MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 38


__ADS_3

Tak lama Vino datang membawa makanan untuk Aksa dan Jessica.


tok tok tok


"Masuk" ucap Aksa.


"Ini tuan makanan nya" ucap Vino.


"Hmm" ucap Aksa.


"Terimakasih" ucap Jessica tersenyum.


"Sama-sama nona, semoga cepat sembuh" ucap Vino.


"Jangan bicara lagi pada nya dan juga tersenyum, kau tidak boleh tersenyum pada siapa pun kecuali aku" ucap Aksa.


"Kau itu kenapa sih" ucap Jessica dengan kesal.


"Kau keluar sekarang dan jangan lihat dia ketika berbicara" ucap Aksa pada Vino.


Vino segera keluar dari ruangan itu karna ia tahu Aksa sedang cembutu pada nya.


"Kenapa kau mengatakan itu pada nya" ucap Jessica.


"Biar kan saja" ucap Aksa.


"Jangan pernah tersenyum pada orang lain ingat itu" ucap Aksa.

__ADS_1


"Iya iya" ucap Jessica.


"Mana makanan ku aku sudah lapar" ucap Jessica.


"Ini biar aku saja yang menyuapi mu" ucap Aksa.


"Aku bisa sendiri" ucap Jessica.


"Jangan membantah ku" ucap Aksa.


"Hmm" ucap Jessica.


Aksa pun menyuapi Jessica makan, sedangkan Jessica dengan patuh menurut saja, selesai Aksa memberikan obat pada Jessica.


"Istirahat lah agar kau cepat sembuh" ucap Aksa.


Sedangkan Aksa memakan makanan nya selesai ia pun berjalan keluar menemui Vino.


"Apa pekerjaan yang aku katakan sudah selesai" ucap Aksa.


"Sudah bos, perusahaan mereka sudah bangkrut total, bahkan karyawan yang belum gajian mendemo nya agar memberikan gaji sekarang mereka meminta bantuan pada putri mereka" ucap Vino.


"Kerja bagus, awasi dulu sampai mereka merasakan menyesal, untuk perusahaan lelaki tua itu tekan saja terus karna aku masih ingin bermain dengan mereka" ucap Aksa.


"Iya bos" ucap Vino.


Di perusahaan Bayu sekarang memang sedang demo, setelah Vino membuat perusahaan itu tidak bisa bangkit lagi dan gulung tikar Bayu sama sekali tidak bisa membayar gaji karyawan nya, bahkan rumah dan aset lain milik nya yang lain sudah habis tak tersisa.

__ADS_1


Mereka saat ini sedang menuju rumah tuan Wilson untuk meminta bantuan pada Karin, karna hanya Karin satu-satu nya yang bisa mereka harapkan untuk membantu mereka.


Saat sampai di depan gerbang satpam yang sudah tau mereka akan datang segera membuka pintu, karan Afni sudah menelpon dan membiarkan mereka masuk.


Nana dan Afni sudah tau tentang bangkrut nya perusahaan milik keluarga Karin jadi mereka ingin tau apa yang akan terjadi.


Tak lama Bayu dan Wina masuk ke dalam,Karin yang kebetulan lewat melihat kedua nya segera menghanpiri nya.


"Ma pa ada apa, kenapa wajah kalian terlihat sedih seperti itu, mama juga seperti habis menangis" ucap Karin.


"Nak bantu kami,perusaah kita sudah bangkrut bahkan semua aset kita juga sudah habis" ucap Wina menangis.


Karin yang mendengar nya terkejut bukan main, ia hampir saja terjatuh kalau bukan di tangkap Bayu dengan cepat.


"Kenapa seperti itu" ucap Karin dengan pelan.


"Papa juga tidak tau tiba-tiba seperti itu" ucap Bayu.


"Sekarang kita tidak punya apa-apa lagi" ucap Wina menangis.


"Mama dan papa tinggal di sini saja sementara waktu" ucap Karin.


"Terimakasih nak setidak nya kita masih mempunyai kamu untuk meminta bantuan" ucap Bayu.


"Iya pa" ucap Karin yang sebenar nya agak takut pada Nana dan Afni.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen nya kk😄


__ADS_2