
Al terus mencari keberadaan Bella, Al tidak ingin sesuatu terjadi pada Bella.
"Ini semua salahku coba saja kalau aku membukakan pintu untuknya tadi ini semua tidak akan terjadi, Bella tidak akan hilang seperti ini."ujar Al yang sangat menyesali perbuatannya pada Bella.
"Maafkan aku sayang."ujar Al yang sudah mulai kehilangan akal kemana lagi dia harus mencari Bella.
Tanpa pikir panjang Al langsung menghubungi anak buah untuk mencari tau keberadaan Bella.
"Hallo."ujar Al saat sambungannya sudah diangkat oleh anak buahnya.
"Hallo Tuan ada apa Tuan menghubungiku."ujar Vigo.
"Cari tau dimana Bella sekarang ku beri kau waktu 10 menit untuk menemukan keberadaan dan langsung kabari aku secepatnya."ujar Al pada Vigo.
"Baik Tuan akan saya lakukan."ujar Vigo.
Al langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak dan masih berusaha untuk mencari keberadaan Bella.
Al masih berjalan tak tau arah untuk mencari Bella, Al takut terjadi sesuatu pada Bella karna Al tau banyak musuh yang sedang mengincar kelemahannya. Al takut jika Bella di tangkap oleh musuh-musuh nya dan menyakiti Bella.
Sedangkan Vigo yang mendapat perintah dari Boss nya langsung mencari tau dimana keberadaan Nona Muda Tuannya.
*Mati gue tinggal 8 menit lagi, gue harus cari kemana lagi.* batin Vigo yang tak kunjung menemukan keberadaan Bella.
"Lo sedang apa."tanya Raga.
"Gue di suruh sama Boss buat cari keberadaan Nona Muda dia hilang."ujar Vigo.
"Apa kok bisa."ujar Raga kaget.
"Gue nggak tau gimana ceritanya pokonya Boss ngasih gue waktu 10 menit buat cari dia, sekarang tinggal 5 menit lagi. Kalau sampai nggak ketemu bisa kena omel gue nanti sama si Boss."ujar Vigo yang langsung panik kalau sampai di marahi oleh Al yang terkenal kejam itu.
"Ya udah minggir Lo biar gua yang cari."ujar Raga.
"Lo serius."tanya Vigo.
"Minggir."ucap Raga lagi.
"Nggak Boss nggak teman saja aja suka maksa."gerutu Vigo.
"Diem lu."ujar Raga yang dapat mendengar gerutu Vigo di belakangnya.
"Iya."jawab Vigo cuek.
Raga terus fokus mencari Bella dengan menggunakan GPS di ponsel milik Bella.
"Sekarang Nona ada di jalan Merdeka dekat perumahan Melati Indah, tapi Lo harus bilang sama Boss kalau tempat itu sangat berbahaya. Bella udah masuk ke wilayah musuh yang selama ini mengincar kelemahan Al."ujar Raga dan langsung bangkit dari tempat duduknya untuk menghubungi seseorang.
"Cepet bangat tuh anak dapat lokasi Nona, apaan sih isi otaknya kok jenius amat."ujar Vigo yang heran pada Raga yang sangat mudah untuk menemukan keberadaan Nona Muda.
Tanpa pikir panjang Vigo langsung menghubungi Bossnya untuk mengatakan dimana Bella berada sekarang.
"Hallo Boss."ujar Vigo saat panggilan sudah di angkat oleh Al.
"Katakan."ujar Al yang sudah kehilangan akal untuk mencari keberadaan Bella yang tak kunjung ketemu sampai sekarang.
"Nona Muda ada di jalan Merdeka dekat perumahan Melati Indah."ujar Vigo.
"Apa."ujar Al yang kaget kenapa Bella bisa sampai di sana.
"Informasi yang saya dapat dari Raga kalau tempat itu sangat berbahaya Boss, tempat itu merupakan tempat tinggal musuh Boss yang ingin menghancurkan Boss."ujar Vigo.
"Saya tau, sekarang kamu kerahkan anak buah untuk berjaga di sana dan temukan segera Nona Muda. Jangan melakukan pergerakan apa pun sebelum mendapat perintah dari saya. Paham kamu Vigo."ujar Al.
