
Di lain tempat Dea belum juga hamil namun tak masalah bagi Samuel karna mungkin belum saat nya menjadi orang tua pikir nya,namun tidak dengan Dea yang sedih belum juga memberikan anak pada Samuel apa lagi melihat Jessica dan Sasa yang sekarang sudah hamil besar.
"Kenapa melamun lagi hmm" tanya Samuel memeluk Dea.
"Aku tidak melamun" ucap Dea tersenyum pada Samuel.
"Jangan sembunyikan apa pun dari ku, aku tidak mau kau sakit karna terlalu banyak berpikir" ucap Samuel mengelus pipi Dea.
"Maaf kan aku belum juga bisa memberikan mu anak" ucap Dea menunduk.
"Aku tidak mempermasalah kan nya sama sekali,mungkin belum saat nya kita memiliki nya jadi jangan sedih lagi"ucap Samuel.
__ADS_1
"Aku tau kau akan selalu berkata begitu untuk menghibur ku padahal kau juga ingin segera memeliki nya sama seperti tuan Aksa dan Vino" ucap Dea.
"Akan ada waktu nya kita memiliki nya tunggu saja walaupun belum sekarang mungkin nanti aku akan menunggu nya,jika pun mereka memiliki nya sekarang dan aku belum tak masalah bagi ku"ucap Samuel.
"Bagaimana kalau kita periksa ke dokter dulu jika benar aku yang tidak bisa hamil maka kau bisa menikah lagi agar mempunyai keturan"ucap Dea.
"Apa yang kau katakan aku tidak suka kau bicara seperti itu,aku mencintai mu dan tidak akan pernah menikah lagi walaupun kau tidak bisa memberi ku anak kita masih bisa mengadopsi dari panti asuhan atau dengan cara apa pun agar kita memiliki anak akan aku usaha kan tapi tidak dengan menikah lagi aku tidak akan pernah setuju,kau satu-satu nya yang akan menjadi istri ku tidak ada lagi jadi jangan pernah katakan seperti itu,untuk urusan anak aku tidak masalah sama sekali kau belum juga memberikan nya untuk ku mungkin tuhan akan memberikan nya suatu saat jadi tunggu saja"ucap Samuel.
"Jangan pikir kan tentang hal itu aku tidak mau kau sakit dan jangan pernah bicara seperti tadi lagi"ucap Samuel memeluk Dea.
"Maaf kan aku,aku hanya takut saja"ucap Dea membalas pelukan Samuel.
__ADS_1
"Sudah malam sebaik nya kita tidur"ucap Samuel.
Dea mengangguk dan mengerat kan pelukan nya pada Samuel mencari kenyamanan membuat Samuel tersenyum dan mengelus kepala Dea agar cepat tidur.
Sementara di markas milik Aksa anak buah Aksa sedang memindah kan tubuh Karin dan Tiara yang sudah tak bernyawa ke dalam mobil untuk di taruh di depan rumah milik mereka sendiri,Setelah masuk mereka segera melajukan mobil tersebut ke rumah Tiara dan Karin,setiba nya di rumah Tiara Mereka mengangkat tubuh Tiara di depan pagar yang kebetulan tak ada satpam di sana dan juga sepi karna tengah malam,setelah selesai mereka kembali melajukan mobil tersebut ke rumah Karin.
Tak butuh waktu lama mereka juga meletak kan tubuh Karin di depan pintu rumah lalu kembali ke markas setelah pekerjaan mereka selesai dan melaporkan nya pada Aksa jika mereka sudah melakukan pekerjaan mereka.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa vote,like dan komen nya kk
__ADS_1