MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Episode 142


__ADS_3

Akhir nya setelah berdebat lama Karin di makam kan juga,Saat ini Bayu dan Wina masih di depan makam Karin menatap kosong ke arah makam Karin tanpa ada yang bicara di antara kedua nya.


"Ma sebaik nya kita pulang"ucap Bayu menepuk pundak Wina.


"Bagaimana dengan Karin pa jika kita meninggal kan nya sendiri di sini ia pasti akan takut"ucap Wina.


"Biar kan Karin tenang ma,jika kita seperti ini terus yang ada Karin akan sedih melihat kita"ucap Bayu.


"Aku mau kita selidiki kenapa bisa Karin tertembak pa,kita akan memberikan hukum yang berat pada mereka yang telah membunuh Karin kita pa"ucap Wina.


"Iya ma kita akan mencari pelaku nya sekarang kita pulang dulu"ucap Bayu.


Wina mengangguk kan kepala nya dan berjalan meninggal kan makam Karin bersama Bayu.


Di rumah lain Tiara juga sudah di makam kan dengan layak di pemakaman keluarga Smith,tuan Smith sendiri masih belum tau siapa pelaku yang membunuh putri kesayangan nya.


"Apa kalian belum juga menemukan siapa dalang yang membunuh putri ku"tanya tuan Smith pada anak buah nya.


"Belum tuan,seperti nya dia bukan orang sembarang sehingga kami belum menemukan pelaku nya"ucap anak buah tuan Smith.

__ADS_1


"Cari sampai ketemu siapa yang telah berani membunuh putri ku"ucap tuan Smith.


"Baik tuan"ucap anak buah tuan Smith.


"Papa balik dulu nak,papa janji akan sering ke sini menemui mu"ucap tuan Smith.


Setelah mengatakan hal tersebut ia melangkah kan kaki nya meningal kan pemakaman tersebut menuju rumah nya.


Di rumah sakit Aksa mengurus baby Arka dan baby Jasmine yang sedang menangis di bantu bibi Er,walaupun masih kaku karna baru pertama kali mengurus baby Aksa melakukan nya dengan senang hati.


"Tuan saya keluar sebentar membeli susu untuk tuan dan nona kecil"ucap bibi Er.


"Iya bi,sekalian saja beli perlengkapan mereka yang sudah habis"ucap Aksa memberikan ATM nya pada bibi Er.


"Sayang lihat lah putra dan putri kita mereka pasti merindukan mu,kapan kau akan membuka mata mu apa kau tidak merindukan ku dan anak kita"ucap Aksa menggendong baby Jasmine.


Namun sama sekali tak ada jawaban,Jessica masih memejam kan mata indah nya namun Aksa terus bercerita karna ia tahu Jessica pasti akan bisa mendengar kan segala apa yang ia ucap kan begitu pun dengan saran dokter agar terus mengajak Jessica bicara meski belum sadar.


Setelah baby Jasmine tidur dengan pelan Aksa membaring kan nya di samping baby Arka yang sudah tidur lebih dulu,ia pun mengambil laptop nya dan memeriksa pekerjaan nya yang sudah di kirim sekretaris nya,namum konsentrasi nya terganggu saat ponsel nya berbunyi.

__ADS_1


"Hallo"ucap Aksa.


"Hallo bos bagaimana dengan nona Jessica"tanya Vino.


"Jessica masih koma"ucap Aksa pelan.


"Aku sudah tau kemaren bos menyimpan sesuatu dari kami,kenapa nona bisa seperti itu"tanya Vino.


Aksa menceritakan semua nya pada Vino tak ada satu pun yang ia tutupi karna bagi nya Samuel dan Vino adalah saudara nya sendiri.


"Maaf kan kami bos belum bisa datang menjenguk nona dan sikembar"ucap Vino.


"Tidak masalah aku mengerti dengan kondisi yang sedang kalian alami"ucap Aksa.


"Semoga nona cepat sadar bos"ucap Vino.


"Aku juga berharap seperti itu,sudah dulu aku masih punya banyak pekerjaan"ucap Aksa.


"Baik bos"ucap Vino mematikan telpon nya,Aksa pun kembali melanjut kan pekerjaan nya lagi.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa vote,like dan komen nya kk


__ADS_2