"Paham Boss."ujar Vigo.
Al langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak dan langsung menuju tempat di mana Bella berada.
*Kenapa kamu bisa ada di sana sayang, tempat itu sangat berbahaya untuk kamu sayang.*batin Al yang sangat khawatir dengan keadaan Bella saat ini.
Al langsung memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di tempat Bella berada sekarang.
Sedangkan Vigo sedang mengawasi tempat itu agar bisa membaca situasi. Vigo tidak ingin kalau Nona Mudanya kenapa-kenapa.
"Kalian semua bergerak masuk ke dalam tapi jangan sampai ketahuan. Kawasan ini sangat bahaya jadi kalian harus sangat hati-hati. Jangan ada pergerakan sebelum mendapat perintah dari Boss. Kalian paham."ujar Vigo pada anak buah yang ikut bersamanya.
"Paham Boss."ujar mereka dan langsung berpencar mencari tempat persembunyian yang aman agar tidak ketahuan.
Al sudah berada di depan perumahan Melati Indah tempat yang tidak pernah ingin di datangi oleh Al, kalau bukan karna Bella Al tidak akan sudi menginjakkan kakinya di sini.
Vigo yang melihat kedatangan Bossnya langsung berjalan ke arahnya.
"Boss." panggil Vigo.
__ADS_1
"Dimana Bella sekarang."ujar Al.
"Nona Muda di dalam Tuan dekat anak-anak kecil yang dilihat di pinggir jalan tadi Tuan."ujar Vigo.
"Anak kecil pinggir jalan."ujar Al heran.
"Iya Tuan."jawab Vigo.
Tanpa pikir panjang Al langsung berjalan ke dalam tanpa memikirkan keselamatannya sedikit pun, yang ada dalam fikiran Al saat ini adalah keselamatan Bella.
Vigo yang melihat Bossnya berjalan dengan entengnya masuk ke dalam tanpa pikir panjang langsung mengawalnya dan mengawasi setiap sudut agar Bossnya aman tanpa luka sedikitpun.
Sedangkan di tempat lain Bella yang saat itu sedang mengikuti anak-anak yang dilihatnya di pinggir jalan tadi seketika langsung berhenti dan memandang ke segala arah.
Bella sangat asing dengan tempat ini, tempatnya sepi dan menyeramkan.
Bella memutuskan untuk keluar dari tempat itu dengan hati-hati supaya tidak ada yang mengetahui dirinya.
Al masih terus berjalan lebih dalam lagi supaya bisa menemukan Bella.
Langkah Al terhenti ketika seseorang memanggilnya.
"Tuan Al mau apa Anda ke sini."ujar seorang pria parubaya pada Al.
"Bukan urusan Anda sebaiknya Anda menyingkir dari jalan saya."ujar Al dingin.
"Ini kawasan kami jadi kami semua berhak melarang siapa pun masuk ke sini."ucapnya lagi.
"Vigo awasi dia jangan sampai dia menghambat jalanku."ujar Al pada Vigo dan Vigo langsung berjalan ke arah pria parubaya itu dan menghadangnya agar tidak menganggu jalan Bossnya.
Al langsung jalan lagi mencari Bella yang tak kunjung ketemu dari tadi.
Bella terus berjalan keluar dari sana hingga mendengar pembicaraan orang yang berniat menghancurkan perusahaan ALX COMPANY.
Bella yang penasaran dengan pembicaraannya langsung menajamkan telinga agar bisa mendengar pembicaraan mereka lebih detail lagi.
"Pokok Lo harus bisa ancurin perusahaan tempat Lo bekerja itu."ujar pria itu pada teman perempuannya yang bekerja di perusahaan ALX COMPANY.
"Gue nggak mau perusahaan itu sudah mengangkat derajat keluarga gue. Gue nggak mau berurusan Boss Al dia orang yang baik pada semua bawahannya. Dan gue harap Lo jangan cari masalah sama dia Ijay kalau Lo nggak mau dalam bahaya."ujar perempuan itu pada laki-laki yang bernama Ijay.
