MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 425


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat,Jasmine menikmati masa kehamilan kedua nya dengan bahagia karna di samping nya ada orang-orang yang ia sayangi dan kehamilan nya sudah tujuh bulan dan sebentar lagi ia akan segera melahirkan.


Sama hal nya dengan Erland yang masih mengalami ngidam aneh-aneh namun menjadi kesan tersendiri untuk nya.Di rumah Erland mereka semua sedang berkumpul bersama.


"Kau kenapa"tanya Samuel melihat Erland diam saja.


"Tidak ada"ucap Erland singkat.


"Lalu kenapa kau diam saja"tanya Samuel.


Erland menatap Samuel dan Aksa bergantian kemudian ia menghela nafas nya kasar entah kenapa ia ingin sekali melakukan nya.


"Aku ingin membunuh orang"ucap Erland pada kedua nya yang mana membuat kedua orang tersebut melotot tak percaya.


"Apa maksud mu"ucap Aksa dengan suara suara sedikit tinggi tidak habis pikir dengan Erland yang ingin membunuh orang di saat istri nya sedang hamil besar begitu.


"Singkir kan fikiran mu itu istri mu sedang hamil"ucap Samuel sedikit geram.


"Aku juga tidak tahu tapi aku ingin sekali membunuh orang"ucap Erland.


"Bisa tidak jangan meminta hal aneh-aneh"ucap Aksa kesal.


"Daddy salah kan saja calon cucu daddy itu kenapa meminta yang aneh begitu"ucap Erland.


"Bagaimana sekarang"ucap Samuel pada Aksa.


"Aku tidak tahu bagaimana bisa membunuh orang saat istri nya hamil besar begitu"ucap Aksa.


"Tapi ia juga sedang mengidam dan itu kemauan cucu kita tidak mungkin tidak kita turuti yang ada mereka akan ileran"ucap Samuel.


"Astaga kenapa cucu ku harus meminta hal mengeringan begitu sih"ucap Aksa kesal sendiri.


Saat mereka sedang memikirkan bagaimana dengan keinginan Erland yang ingin membunuh orang tiba-tiba ponsel Aksa berdering membuat mereka menoleh ke arah Aksa.


"Ada apa"ucap Aksa ketus melihat asisten Arka menelpon nya.


"Tuan saya ingin memberi tahu jika perusahaan Global menggelap kan uang yang akan membangun mall di kota xx"ucap Asisten Arka.


"Sudah ada bukti nya"tanya Aksa.


"Sudah tuan saya akan mengirim kan nya"ucap Asisten Arka.


"Hmm"ucap Aksa mematikan telpon nya.

__ADS_1


"Ada masalah apa"tanya Samuel.


"Perusahaan Global menggelap kan dana uang mall di kota xxx"ucap Aksa membuat mata Erland berbinar.


"Ayo kita berantas"ucap Erland semangat membuat kedua nya mengendus malas.


"Bisa tidak jangan membunuh"ucap Aksa.


"Tidak bisa dad"ucap Erland cepat.


"Turuti saja mumpung ada mangsa yang menunggu"ucap Samuel berdiri.


"Aku akan ikut juga"tambah nya.


Mereka pun segera meninggal kan rumah setelah berpamitan pada ketiga wanita yang masih membahas kamar baby yang di kandung Jasmine,rencana nya mereka akan menghias kamar tersebut.


"Kita tunggu di markas saja mereka akan membawa mereka ke sana"ucap Aksa.


"Kau sudah memberitahu mereka"tanya Samuel.


"Iyaa"ucap Aksa di angguki Samuel.


Mobil mewah yang di kendarai Samuel melaju kencang menuju markas kecil mereka untuk menghukum para penghianat yang berani berbuat curang.


Saat memutuskan keluar dari dunia bawah baik Aksa maupun Erland tidak terlibat lagi yang nama nya mafia dan mempunyai markas besar saat mereka menjabat sebagai King mafia sekarang mafia itu telah hilang dengan sendiri nya.


