MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 501


__ADS_3

Hari ini sepulang sekolah Gazella dengan semangat akan pergi bekerja bersama Hellen hingga lupa memeriksa kenapa bisa secepat itu ia di terima ,biasa nya jika membutuhkan karyawan pasti nya akan di seleksi begitu ketat apa lagi perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbesar.


"Kau begitu semangat Zia"ucap Hellen memanggil Vezia dengan Zia.


"Iyalah hari pertama bekerja harus semangat"ucap Vezia.


"Kalau begitu kita berangkat"ucap Hellen di angguki Vezia.


Kedua nya segera masuk ke dalam taksi yang akan mengantarkan mereka ke perusahaan Erickson, tak butuh waktu lama kedua nya sampai segera masuk ke dalam dan mengganti baju mereka dengan pakaian khas cleaning servis, Gazella menatap diri nya di cermin membuat nya meringis.


Astaga seorang pengusaha besar dan mafia sekarang turun derajat menjadi cleaning servis,mau taruh di mana wajah ku jika ada yang mengetahui diri ku,batin Gazella.


"Kau sudah siap Zia"ucap Hellen.


"Tentu saja"ucap Vazia.


Saat mereka akan keluar seorang pria datang menghampiri mereka berdua.


"Maaf nona saya di tugas kan untuk mengajak nona yang bernama Veziandra agar ke lantai paling atas"ucap pria tersebut membuat kening kedua nya mengerut bingung.


"Untuk apa pak"tanya Vezia.


"Nona bekerja di lantai paling atas karna kebersihan di sana yang kosong"ucap pria tersebut.


"Iya pak"ucap Vezia menatap Hellen.


"Tidak masalah kau ke sana saja bukan kah hal itu keberentungan mu bekerja di lantai atas"ucap Hellen.


"Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh"gumam Vezia.


"Silahkan nona ikut saya"ucap pria tersebut di angguki Vezia.


Vezia segera meninggalkan Hellen di sana dan ikut ke lantai paling atas,namun saat mereka akan memasuki lift mata Vezia memicing seperti mengenal seseorang.


"Om penguntit"ucap Vezia sedikit berteriak melihat Deffin membuat Deffin berhenti siapa lagi yang berani memanggil nya dengan sebutan seperti itu kecuali kucing kecil yang sedang berjalan ke arah nya.


"Kau sedang apa di sini kucing kecil"ucap Deffin pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Aku akan bekerja di sini Om penguntit"ucap Vezia.


"Om penguntit juga bekerja di sini"tanya Vezia di angguki Deffin.


"Wahh kita satu tempat kerja ternyata"ucap Vezia tersenyum lebar.


"Apa Om penguntit tahu bagaimana bos pemilik perusahaan ini"tanya Vezia membuat kening Deffin mengerut.


"Kenapa kau bertanya seperti itu kucing kecil"tanya Deffin.


"Ck masa om tidak tahu,bukan kah om penguntit sudah lama bekerja di sini"tanya Vezia.


"Lalu"tanya Deffin.


"Aku hanya ingin bertanya,apakah benar pemilik perusahaan ini sangat kejam"bisik Vezia mendekati Deffin hingga membuat Deffin gugup.


"Apa lagi yang kau dengar kucing kecil"tanya Deffin datar untuk mengurangi rasa gugup nya.


"Hanya itu sih mungkin pemilik nya sudah tua,perut nya buncit dan botak"ucap Vezia membuat asisten Jo ingin tertawa mendengar ucapan Vezia,sedangkan Deffin sendiri terkejut bukan main.


"Sudah ya om penguntit aku pergi dulu"ucap Vezia melenggang pergi masuk ke dalam lift untuk ke lantai paling atas meninggalkan Deffin yang masih terkejut di sana.


"Hmm"dehem Deffin.


"Mari kita juga pergi"ucap asisten Jo di angguki Deffin yang masuk ke dalam lift khusus untuk nya, Karyawan lain yang sempat melihat Vezia berbicara pada Deffin merasa iri,ada yang takut dan lain nya.


"Tempat kan kucing kecil ku di ruangan ku"ucap Deffin pada asisten Jo.


