
Waktu terus berlalu keluarga Samuel dan Vino sudah kembali ke negara masing-masing untuk melanjutkan aktivitas mereka lagi,Sudah seminggu mereka tiba di sana.
Sama hal nya dengan Jasmine dan Arka yang sekolah Dara dan Friska juga sudah sekolah di negera mereka sendiri.
Saat ini Dea sedang mengantar Friska untuk sekolah yang menjadi kesibukan nya beberapa hari ini,Sampai di sekolah kedua nya turun dari mobil.
"Ma Friska masuk dulu yah"ucap Friska.
"Iya sayang belajar yang rajin dan dengar kan apa yang guru katakan Ok"ucap Dea mengelus kepala Friska.
"Iya ma"ucap Friska mencium pipi Dea lalu melambaikan tangan nya masuk ke dalam.
Setelah Friska masuk ke dalam Dea kembali masuk ke dalam mobil untuk kembali ke rumah.
"Pak kita pulang saja langsung saya meresa tidak enak badan"ucap Des pada supir mereka.
"Baik nyonya"ucap supir tersebut segera melajukan mobil.
Kenapa aku pusing begini perasaan tadi aku baik-baik saja, batin Dea
Seteleh sampai rumah Dea berjalan lemas menuju kamar nya berada di lantai dua namun baru akan menaiki tangga Dea pingsan lebih dahulu.
"Nyonya" teriak kepala pelayan yang kebetulan lewat.
"Tolong cepat"teriak kepala lagi.
__ADS_1
"Ada dengan nyonya"ucap pelayan lain nya.
"Tidak tau aku menemukan nyonya sudah pingsan cepat telpon tuan dan juga dokter"ucap kepala pelayan.
Mereka segera melakukan apa yang di katakan kepala pelayan tersebut.
tut tut tu
" Hallo" ucap Samul yang baru saja melakukan meting.
"Hallo tuan nyonya pingsan di rumah tuan"ucap nya takut.
"Tunggu di sana saya akan kembali"ucap Samuel menutup telpon nya segera berlari keluar dari ruangan nya.
Ia dengan cepat berlari keluar dari perusahaan menuju mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi karna sangat khawatir pada Dea,tak butuh waktu lama ia sudah sampai di rumah dengan cepat ia berlari masuk ke dalam rumah.
"Di sofa ruang tamu tuan"ucap pelayan.
Dengan segera Samuel berlari kembali ke ruang tamu benar saja Dea berbaring di sofa dengan wajah pucat dan menutup mata.
"Sayang kenapa kau bisa pingsan seperti ini cepat buka mata mu aku sangat mengkhawatir mu"ucap Samuel mencium tangan Dea.
"Apa kalian sudah menelpon dokter"tanya Samuel pada kepala pelayan.
"Sudah tuan"ucap kepala pelayan.
__ADS_1
"Antar kan dokter itu nanti ke kamar setelah datang"ucap Samuel.
Ia menggendong Dea menuju kamar milik mereka berdua di lantai atas,sampai di kamar ia membaringkan Dea dengan hati-hati.Tak lama dokter pun datang kerumah Samuel.
"Siapa yang sakit bi"tanya Dokter tersebut.
"Nyonya bu dokter dati pingsan di sini" ucap kepala pelayan.
"Ya sudah ayo kita lihat keadaan nya"ucap dokter segera menuju kamar Dea.
tok tok tok
"Masuk"ucap Samuel yang menggenggam tangan Dea.
"Biar saya periksa nyonya dulu tuan"ucap Dokter mendekati Dea.
"Silahkan"ucap Samuel segera menjauh.
Dokter tersebut memeriksa Dea dengan teliti,setelah selesai ia tersenyum pada Samuel.
"Nyonya tidak papa tuan jangan khawatir dan selamat tuan nyonya sedang mengandung saat ini jadi saya saran kan jangan terlalu lelah dan banyak berpikir"ucap Dokter tersebut.
"Makdut dokter istri ku sedang hamil"ucap Samuel masih tak percaya.
"Iya tuan saat ino nyonya sedang hamil"ucap dokter tersebut.
__ADS_1
Samuel yanh mendengar nya segera memeluk dan memciumi seluruh wajah Dea karna sangat bahagia akhir nya usaha nya dan Dea selama ini membuahkan hasil.