MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 382


__ADS_3

Setelah kejadian tersebut Dara memilih mengurung diri nya di kamar,ia lebih pendiam dari biasa nya membuat Jasmine dan Arka cemas.


"Aku yang akan memeriksa keadaan nya"ucap Jasmine pada Arka.


"Jika ada apa-apa panggil aku"ucap Arka di angguki Jasmine.


Arka pun ikut bergabung dengan yang lain nya yang sedang bermain dengan sikembar di ruang keluarga.


Tok tok tok


"Buka pintu nya Dara ini aku"ucap Jasmine sedikit berteriak agar Dara mendengarkan nya.


Dara yang mendengar suara Jasmine membuka pintu dan mempersilahkan nya duduk.


"Kenapa kau diam disini sendiri sedangkan kami di bawah sedang berkumpul"ucap Jasmine basa basi.


"Aku hanya ingin sendiri dulu"ucap Dara pelan.


"Jangan pikirkan apa pun lagi seharus nya kau bahagia sekarang karna besok hari pernikahan mu,ayo turun bergabung dengan yang lain nya"ucap Jasmine menggenggam tangan Dara keluar dari kamar,urusan pesta pernikahan mereka telah selesai Jasmine telah menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengurus semua nya sehingga mereka bisa bersantai dan menunggu hari besok.


"Sudah merasa lebih baik nak"tanya Jessica pada Dara.


"Iya mom"ucap Dara tersenyum tipis.


"Tidak usah masuk kan perkataan Sasa dalam hati mu dia hanya sedang kacau saja sehingga ia bicara begitu"ucap Jessica di angguki Dara.


"Mom kami keluar sebentar"ucap Jasmine pada Jessica.


"Mau kemana"tanya Erland mendengar kata keluar dari istri nya.


"Aku dan Dara ke salon sebentar,besok dia akan menikah jadi kami ingin melakukan perawatan hari ini"ucap Jasmine di angguki Jessica.


"Pergilah mommy dan Dea yang akan menjaga mereka bertiga"ucap Jessica di angguki Dea.

__ADS_1


"Iya sesekali kalian juga harus memanjakan diri ke salon"ucap Dea.


"Aku akan menemani kalian"ucap Erland membuat Jasmine memutar bola mata nya malas.


"Kami akan pergi berdua saja jadi kau di sini saja atau pergi juga bersama dia jangan mengikuti ku terus"ucap Jasmine ketus seraya menunjuk Arka.


"Biarkan dia menikmati waktu nya sendiri son"ucap Samuel melihat sikap posesif anak nya.


"Papa tidak tahu jika ia keluar akan banyak lelaki yang menatap nya"ucap Erland kesal namun membuat yang lain terkekeh.


"Mommy pergi saja biarkan saja daddy di sini"ucap Bintang malas melihat daddy nya.


"Diam kau bocah"ucap Erland pada Bintang.


"Putra mommy yang terbaik"ucap Jasmine tesenyum tipis.


"Mommy kenapa tahan dengan daddy yang seperti itu sih,,Bintang saja malas melihat daddy jika seperti itu lebih baik momny mencari daddy baru yang berbeda dengan daddy"ucap Bintang sarkas namun mampu membuat mata Erland terkejut dengan ucapan anak nya,sedangkan yang lain menahan tawa karna sudah tau jika kedua nya selalu saling berdebat.


"Kauu"ucap Erland menatap tajam pada Bintang yang malah di balas senyum meledek oleh anak nya.


"Cari saja aku pasti akan membunuh lelaki tersebut"ucap Erland dengan dingin serta mata nya menajam menatap Jasmine membuat Jasmine menelan ludah nya kasar.


"Haiss kenapa juga aku yang kau tatap seperti itu,,sedari tadi aku hanya diam di sini mereka saja yang berbicara seperti itu"ucap Jasmine ketus.


"Sudah-sudah kalian pergi saja sana"ucap Aksa pada mereka.


