MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 437


__ADS_3

Jessica melangkah cepat menuju kamar Kris di ikuti Aksa dari belakang,ketika mereka berdua berada di depan pintu kamar Kris dapat mereka dengar jika Kris memangis tepat di balik pintu yang tertutup rapat tersebut.


Mendengar isak tangis menyedih kan dari Kris semakin membuat Jessica marah dan emosi melihat cucu nya karna ia pernah berada di posisi Kris.


"Kita pindah dari sini besok aku tidak tahan lagi"ucap Jessica menarik tangan Aksa agar menjauh dari kamar Kris memberikan waktu untuk Kris agar lebih tenang.


"Aku ingin memberi mereka pelajaran lebih dulu"ucap Aksa.


"Tidak perlu biarkan mereka sendiri yang mencari keberadaan Kris kita pergi dari sini tanpa memberi tahu siapa pun dan membawa Kris jauh dari negara ini"ucap Jessica di angguki Aksa.


"Biar kan dia tenang dulu nanti kita masuk ke dalam"ucap Aksa.


"Baiklah aku akan mempersiapkan barang-barang yang akan kita bawa besok"ucap Jessica.


Sementara Aksa berjalan menuju ruang kerja nya untuk mengurus semua nya besok agar mereka pagi bisa langsung berangkat.


Sementara di restoran Erland dan Jasmine menatap Aurora yang makan hanya sedikit karna tidak ***** makan,wajah nya masih sedikit pucat karna baru saja melakukan cuci darah dari rumah sakit.


"Makan yang banyak sayang"ucap Jasmine mengelus kepala Rora.


"Iya mom"ucap Rora tersenyum tipis di bibir pucat nya,ia bersyukur karna Jasmine dan Erland selalu memperhatikan nya dan selalu berusaha agar ia sembuh,ia pernah berpikir Jasmine dan Erland akan mengabaikan nya karna ia penyakitan dan hanya akan menyusah kan nya saja namun sekarang pikiran itu ia buang jauh-jauh melihat perhatian dan kasih sayang kedua nya untuk nya.


"Mom Rora ingin makan masakan mommy saja ini tidak enak"ucap Rora.


"Kalau begitu kita pulang sekarang mommy akan memasak nya"ucap Jasmine.


Mereka pun meninggal kan restoran tersebut tanpa mereka tahu jika sosok gadis melihat mereka tadi dan sedang menangis di kamar nya sendiri.


Malam hari nya saat ingin makan malam Jessica berjalan ke kamar Kris untuk memanggil nya makan malam karna sudah waktu nya mereka makan malam bersama.


"Queen"panggil Jessica mengetuk pintu kamar Kris.


"Sayang buka pintu nya nak"ucap Jessica lagi karna tidak ada jawaban.

__ADS_1


"Queen"panggil Jessica lebih keras dan mengetuk nya tetap saja tidak ada jawaban membuat ia panik.


"Dadddyyy"teriak Jessica memanggil Aksa hingga Aksa yang berada di ruang makan berlari menghampiri Jessica.


"Ada apa sayang"tanya Aksa khawatir takut Jessica kenapa-napa.


"Queen tidak menjawab saat aku panggil dan ketuk pintu nya coba dobrak pintu nya aku takut terjadi sesuatu pada nya"ucap Jessica cepat.


"Minggir"ucap Aksa ikut khawatir.


Brukk


Aksa mendobrak pintu tersebut dengan kencang hingga mata mereka berdua melotot kaget melihat Kris pingsan di dekat ranjang nya.


"Queenn"teriak mereka berdua berlari menghampiri Kris.


"Cepat angkat kita bawa ke rumah sakit"ucap Jessica menangis karna suhu tubuh Kris begitu panas.


Tanpa menjawab Aksa menggendong Kris keluar kamar berlari agar cepat sampai ke mobil begitu pun dengan Jessica yang ikut berlari dari belakang.


"Baik tuan"ucap nya berlari menuju mobil dan membuka pintu untuk Jessica dan Aksa masuk ke dalam.