"Jadi Lo nggak mau nolongin gue buat ancurin perusahaan itu."ucap Ijay.
"Tidak akan pernah."ujar Desi.
"Lo memang pernah bantu gue dulu tapi cara Lo bantu gue itu salah, maksud Lo apa nyuruh gue datang ke hotel-hotel dengan memakai baju sedikit terbuka. Lo berniat nyuruh gue buat nemenin om-om hidung belang itu kan. Lo pikir gue nggak tau dan untung saja ada orang baik yang nyelamatin gue."ujar Desi.
Bella yang berniat pergi dari tempat itu tidak sengaja menginjak botol plastik di depannya, sehingga Ijay dan Desi langsung melihat ke sumber suara.
"Woy siapa Lo."ujar Ijay dan langsung keluar ingin menangkap Bella.
Dengan cepat Bella langsung lari secepat mungkin dari tempat itu. Dia sanggar takut jika laki-laki itu berhasil menangkapnya.
Sedangkan Desi merasa kenal dengan perempuan yang menguping pembicaraannya.
*Dia wanita baik itu gue harus selamatin dia dari Ijay.*batin Desi.
Bella yang terus berlari tidak sengaja kakinya tersandung batu seketika itu juga tubuh Bella oleng dan kepala Bella menghantam tiang yang berada di depannya.
Tubuh Bella sekita ambruk dan tak sadarkan diri. Ijay yang baru tiba di tempat itu mendapati tubuh Bella yang sudah tergelatak di jalan.
Desi yang melihat Ijay dari kejauhan langsung mencari sesuatu untuk menolong gadis baik itu. Desi yang melihat balok kayu yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini langsung mengambilnya dan berjalan hati-hati ke arah Ijay agar tidak curiga.
Setelah cukup dekat Desi langsung mengangkat balok kayu ke atas dan langsung mendaratkan balok kayu itu di punggung Ijay. Ijay yang mendapat serangan tiba-tiba langsung ambruk dan pingsan.
Dengan cepat Desi langsung berteriak minta tolong agar ada orang baik yang mau menolongnya.
"Tolong."teriak Desi.
"Tolong."ujar Desi sekali lagi dan masih belum seorangpun menolongnya.
"Tolong." teriak Desi lebih keras lagi.
Sedangkan Al yang tak berada dari tempat Bella pingsan mendengar suara orang minta tolong. Tanpa pikir panjang Al langsung berjalan ke sumber suara.
"Ada apa Nona."ujar Al yang tak melihat Bella karna terhalang tubuh Desi.
"Tolong perempuan baik ini Tuan."ujar Desi dan sedikit menggeser tubuhnya.
Setelah Desi menggeser sedikit tubuhnya mata Al langsung membulat setelah melihat Bella pingsan dengan mengeluarkan cairan merah dari keningnya.
"Sayang kamu kenapa."ujar Al dan langsung mengangkat kepala Bella.
"Kenapa dia bisa begini atau ini semua ulah kau."bentak Al pada Desi.
__ADS_1
"Bukan saya pelakunya Tuan tapi laki-laki itu."tunjuk Desi pada laki-laki yang tak sadarkan yang tak jauh dari mereka.
"Kenapa kau bisa di sini juga, bukankah kau bekerja di perusahaanku."ujar Al penasaran kenapa karyawannya berada di tempat berbahaya ini.
"Nanti saya jelaskan semuanya Tuan, sebaiknya Tuan bawa Nona ini dulu untuk mengobati lukanya."ujar Desi.
Tanpa pikir panjang Al langsung mengendong tubuh Bella dan langsung membawanya pergi dari sana.
Anak buah Al yang melihat Bossnya langsung mengawalnya Bossnya keluar dari sana.
Tapi belum juga keluar sebuah tembakan terdengar nyaring sehingga menghentikan langkah Al.
"Tuan pergi saja biar kami yang urus semua ini."ujar Vigo saat melihat anak buahnya terkena tembakan di lengan kirinya.
"Jaga dirimu baik-baik aku pergi dulu."ujar Al.
"Baik Tuan."ujar Vigo.