"Mereka sudah ada di dalam"tanya Aksa pada anak buah nya.


"Sudah tuan"ucap mereka.


"Mereka bagian ku dad"ucap Erland.


"Kau ambil saja semua aku tidak butuh"ucap Aksa.


Saat sudah di depan tahanan tersebut mata Aksa menajam menatap buruan nya berada di dalam sel tahanan milik nya.


"Perusahaan kecil seperti milik mu berani sekali bermain licik dengan perusahaan milik ku"ucap Aksa dingin.


"Maaf kan saya tuan"ucap nya gemetar takut melihat Aksa.


"Aku akan memaaf kan saat perusaan kecil mu itu aku hancur kan lebih dulu"ucap Aksa menatap tahanan nya dan anak buah nya.


"Hancurkan perusahaan kecil itu"ucap Aksa pada anak buah nya.

__ADS_1


"Baik tuan"ucap mereka segera melakukan perintah Aksa.


"Selesaikan keinginan mu itu kami akan menunggu di ruangan ku"ucap Aksa pada Erland.


"Ok dad"ucap Erland tersenyum cerah menatap tahanan di depan nya.


Setelah Aksa dan Samuel pergi Erland meminta pisau kecil pada anak buah Aksa dengan cepat mereka memberikan nya.


"Mari kita bermain dulu"ucap Erland menyeringai.


Ia masuk ke dalam sel tahanan tersebut dan mendekati tahanan tersebut yang berjalan mundur ketakutan melihat Erland memegang pisau.


"Jangan takut tikus kecil kita hanya bermain-main saja"ucap Erland.


"Jangan mendekat"ucap nya pada Erland.


Brukk


Kaki panjang Erland mendarat sempurna di dada orang tersebut membuat orang tersebut terpendal jauh dan terkapar di lantai.


Dengan sigap pisau Erland menari di tubuh orang tersebut yang membuat orang itu berteriak kesakitan,namun menjadi kesenangn tersendiri untuk Erland.


"Terus lah berteriak aku sangat senang mendengar nya"ucap Erland di iringi tawa nya.


Ia menguliti orang di depan nya,tak hanya sampai di situ ia bahkan mencongkel mata orang tersebut lalu memotong nya menjadi beberapa bagian.


Sementara di ruangan Aksa kedua nya menghela nafas kasar mendengar teriakan kesakitan dari orang yang di siksa Erland.


"Seperti nya akan ada pewaris kita di antara salah satu yang di kandung Jasmine"ucap Samuel karna melihat ngidam Erland yang selalu aneh.


"Aku rasa juga begitu"ucap Aksa.


Kedua nya diam saling mengingat kejadian demi kejadian yang mereka alami dulu saat menjadi mafia yang tak kenal ampun dan kekejaman nya tidak di ragukan lagi.


"Bagaimana menurut mu jika salah satu dari mereka menjadi penerus kita"tanya Samuel.


"Aku sih tidak masalah malahan aku bangga ada yang menjadi penerus kita"ucap Sanuel mendapat lemparan bantal sofa dari Aksa.


"Kau ini bagaimana sih cucu sendiri ingin kau buat dalam masalah besar"ucap Aksa.


"Dia akan menjadi kuat seperti kita aku yakin itu"ucap Samuel.


"Kau tau kan menjadi seorang mafia bagaimana rasa nya aku tidak ingin cucu ku dalam masalah besar"ucap Aksa.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti siapa tahu tanpa sepengetahuan kita dia menjadi seperti kita"ucap Samuel.


Aksa pun mengangguk saja tidak mau berdebat dengan Samuel yang akan membuat nya kesal sendiri,tak lama pintu terbuka menampilkan Erland datang dengan senyum ceria dan wajah bahagia nya setelah menuntas kan membunuh tahanan itu.


__ADS_2