
Wajah Gazella semakin dingin dan tangan nya terkepal kuat mendengar bentakan Jasmine,mata nya menajam menatap ke arah Jasmine.
"Maaf kan mommy,,mommy tidak sengaja membentak mu"ucap Jasmine setelah sadar apa yang ia lakukan.
"Tangan mu kenapa nak"ucap Rose khawatir.
Gazella tetap diam saja hingga tak lama ia jatuh pingsan membuat mereka berteriak.
"Gazella"teriak bersamaan.
"Bawa ke rumah sakit cepat"ucap Rose semakin khawatir di tambah tangan Gazella yang masih tetap mengeluarkan darah.
Niel menggendong Gazella dan dengan cepat ia berlari membawa Gazella keluar dari hotel tersebut.
"Putri papa kuat sebentar lagi kita akan sampai"ucap Niel menatap wajah Gazella yang pucat pasi.
Setelah keluar hotel mereka segera masuk ke dalam mobil membawa Gazella ke rumah sakit,sepanjang jalan Rose tidak henti-henti nya menangis melihat Gazella.
Sampai di rumah sakit Niel membawa Gazella masuk ke dalam untuk di periksa dokter,sementara ia dan Rose menunggu di luar.
Lain hal nya di hotel Jasmine jatuh terduduk di lantai melihat Gazella pingsan setelah ia membentak nya dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
"Apa yang kau lakukan pada cucu ku"ucap Aksa dingin.
"Maafkan Jasmine dad"ucap Jasmine menangis sesegukan.
"Aku tidak ingin mendengar maaf mu yang aku tanya apa yang kau lakukan pada cucu ku"teriak Aksa murka semakin membuat Jasmine manangis.
"Setelah ini jangan berharap untuk mendekati nya atau bahkan melihat nya"ucap Aksa dingin.
"Dia putri ku dad"ucap Jasmine membuat Aksa tertawa sinis.
__ADS_1
"Putri mu kau bilang,lalu di makan kau selama ini sebagai ibu nya kalau dia putri mu"ucap Aksa.
"Kakek ini salah Rora"ucap Rora menunduk membuat mata Aksa menatap tajam ke arah Rora.
"Apa yang telah kau perbuat pada nya"tanya Aksa.
"Tadi Rora hanya berkata agar dia jangan membenci mommy dan daddy karna semua salah Rora yang mengambil perhatian mommy dan daddy karna penyakit Rora dulu"ucap Rora menunduk.
"Bagaimana rasa nya jika kau yang harus berada di posisi nya apa kau juga akan semudah itu memaafkan mereka berdua"tanya Aksa menatap mereka bergantian.
"Tidak terjawab bukan"ucap Aksa segera meninggalkan mereka semua,ia menghubungi Niel untuk menanyakan di rumah sakit mana Gazella berada.
Mereka semua meninggalkan hotel tersebut mengikuti Aksa untuk melihat keadaan Gazella,Kevan bahkan ingin rasa nya memberi pelajaran pada Rora yang telah membuat gadis milik nya seperti itu.
Di rumah sakit sendiri Niel dan Rose masih menunggu dokter yang menangani Gazella namun tak kunjung keluar membuat kedua nya semakin resah. Tak berapa lama Aksa dan yang lain nya datang menghampiri Niel dan Rose.
"Bagaimana keadaan nya"tanya Aksa.
Sudah dua jam dokter yang memeriksa Gazella tidak keluar semakin membuat mereka khawatir,sementara di dalam ruangan Gazella mereka memeriksa keadaan Gazella dengan teliti namun tidak ada yang membahayakan dan hanya ada luka di tangan Gazella saja.
"Seperti nya ada yang salah"ucap dokter yang memeriksa Gazella.
"Panggil beberapa dokter spesialis yang masih berada di sini"ucap dokter tersebut pada suster yang ikut menangani Gazell.
