MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 27


__ADS_3

Beda hal nya di rumah tuan Wilson Karin berada di kamar nya menangisi nasib nya yang seperti itu.


"Ini semua gara-gara kau Jessica, andai kau tidak kabur dari rumah pasti kau yang merasakan ini bukan aku" ucap Karin menangis.


Tak lama ia mendengar suara langkah kaki mendekat ke kamar nya, ia pun menghapus air mata nya dan duduk di atas sofa.


"Kenapa kau di sini sayang tidak keluar" ucap tuan Wilson pada Karin.


"Tidak papa tuan saya hanya istirahat saja" ucap Karin.


"Apa kau habis menangis" ucap tuan Wilson melihat mata Karin yang bengkak.


"Tidak tuan " ucap Karin.


"Ayo keluar kita makan malam" ucap tuan Wilson.


"Iya tuan" ucap Karin.


Mereka berdua pun turun ke bawah menuju meja makan, mereka berdua duduk bersebelahan sementara Nana dan Afni di depan mereka.


Mereka pun menikmati makan yang berada di depan mereka, setelah selesai tuan Wilson berbicara pada mereka bertiga.


"Aku akan pergi selama tiga hari besok karna pekerjaan ku, jadi kalian bertiga di sini yang akur" ucap tuan Wilson.

__ADS_1


"Tentu saja, jangan khawatir kan kami" ucap Nana.


"Baik lah, besok pagi aku akan pergi"ucap tuan Wilson.


"Iya" ucap Nana dan Afni tersenyum cerah, karna mereka bisa lebih mudah menyiksa Karin, sedangkan Karin mengepalkan tangan nya sudah tau ia akan lebih menderita lagi jika di tinggal kan bersama mereka berdua.


"Ayo sayang kita ke kamar" ucap tuan Wilson.


"Iya tuan" ucap Karin.


Mereka berdua pun segera pergi ke kamar meninggalkan Nana dan Afni yang tersenyum licik pada Karin.


"Seperti nya permainan sebernar nya akan di mulai" ucap Afni.


"Aku tidak sabar menunggu besok" ucap Afni.


"Aku juga, lebih baik pria tua itu lebih lama di luar sana kita akan jadi bebas menyiksa wanita itu dan juga menghabis kan uang nya" ucap Nana.


"Tepat sekali, besok setelah kita puas menyiksa nya lebih baik kita pergi belanja" ucap Afni.


"Aku setuju, ayo istirahat juga" ucap Nana.


"Ok" ucap Afni, mereka berdua pun berjalan ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Sedangkan Karin di kamar harus melayani tuan Wilson dulu baru ia bisa tidur, hampir setiap malam mereka berdua melakukan nya, meski Karin ingin sekali menolak tapi tidak bisa ia takut akan di bunuh oleh tuan Wilson sementara ia masih harus membalaskan penderitaan nya pada Jessica.


Lain hal nya di mansion milik Aksa, Jessica masih memikirkan perkataan Aksa yang mengatakan bahwa Aksa mencintai nya.


"Apa benar ia mencintai ku tetapi kenapa bisa, aku saja tidak pernah mengenal nya dari mana ia bisa mengenal ku bahkan tau semua tentang ku" gumam Jessica.


"Kau sedang memikir kan apa" ucap Aksa.


"Tidak bisa kah kau masuk mengetok pintu dulu" ucap Jessica yang terkejut mendengar kan perkataan Aksa.


"Aku sudah mengetok nya tadi kau saja yang tidak dengar" ucap Aksa.


"Sudah la aku malas berdebat dengan mu, kenapa kau ke sini" ucap Jessica.


"Tidak ada, aku hanya merindukan mu saja dan ingin melihat mu" ucap Aksa jujur.


"Ck, jika kau hanya datang bicara omong kosong saja pergi sana" ucap Jessica kesal.


"Aku bicara jujur pada mu" ucap Aksa.


Jessica memilih diam tidak mendengarkan ucapan Aksa lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen nya😊😊


__ADS_2