelajaran setara pada mu karna kau istri ku sedang hamil jadi keguguran"ucap Erland membuat tubuh Sonia seperti tidak bertulang mendengar ucapan Erland.


"Aku tidak tahu jika istri mu sedang hamil"ucap Sonia.


"Cambuk dia sampai aku katakan berhenti"ucap Erland tidak mendengar kan ucapan Sonia.


"Baik tuan"ucap anak buah Erland mengambil cambuk yang sudah tersedia di atas meja.


"Jangan aku mohon"ucap Sonia menangis ketakutan melihat cambuk tersebut apalagi keadaan nya masih polos tanpa memakai apa pun sudah di pastikan cabukan itu akan sangat menyakitkan.


Ctarrr


Ctarrr


Suara cambukan dan teriakan menggema di ruangan tersebut,tubuh Sonia yang polos telah berlumuran darah dengan luka menganga membuat nya tidak tahan lagi.


"Bunuh saja aku"ucap Sonia pelan karna bagi nya lebih baik mati dari pada harus menahan sakit yang ia terima.


"Aku tidak akan semudah itu untuk membunuh mu sebelum kau menderita aku tidak akan membunuh mu"ucap Erland dingin.


"Ambilkan air dan garam siram tubuh nya dengan itu"perintah Erland lagi.


Anak buah nya mengangguk segera mengambil apa yang Erland katakan sementara Sonia yang mendengar ucapan Erland terbelalak kaget.


"Kau iblis tidak memiliki perasaan"teriak Sonia kencang.


"Ya aku adalah iblis dan sekarang iblis ini lah yang akab menghabisi mu"ucap Erland dengan menyeringai semakin membuat Sonia ketakutan.


"Siram"perintah Erland saat anak buah nya sudah datang dengan ember di tangan nya.


Byurrr


Anak buah Erland menyiram tubuh Sonia yang penuh luka tersebut membuat Sonia kembali berteriak kesakitan.

__ADS_1


Puas melihat hal tersebut Erland berdiri dari duduk nya dan menatap anak buah nya.


"Bunuh dia dan berikan tubuh nya pada hewan peliharaan ku"ucap Erland.


"Baik tuan"ucap anak buah Erland segera melakukan apa yang Erland katakan pada mereka.


Erland sendiri keluar dari dalam dan masuk ke dalam mobil nya menuju rumah sakit karna ia tidak ingin istri nya terlalu lama menunggu di sana.


"Kau sudah kembali"ucap Aksa melihat Erland sudah masuk ke ruangan Jasmine.


"Iya dad"ucap Erland duduk di sofa dekat Aksa.


"Angkasa dan Galaksi bersama siapa dad"tanya Erland.


"Mereka bersama mama mu di rumah"ucap Aksa.


"Daddy dan mommy pulang saja aku akan menjaga Jasmine di sini"ucap Erland.


"Aku juga ingin pulang aku sudah baik-baik saja"ucap Jasmine.


"Tidak kau harus di rawat di sini sampai sembuh total "ucap Erland.


"Ini hanya luka kecil saja"ucap Jasmine.


"Mommy setuju dengan Erland kau harus di tangani dokter dulu sebelum dokter mengizinkan pulang kau tidak akan pulang"ucap Jessica.


"Mommy dan daddy pulang dulu besok kami akan kembali ke sini"ucap Jessica lagi.


"Iya mom"ucap Jasmine.


"Bintang kami bawa saja pulang kasihan dia mungkin masih takut dengan kejadian tadi"ucap Aksa menatap Bintang yang masih memejamkan mata nya.


"Iya dad jika terjadi sesuatu pada nya segera hubungi aku"ucap Erland.


"Tentu"ucap Aksa menggendong Bintang dengan hati-hati agar tidak bangun,mereka pun keluar dari ruang rawat Jasmine untuk pulang ke rumah.


"Istirahat lah"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.


"Apa kau sudah tahu tentang hal itu"ucap Jasmine memandang perut nya.


"Iya"ucap Erland pelan tahu kemana arah pembicaraan Jasmine.


"Kita kehilangan nya"ucap Jasmine lirih.

__ADS_1


"Tuhan lebih menyayanyi nya maka nya dia mengambil nya kembali,,sekarang yang terpenting kau sehat dan baik-baik saja dan jangan memikirkan apapun"ucap Erland tidak ingin Jasmine sedih karna harus kehilangan janin nya.


__ADS_2