"Daddy memang pengertian"ucap Jasmine berdiri dari duduk nya di ikuti Dara.


Mereka berdua pun segera pergi kekamar untuk mengganti baju,setelah selesai kedua nya pun turun dan melihat Friska sudah ada di sana.


"Kita pergi sekarang"tanya Friska di angguki Jasmine.


"Kalian bertiga jangan nakal mommy pergi sebentar"ucap Jasmine kepada ketiga putra nya.

__ADS_1


"Ok mom"ucap ketiga nya.


"Selamat bersenang-senang mom"ucap Bintang melambaikan tangan nya dan melirik sebentar ke arah Erland yang bermuka kusut membuat nya menahan tawa begitu pun dengan yang lain nya.


"Suami posesif"cibir Dea namun masih bisa di dengar oleh Erland.


"Aku mendengarnya ma"ucap Erland datar.


"Bagus lah jika kau dengar,,biarka Jasmine sesekali pergi keluar menikati waktu nya bersama teman-teman nya agar tidak bosan dan jangan terlalu mengekang nya"ucap Dea.


"Benar apa yang di katakan mama mu nak,selama kau tidak ada dia hanya bekerja dan bekerja saja di perusahaan serta mengurus ketiga putra mu jadi biarkan kan ia menikmati waktu nya dulu"ucap Samuel membuat Erland diam,bukan nya ia tidak suka jika Jasmine keluar begitu hanya saja ia takut kehilangan Jasmine jika keluar begitu,walaupun Jasmine sudah menikah dan bahkan memiliki tiga putra namun jika dilihat dari wajah nya Jasmine masih seperti wanita lajang yang belum menikah.


"Lebih baik kita ke ruang kerja ku saja kalau di sini kau akan kena ceramah terus menerus"ucap Arka menepuk pundak Erland.


Kedua lelaki tersebut segera meninggalkan ruang keluarga menuju ruang kerja Erland,sampai di sana kedua nya duduk di sofa.


"Kalian akan menetap di sana"tanya Arka pada Erland.


"Aku tidak tahu,,jika Jasmine ingin di sana tidak masalah bagiku begitu pun sebalik nya"ucap Erland.


"Memang nya ada apa"tanya Erland pada Arka.


"Jika kalian tinggal di sini dia bisa mengurus perusahaan nya,,aku sudah tidak sanggup mengurus nya lagi satu saja kepala ku pusing"keluh Arka karna sebagian perusahaan tersebut milik Jasmine,Aksa memang sudah membagi sama rata perusahaan tersebut kepada mereka.


"Suruh saja orang lain mengurus nya aku tidak membiarkan nya bekerja"ucap Erland cepat.


"Bagaimana kalau kau saja yang mengurus nya dia kan istri mu jika kau tidak memperbolehkan nya mengurus nya jadi kau saja"ucap Arka tersenyum lebar.


"Perusahaan ku saja tidak bisa aku urus kau malah ingin menambah nya lagi"ucap Erland kesal.


"Kalau begitu aku katakan saja pada Jasmine jika kau tidak memperboleh kan nya bekerja dan kau juga tidak mau mengurus perusahaan milik nya"ucap Arka.


"Kau mengancam ku"ucap Erland dengan mata memicing.

__ADS_1


"Anggap saja begitu"ucap Arka santai karna ia tahu jika begitu Erland pasti tidak akan bisa berbuat apa-apa dan ia juga tidak akan pusing lagi dengan masalah perusahaan.


"Ck iya nanti aku akan urus"ucap Erland dengan raut wajah jengkel karna pekerjaan nya akan bertambah yang berarti waktu berduaan dengan istri nya akan berkurang,memikirkan hal itu saja sudah membuat nya pusing lebih dulu,sedangkan Arka tersenyum lebar mendengar ucapan Erland sekaligus adik ipar nya tersebut.


__ADS_2