
Sementara Erland yang masih mencari Jasmine di sekitar pantai dengan mobil nya tak menemukan Jasmine,sampai ia teringat tentang cincin yang ada di jari manis Jasmine.
"Astaga kenapa tidak dari tadi sih"gumam Erland kesal sendiri.
Ia pun melihat dengan ponsel nya di mana keberadaan Jasmine setelah tau Erland bernafas lega segera melajukan mobil nya untuk kembali ke rumah.
Malam hari nya ketiga nya sudah ada di meja makan tanpa bicara sedikit pun membuat suasana jadi canggung karna aura yang di keluarkan Jasmine tidak bersahabat.
Selesai makan malam Kania lebih dulu meninggal kan meja makan karna ia tahu jika Erland dan Jasmine seperti memiliki masalah untuk itu ia tidak ingin ikut campur dan memilih pergi kekemar nya agar Jasmine dan Erland segera menyelesaikan masalah mereka.
"Maaf kan aku"ucap Erland menatap Jasmine yang masih makan,namun sama sekali tak di hiraukan Jasmine.
"Aku hanya bercanda saja tadi"ucap Erland lagi membuat Jasmine menatap datar Erland ia pun segera minum dan pergi meninggal kan meja makan tanpa menjawab ucapan Erland.
__ADS_1
Erland yang di tinggal kan segera mengejar Jasmine yang sudah berada di lantai dua dengan cepat ia memeluk Jasmine sebelum Jasmine masuk ke kamar nya.
"Maaf kan aku,aku sungguh tidak sengaja membuat mu kesal,jangan diam kan aku seperti ini"ucap Erland dengan pelan,karna bagi nya lebih baik Jasmine memukul nya namun ia mau berbicara dari pada harus di diam kan seperti itu membuat nya tersiksa.
"Lepas kan aku"ucap Jasmine datar.
"Sebelum kau memaaf kan ku aku tidak akan melepaskan mu"ucap Erland memper erat pelukan nya.
"Kenapa bicara mu masih datar begitu berarti kau belum memaaf kan ku"ucap Erland.
"Sudah malam aku lelah ingin istirahat"ucap Jasmine masuk ke dalam kamar nya dan mengunci nya.
Sementara Erland menghembus kan nafas nya kasar karna seperti nya Jasmine masih saja kesal pada nya,ia memilih masuk ke ruang kerja nya untuk mengerjakan pekerjaan nya, Lain hal nya dengan Jasmine yang berjalan menuju balkon kamar nya menghirup udara segar.
__ADS_1
Kenapa aku masih kesal pada nya jika ingat mereka yang menatap terpesona diri nya,haisss kenapa juga aku seperti ini sih apa iya aku cemburu,batin Jasmine.
Ia pun memilih duduk di kursi sambil menyenderkan tubuh nya menatap bintang-bintang di langit sambil menikmati angin malam yang terasa berhembus ke tubuh nya.
Jam menunjuk kan hampir tengah dua belas malam,Erland beru keluar dari ruang kerja berjalan masuk ke dalam kamar nya sambil memikir kan bagaimana cara nya agar Jasmine memaafkan nya dan mau berbicara lagi pada nya.
Setelah mengganti baju dengan baju tidur Erland menatap keluar jendela sebentar melihat cahaya keluar dari kamar Jasmine membuat ia membuka pintu balkon kamar nya dan menatap ke arah balkon kamar Jasmine.
Ia dapat melihat Jasmine yang seperti nya tertidur di kursi dengan cepat ia melompat ke balkon kamar Jasmine karna memang jarak nya dekat.
"Kenapa sampai ia tidur di luar seperti ini bahkan tidak memakai selimut"gumam Erland menatap wajah Jasmine yang tertidur lelap.
Dengan cepat Erland mengangkat tubuh Jasmine masuk ke dalam kamar dan menyelimuti nya,ia mencium kening Jasmine sebelum keluar dari kamar Jasmine dan menutu pintu balkon kamar Jasmine.
__ADS_1