MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 391


__ADS_3

Dara dan Arka sudah sampai di rumah baru mereka sesuai dengan rumah impian Dara yang sengaja Arka buat untuk istri nya tersebut.


"Terimakasih atas rumah nya"ucap Dara memeluk Arka.


"Terimakasih juga sudah menjadi istri ku"ucap Arka membalas pelukan Dara.


Kedua nya pun masuk ke dalam rumah berlantai dua tersebut,Arka mengajak Dara menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua.


ceklek


Pintu terbuka lebar membuat Dara mematung menatap kamar yang akan ia tempati begitu luas dan mewah.


"Kau suka"tanya Arka mengelus kepala Dara.


"Sangat suka"ucap Dara berdecak kagum meski pun kamar nya besar dan luas namun ini lebih luas dan mewah.


"Ayo masuk ke dalam aku sudah menyiapkan semua di dalam"ucap Arka.


Dara pun mengangguk masuk ke dalam,ia mengelilingi kamar tersebut dan masuk ke ruang ganti,lagi-lagi ia menggeleng kepala melihat semua isi nya yang sudah lengkap di dalam nya.


"Kapan kau menyiapkan ini semua"tanya Dara karna Arka selalu ada di samping nya.


"Sebelum kita menikah aku sudah menyiapkan nya"ucap Arka.


Kedua nya pun memilih istirahat di kamar menghabiskan waktu mereka berdua sebelum nanti mereka pergi ke rumah Aksa.


Sementara di luar Jasmine dan Erland berjalan-jalan menghabiskan waktu mereka berdua dengan menggunakan motor Erland.


"Kau ingat dulu saat aku membawa mu ke tempat ini"tanya Erland menggengam tangan Jasmine menuju tempat di mana dulu ia menggungkap kan perasaan nya pada Jasmine.


"Tentu saja aku ingat"ucap Jasmine terkekeh pelan memandang tempat yang dulu di sewa Erland untuk mereka berdua.


"Tempat ini masih sama saja,hanya sedikit yang berubah begitu pun dengan kita"ucap Erland.


"Maksut nya"tanya Jasmine.


"Dulu aku meminta mu menjadi pacar ku di sini dan berjanji akan menikahi mu dan sekarang kita kembali ke sini dengan status menikah bahkan menjadi orang tua"ucap Erland membuat Jasmine mengangguk.


"Ayo ke sana"tunjuk Erland mengajak Jasmine naik ke atas perahu.


Jasmine tersenyum tipis mengikuti langkah Erland,kedua nya naik ke atas perahu tersebut dengan Erland yang mendayung nya,sementara Jasmine menatap sekeliling nya tidak ada yang berubah sudah berapa tahun mereka tidak ada di negara tersebut.


Erland menghentikan perahu tersebut tepat di tengah danau menikmati wajah bahagia Jasmine yang tak henti tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa menatap ku terus"tanya Jasmine merasa di perhatikan sedari tadi.


"Apa salah nya menatap orang yang aku cintai"ucap Erland.


"Tapi tidak begitu juga mata mu tidak berkedip melihat ku"ucap Jasmine membuat Erland terkekeh.


"Jasmine Falleria Reynal aku sangat mencintai mu"teriak Erland kera membuat Jasmine melotot kaget.


Ia menyembunyikan wajah nya dengan kedua telapak tangan nya karna malu mendapat sorakan dari yang lain karna bukan cuma mereka yang ada di danau tersebut melainkan pasangan yang lain seperti nya kekasih.


"Memalukan"ucap Jasmine pelan membuat Erland tertawa.


"Ayo kita pergi dari sini kau membuat ku malu saja"ucap Jasmine menatap Erland dengan wajah memerah.


Erland menurut mendayung perahu itu kemabali ke tepi karna matahari juga sudah di atas kepala,kedua nya pun turun dari perahu berjalan keluar dari tempat tersebut.