Setelah mereka masuk supir tersebut juga masuk dan mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit.


"Queen buka mata mu sayang"ucap Jessica memangis dan menepuk pipi Kris agar bangun namun tidak kunjung membuka mata.


"Cepat sedikit"ucap Aksa khawatir melihat keadaan Kris.


Sepuluh menit di perjalanan akhir nya mereka sampai di rumah sakit,Aksa membawa Kris masuk ke dalam dan langsung di tangani dokter saat melihat kedatangan Aksa.


"Cepat periksa cucu ku"ucap Aksa.


"Baik tuan"ucap dokter tersebut karna tahu siapa Aksa.

__ADS_1


Kris berada di dalam ruangan di periksa dokter sementara mereka berdua menunggu di luar dengan perasaan cemas.Tak lama dokter tersebut keluar dari dalam.


"Bagaimana keadaan cucu kami"tanya kedua nya kompak.


"Demam nona sangat tinggi hingga menyebakan nya pingsan dan juga nona seperti nya terlalu banyak pikiran,anak sesusia nona seharua nya tidak boleh terlalu banyak pikiran karna usia nya masih sangat kecil menyebab kan nya seperti itu"jelas dokter tersebut.


"Siap kan semua yang di butuh kan saat dalam pesawat kami akan membawa nya sekarang"ucap Aksa mengepal kan tangan nya.


"Baik tuan"ucap dokter tersebut mengerti.


"Aku akan ke rumah mereka dulu dan kita bertemu di bandara"ucap Aksa menahan amarah keluar dari rumah sakit tersebut,sebenar nya Jessica juga ingin ikut namun ia tidak mungkin meninggalkan Kris sendirian di sana.


Aksa mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Erland dan Jessica bersiap bersama Kris yang masih belum sadar menuju bandara sesuai ke inginan Aksa.


Mobil mewah milik Aksa berhenti di depan pintu rumah Jasmine dan Erland,ia keluar dengan wajah dingin yang tidak pernah ia perlihat kan pada keluarga nya sekarang keluar karna amarah nya.


Brukk


Aksa menendang pintu mereka hingga membuat mereka yang di dalam terkejut dan menoleh ke arah suara.


"Puas kalian menyakiti cucu ku"ucap Aksa dengan dingin serta mata menajam membuat mereka merinding sekaligus bingung.


"Apa maksud daddy"ucap Jasmine.


"Kalian berdua orang tua macam apa haa"teriak Aksa menggema di ruangan tersebut.


"Apa kalian tidak sadar ada putri kalian yang masih kecil yang membutuh kalian juga,aku tahu Aurora memang sakit dan butuh kalian berdua tapi kalian tidak harus lupa dengan Queen yang juga butuh perhatian kalian walupun cuma sedikit"teriak Aksa lagi membuat mereka semua diam.


"Apa salah nya kalian datang ke rumah menjenguk nya dan memberi nya perhatian dan pengertian tapi ini tidak kalian sama sekali tidak pernah datang dan menunggu nya, kalian tahu cucuku terbaring lemah di rumah sakit gara-gara kalian,setiap hari ia menangis dan memikirkan kalian yang tidak memberi nya kasih sayang"ucap Aksa dingin dan datar.


"Queen sakit kek"tanya Galaksi dan Angkasa, Bintang tidak ada di rumah karna sedang mempunyai tugas sekolah di luar bersama teman nya.


"Ya dia sakit dan pingsan di sana karna tadi siang ia melihat mereka bertiga di restoran,ia merasa bukan lah anak mereka karna tidak ada diri nya di antara nya sehingga ia menangis dan menyebab kan nya demam tinggi dan sekarang berakhir di rumah sakit"ucap Aksa.

__ADS_1


"Aku datang hanya mengatakan itu dan semoga kalian akan menyesal tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi"ucap Aksa dingin meninggalkan mereka semua.


Mereka terdiam menatap kepergian Aksa hingga Aurora yang nama nya di sebut dari awal merasa bersalah kepada adik nya tersebut jatuh pingsan membuat mereka panik.


__ADS_2