
Sementara di belahan negara lain semua keluarga bahagia mendengar apa yang di katakan pasangan Dara dan Arka yang ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan seperti yang mereka harapkan selama ini dan akhir nya waktu itu pun tiba.
"Akhir nya kita bisa besanan juga"ucap Jessica girang pada sabahat nya tersebut.
"Kau benar aku kira Dara masih akan keras kepala ingin mengembang kan butik nya" ucap Sasa karna Dara memang sudah sukses dengan pencapaian nya sendiri,berkat kerja keras nya selama ini ia bisa memiliki butik dengan desain yang ia buat,bahkan butik tersebut sudah menjadi langganan para artis dan kalangan atas karna desain yang unik dan berbeda,butik tersebut sudah memiliki beberapa cabang di kota tersebut membuat kedua orangtua Dara bangga terhadap nya begitu pun dengan Arka yang selalu memberikan dukungan penuh pada sang kekasih.
"Semua persiapan nya kita sendiri yang akan mengurus nya,aku tidak mau terjadi kesalahan apapun di pesta pernikahan mereka"ucap Jessica.
"Aku setuju"ucap Sasa mengangguk.
"Ternyata apa yang kita katakan dulu terwujud juga ,kalian masih ingat saat kuta sama-sama hamil dan berharap anak-anak kita menikah saat sudah dewasa dan lihat lah tuhan mengabulkan permintaan kita"ucap Dea.
"Benar juga bahkan sekarang kita sudah memiliki cucu"ucap Jessica tertawa pelan.
"Aku jadi merindukan sikembar"ucap Dea.
"Bersabar lah sebentar lagi mereka akan kesini "ucap Sasa.
Saat para orang tua sedang membahas keluarga kecil Jasmine dan Erland,beda hal nya dengan pasangan remaja yang berkumpul di taman belakang bersama-sama karna mereka jarang mempunyai waktu untuk berkumpul dikarenakan kesibukan masing-masing.
"Aku sangat merindukan momen seperti ini di mana kita bisa menghabiskan waktu bersama"ucap Friska yang duduk di sebalah Dara.
"Kau banar apalagi jika di tambah kehadiran Jasmine pasti akan lebih seru lagi"ucap Dara di angguki Friska.
"Setelah kalian menikah kalian akan tinggal dimana"tanya Friska menatap kedua nya bergantian.
"Di rumah yang telah aku siapkan untuk kami"ucap Arka santai karna jauh-jauh hari ia telah menyediakan rumah yang akan ia tinggali bersama orang yang ia cintai tersebut.
"Sekarang kalian kapan menikah nya"tanya Arka menatap Jerry dan Friska.
"Tanya saja dia"ucap Jerry menununjuk Friska dengan dagu nya.
__ADS_1
"Kenapa aku"protes Friska.
"Ck siapa lagi kalau bukan kamu,aku bahkan hampir setiap hari melamar mu agar kita menikah tapi kau selalu saja banyak alasan"ucap Jerry malas.
"Hehehe sabar"ucap Friska cengengesan.
"Memang apa lagi yang kau tunggu lihat Jasmine anak nya sudah lah kamu masih asyik menikmati pacaran"ucap Dara.
"Cih seperti bukan kamu saja yang seperti ity"ucap Friska.
"Woy kita beda aku akan segera menikah sedangkan kau.."ucap Dara tidak melanjutkan ucapan nya lagi.
"Kalian diam lah kenapa tiap bertemu selalu berdebat begitu"ucap Rey yang sedari tadi diam.
"Dia yang memulai duluan"ucap kedua nya kompak.
"Oh iya Rey apa Kania sibuk"tanya Dara menatap Rey.
"Kenapa"tanya Rey.
"Dia pasti akan datang aku sudah mengatakan nya terlebih dahulu jika kalian akan menikah"ucap Rey.
"Kau memang sahabat terbaik ku"ucap Dara tertawa pelan.
Sementara tak jauh dari mereka ada seseorang yang menatap kebersaan mereka dengan tak suka dan benci,ia mengepalkan tangan nya kuat-kuat dengan perasaan marah ia meninggalkan tempat tersebut.
Aku akan merebut apa yang seharus nya menjadi milik ku bagainana pun cara nya tak peduli kau saudara ku atau pun tidak,batin orang tersebut.
Malam hari nya dirumah Sasa dan Vino mereka sedang berkumpul di ruang keluarga kecuali Manda yang sejak siang belum juga menampak kan hidung nya di rumah,dua tahun terakhir ini Manda jauh berubah ia menjadi wanita liar suka keluar malam keluyuran bersama teman-teman nya membuat Vino dan Sasa pusing dengan tinggah putri mereka.
Seperti saat ini jam munjukkan 11 malam namun Manda belum juga kembali,mereka bahkan sudah memberikan hukuman pada Manda namun bukan nya jera ia malah semakin bertingkah.
__ADS_1
"Mama dan papa tidur saja duluan biar Dara yang menunggu Manda pulang"ucap Dara menatap wajah lelah kedua orang tua nya yang masih terlihat muda di usia nya.
"Anak itu semakin hari semakin bertingkah saja papa pusing bagaimana lagi menasehati nya"ucap Vino memijit pilipis nya pelan.
"Ini semua salah mama yang terlalu memanjakan nya sehingga ia menjadi seperti ini"ucap Sasa pelan membuat Dara tersenyum kecut.
"Kalian berdua istirahat saja papa sendiri yang akan menunggu nya"ucap Vino pada kedua wanita di depan nya.
"Iya pa Dara ke kamar duluan"ucap Dara segera melangkah kan kaki nya ke lantai atas dimana kamar nya berada.
"Mama juga sebaik nya tidur"ucap Vino pada Sasa.
"Kita menunggu Manda sama-sama saja pa"ucap Sasa di angguki Vino karna sekarang Sasa lebih keras kepala jika mereka berdebat selalu ia yang akan kalah.
Di sebuah clab malam seorang gadis masih asyik berjoget bersama teman-teman nya dengan keadaan setengah sadar karna kebanyakan meminum alkohol.
"Manda kita pulang yuk"ajak teman Manda, ya orang tersebut adalah Manda yang setiap malam akan menghabiskan waktu nya dengan minuman keras.
"Nanti saja kenapa pulangnya cepat sekali"ucap Manda masih berjoget ria dengan pakaian ketat dan seksi.
"Kau ini kau kena amukan Om Vino lagi"ucap teman Manda.
"Ck biarkan saja aku sudah biasa dengan hal itu"ucap Manda cuek.
Kedua teman Manda mengangguk dan melanjutkan berjoget ria menikmati alunan musik keras tersebut, Manda yang merasa lelah kembali duduk ke tempat nya dan meminum minuman nya yang masih berisi di dalam gelas tersebut hingga tandas.
Tak jauh dari Manda ada seorang pria yang tersenyum puas melihat Manda meminum minuman tersebut.
"Akhir nya aku akan menikmati tubuh mu juga"ucap nya pelan dengan masih setia mengawasi Manda.
Manda yang merasa pusing di kepala nya dan sekujur tubuh nya merasa panas membuat ia gelisah, dengan langkah pelan Manda mencoba mendekati kedua teman nya yang tak jauh dari nya,hingga ada sebuah tangan yang menarik nya menjauh dan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
"Kau siapa"tanya Manda membrontak saat pria tersebut memasuk kan nya ke dalam mobil.
"Aku pemuja tubuh mu sayang,malam ini kita akan menghabiskan waktu bersama"ucap orang tersebut dengan senyum manis nya lalu ia ikut masuk ke dalam mobil melajukan nya menuju sebuah hotel yang telah ia booking.