"Kita makan dulu aku lapar"ucap Jasmine.


"Ok sayang ku"ucap Erland mengedipkan sebelah mata nya menggoda Jasmine.


"Anda seperti seorang yang baru jatuh cinta tuan padahal anda sudah memiliki anak"ejek Jasmine.


"Ini nama nya daddy terasa lajang sayang"ucap Erland membuat Jasmine memutar bola mata nya malas.


Erland melajukan motor nya menuju restoran mewah yang baru saja buka di kota tersebut,Saat kedua nya sudah sampai dan turun dari atas motor ingin masuk ke dalam seseorang yang kebetulan juga ada di sana memanggil Erland.


"Erland"ucap wanita tersebut menghampiri kedua nya.


"Siapa dia"tanya Jasmine berbisik pada Erland yana mana ia ingin tertawa melihat wajah wanita tersebut yang seperti tante-tente penghibur.


"Tidak tau"ucap Erland acuh.


"Hai kita bertemu lagi"ucap nya.


"Anda manusia atau Vampir"ucap Erland dingin membuat Jasmine menahan tawa.


"Mana ada Vampir secantik aku"ucap Wanita tersebut yang tak lain sonia.


"Ayo sayang"ucap Erland menarik tangan Jasmine masuk ke dalam tidak peduli dengan Sonia yang masih mengikuti nya dari belakang.


"Dia penggemar mu"tanya Jasmine.


"Aku tidak tahu"ucap Erland mengangkat bahu nya acuh.

__ADS_1


Kedua nya duduk di kursi yang kosong begitu pun dengan Sonia yang ikut duduk membuat mata Erland menajam.


"Pergi kau"ucap Erland dingin.


"Sayang"panggil Jasmine membuat Erland diam namun mata nya masih memandang tajam ke arah Sonia.


"Kau siapa nya Erland"tanya Sonia.


"Oh saya istri nya"ucap Jasmine tersenyum tipis.


Sonia yang awal nya bersikap ramah kini memandang tajam ke arah Jasmine membuat Jasmine mengendus kasar.


"Pergi"ucap Erland.


"Kau istri nya"tanya Sonia tidak menghiraukan Erland.


"Ya"ucap Jasmine singkat.


"Apa bagus nya diri mu yang biasa saja dari pada aku,,tidak mungkin kau istri nya"ucap Sonia dengan sombong.


"Pergi kau dari sini dan jangan pernah mencul di hadapan ku atau pun istri ku"bentak Erland keras membuat Sonia ketakutan.


Ia meninggalkan kedua nya dengan takut dan marah menjadi satu.


"Kenapa kau emosi begini sih"ucap Jasmine mengelus lengan Erland.


"Seperti nya wanita itu meminta mati"ucap Erland datar.


"Sudah lah ayo makan lalu kita pulang"ucap Jasmine di angguki Erland.


Kedua nya makan dengan tenang,setelah selesai mereka keluar dari restoran tersebut untuk kembali ke rumah.


Di kediaman Dara dan Arka saat ini sudah ada Sasa dan Manda di depan mereka,Dara hanya menatap datar tanpa mau berbicara lebih dulu.


"Kak"panggil Manda menatap Dara dengan rasa bersalah dan menyesal.


"Maafkan aku dan mama selama ini telah banyak salah pada mu"ucap Manda dengan air mata yang mulai keluar begitu pun dengan Sasa.


Sementata Dara masih diam saja tidak mengatakan apapun,tangan nya menggenggam sebelah tangan Arka yang duduk di samping nya.


"Apa dengan kata maaf rasa kecewa ini bisa hilang"tanya Dara datar semakin membuat Sasa menangis.


"Maafkan mama sayang,maafkan mama"ucap Sasa menatap Dara membuat Dara membuang muka dan menatap ke arah lain tidak tahan melihat mama nya menangis namun rasa kecewa itu masih saja belum hilang.

__ADS_1


__ADS_2