"Baik tuan"ucap asisten Jo.


Ia sebenar nya merasa heran dengan tingkah Deffin yang seperti itu,namun ia tidak ingin ambil pusing mungkin tuan Deffin menganggap nya sebagai keponakan juga,pikir asiaten Jo.


Vezia sendiri berdecak kagum melihat interior lantai teratas tersebut yang terlihat sangat mewah dan di sana hanya ada dua ruangan yaitu ruangan CEO dan Asisten nya.


"Selera pemilik perusahaan ini bagus juga"gumam Vezia masih sibuk mengamati seluruh ruangan tersebut.


"Ehh tunggu pekerjaan ku apa dan kenapa tidak ada orang sama sekali"guman Vezia sadar jika ia hanya sendirian di sana.

__ADS_1


Saat ia berbalik ingin melangkah suara seseorang yang ia kenal memanggil nya.


"Kucing kecil mau kemana lagi"tanya Deffin.


"Om penguntit kenapa ada di sini"tanya Vezia mendekati Deffin.


"Di sini ruangan ku"ucap Deffin.


"O.. eh apa"teriak Vezia sadar.


"Jangan berteriak"ucap Deffin ketus.


"Apa Om penguntit pemilik perusahaan ini"tanya Vezia dengan wajah bodoh nya.


"Bukan tapi orang yang sudah tua,perut nya buncit dan kepala nya botak"ucap Deffin.


"Pantas saja aku juga tidak yakin om penguntit pemilik perusahaan ini"ucap Vezia.


"Kenapa kau tidak yakin"tanya Deffin.


"Mana ada seorang pemilik perusahaan besar kerjaan nya menguntit orang"ucap Gazella ketus membuat Deffin mati kutu dan melirik tajam asisten Jo yang menahan tawa.


"Kucing kecil siapa juga menguntit mu jangan terlalu percaya diri"elak Deffin.


"Lagian apa untung nya untuk mu mengikuti mu"ucap Deffin lagi membuat Gazella memutar bola mata nya malas.


"Sudah lah jangan di bahas lagi,,memang nya Om penguntit yang memiliki perusahaan ini"tanya Vezia dengan wajah serius nya.


Kalau dia pemilik peruaahaan ini aku kan bisa mengajukan kerja sama dengan nya dengan begitu perusahaan ku akan semakin berkembang lagi,batin Gazella.


"Hmm"ucap Deffin membuat senyum Vezia mengembang sempurna.


"Kau kenapa"tanya Deffin melihat senyum Vezia.


"Ternyara rumor itu hanya sekedar rumor,aku kira benar pemilik perusahaan ini sudah tua,perut nya buncit dan juga botak ternyata aku salah pemilik nya sangat tampan dan cocok jadi calon suami masa depan"Goda Vezia mengedip-edip kan mata nya ke arah Deffin membuat Deffin salah tingkah sendiri.


"Kucing kecil apa yang kau katakan masih kecil jangan mengatakan seperti itu"ucap Deffin dengan wajah yang memerah membuat Vezia ingin tertawa karna berhasil menggoda pria tersebut sedangkan asisten Jo menganga melihat tinggah tuan nya tersebut.

__ADS_1


"Om penguntit begini yah biar aku jelas kan"ucap Vezia dengan wajah terlihat serius.


"Saya ini memang masih kecil dua tahun lagi saya akan habis sekolah dan kuliah jadi kalau bisa apa salah nya merancang masa depan sendiri mulai sekarang,nanti tinggal menjalankan nya saja,tapi kalau aku pikir lagi jika mendapat kan suami seperti om penguntit yang kaya nya tidak habis tujuh turunan untuk apa aku kuliah lagi nikah aja langsung sudah terjamin hidup enak,kerjaan cuma makan tidur kurang apa lagi coba,apa om penguntit bersedia jadi suami ku nanti nya "ucap Gazella dengan wajah pura-pura polos padahal dalam hati nya ingin sekali tertawa kencang melihat wajah bodoh kedua orang di depan nya yang mendengar ucapan nya.


__ADS_2