Suster tersebut mengangguk cepat dan keluar dari ruangan tersebut dengan tergesa-gesa sampai tidak sempat menjawab pertanyaan mereka yang di luar.
Tak lama suster tersebut kembali datang bersama tiga dokter spesialis semakin membuat mereka panik takut keadaan Gazella.
Di dalam ruangan Gazella para dokter tersebut memeriksa keadaan Gazella secara menyeluruh,hingga tiga jam kemudian mereka keluar dengan wajah yang sulit di artikan.
"Bagaimana keadaan cucu saya"tanya Aksa orang yang paling mengkhawatirkan Gazella.
__ADS_1
"Kita bisa bicarakan di ruangan lain"ucap dokter tersebut di angguki Aksa.
Mereka mengikuti dokter tersebut karna penasaran dengan keadaan Gazella yang sudah berjam-jam di dalam dan di tangani beberapa dokter.
Semua nya duduk di kursi mulai mendengar kan penjelasan dokter tersebut.
"Nona Gazella seperti nya mengalami yang nama nya putri tidur atau biasa di sebut sleeaping beauty,sindrom putri tidur biasa karna ada kelainan saraf langka yang menyebakan kan nya tidur berlebihan atau bisa saja ia ingin melupakan sesuatu yang buruk maka dari itu ia lebih memilih tidur agar bisa melupakan hal tersebut"ucap dokter tersebut membuat mereka semua diam.
"Kapan ia bisa bangun dari kondisi itu"tanya Samuel.
"Bisa selama dua puluh jam atau berhari-hari bahkan ada yang berbulan-bulan"ucap dokter tersebut.
"Saya saran kan agar kalian selalu mengajak nya berbicara dan berusaha membuat nya melupakan apa yang ia alami agar semakin cepat ia membuka mata nya"ucap dokter tersebut.
Aksa segera keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sulit di artikan,ia masuk ke ruangan Gazella setelah Gazella di pindahkan. Aksa duduk di samping Gazella dan mengelus kepala Gazella lembut ia menatap wajah pucat Gazella membuat nya ingin menangis.
"Bangun lah sayang kakek tidak tahan melihat mu jika seperti ini"ucap Aksa pelan.
Tak lama yang lain datang untuk melihat keadaan Gazella,mereka semua diam dan mata mereka hanya tertuju pada wajah pucat Gazella yang memejamkan mata nya.
"Sudah hampir pagi kakek dan yang lain nya pulang saja dulu biar Bintang yang menemani Queen di sini"ucap Bintang.
"Iya kek nanti kakek yang akan ikut sakit,kakek harus menjaga kesehatan biar kami yang menjaga nya di sini"ucap Angkasa.
Aksa dan yang lain nya mengangguk segera meningglkan ruangan Gazella meninggalkan lima lelaki tampan yang menjaga Gazella di dalam,siapa lagi kalau bukan Kevan,Bintang,Angkasa,Galaksi dan Nathan. Mereka duduk di sofa ruangan tersebut dengan diam dan pikiran mereka kemana-mana.
Lain hal nya dengan Gazella yang berada di alam bawah sadar nya,mata nya menatap sekeliling karna tidak tahu ia berada di mana hingga suara seseorang yang sangat di rindukan nya memanggil nama nya.
"Queenn"ucap orang tersebut membuat Gazella menoleh,mata nya berkaca-kaca menatap kedua orang tersebut begitu pun dengan kedua nya.
"Nenek"ucap Gazella pelan dengan air mata yang mulai menetes dengan langkah lebar ia memeluk kedua nya menumpahkan rasa sesak yang selama ini ia alami sendiri tanpa ada yang tahu.
__ADS_1
"Queen sangat merindukan nenek,nenek tahu Queen rasa nya ingin menyusul nenek,,Queen sudah tidak sanggup lagi bertahan nek tidak sanggup"ucap Gazella menangis sesegukan membuat kedua orang tersebut mempereta pelukan nya pada tubuh rapuh tersebut.