Al terus berjalan keluar dari sana dan Al yang mendapat pelukan dari belakang seketika terkejut.
"Tuan awas."ujar Desi dan memeluk tubuh Al dari belakang.
Dorr
Dorr
Dua tembakan yang di arah seseorang pada Al salah sasaran. Bukan Al yang terkena peluru itu melainkan Desi, tubuh Desi langsung ambruk dengan darah segar yang terus mengalir dari punggungnya.
Vigo yang mendengar suara tembakan itu seketika langsung mendekat ke arah Boss nya.
"Tuan tidak apa-apa."tanya Vigo.
"Aku tidak apa-apa tapi perempuan itu terkena tembakan. Vigo cepat bawa dia ke rumah sakit dan berikan dia pengobatan sebaik mungkin."ujar Al.
"Baik Tuan, kalian semua kawal kami keluar dari sini. Tembak saja orang yang berani melawan."ujar Vigo tegas pada anak buah nya.
"Baik Tuan."jawab mereka serentak dan langsung berlari kecil ke arah Boss dan menjalankan perintah sesuai arahan Vigo.
Vigo langsung mengangkat tubuh Desi dalam pelukannya dan langsung membawanya pergi.
Anak buah Al terus mengawal Bossnya hingga keluar dari tempat itu.
"Kalian sebagian pulanglah dan sebagian lagi ikut dengan ku ke rumah sakit untuk mengawalku setelah itu baru kalian pulang."ujar Al dan langsung masuk ke dalam mobilnya di ikuti oleh Vigo.
Vigo mengambil alih kemudi dan meletakkan Desi di sebelahnya sedangkan Al berada di kursi belakang bersama dengan Bella yang masih belum membuka matanya.
*Sayang buka mata kamu, maafin aku ini semua salahku. Lagi-lagi aku gagal jagain kamu sayang.*batin Al yang merasa gagal lagi untuk menjaga Bella.
Sekitar 30 menit menempuh perjalanan ke Rumah Sakit Keluarga Alexander akhirnya mobilnya yang di kendarai oleh Vigo sudah memasuki halaman Rumah Sakit.
Vigo langsung menghentikan mobilnya di depan lobby Rumah Sakit dan langsung membukakan pintu untuk Al.
Al langsung mengendong Bella begitu juga dengan Vigo.
"Periksa mereka sekarang dan buat mereka seperti sediakala lagi. Apa kau paham." ujar Al tegas pada Dokter yang ada di hadapannya.
"Baik Tuan kami akan melakukannya dengan baik." ujar Dokter.
"Vigo Lo cari tau siapa yang udah bikin Bella kayak gini dan Lo bawa ke markas hidup-hidup. Gue bakal bikin perhitungan sama dia."ujar Al.
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu Tuan."ujar Vigo.
"Ya."jawab Al dingin.
*Gue bakal bikin orang itu menyesal sudah mencari masalah gue apalagi ini menyangkut wanitaku. Kau akan tau dengan siapa kau berurusan nanti.*batin Al.
Dokter masih memeriksa keadaan Bella dan Desi.
Setelah selesai Dokter pun keluar dari dalam ruangan. Al yang melihat Dokter keluar langsung menghampirinya dan menanyakan kondisi kekasihnya.
"Bagaimana kondisi Bella."ujar Al dingin.
"Nona Muda baik-baik saja Tuan tidak ada luka serius yang di alami Nona Muda. Nona Muda hanya mengalami lecet di kening saja Tuan."ujar Dokter menjelaskan.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang."ujar Al.
"Tapi maaf Tuan wanita yang bersama Nona Muda tidak bisa kami selamatkan Tuan, Wanita itu sudah kehilangan banyak darah saat dalam perjalanan ke sini Tuan."ujar Dokter itu.
"Urus pemakaman nya selayak mungkin karna dia Nona Muda bisa selamat."ujar Al.
"Baik Tuan."jawab Dokter itu dan langsung pergi dari hadapan Al.
*Gue berhutang Budi sama wanita itu kalau bukan berkat dia mungkin sekarang Bella yang pergi ninggalin gue buat selamanya.*batin Al.
__ADS_1