MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
#18


__ADS_3

*Lo nggak akan bisa dapatin Mila dan bakalan gue pastiin perusahaan yang baru Lo rintis itu bakalan ancur dalam sekejap kalau Lo berani rebut Mila dari gue Tuan Miko Sanjaya.*batin Angga.


"Ayo duduk dulu Tuan Angga."ujar Papa Mila.


"Panggil Angga saja Pah, karna sebentar lagi Mila akan jadi istri saya dan Papa bakalan jadi Papa Angga."ujar Angga yang langsung pada intinya agar Miko tidak berniat untuk merebut Mila darinya.


*Istri jadi laki-laki ini juga akan menikahi Mila. Siapa laki-laki ini sebenernya kenapa Om Aldi begitu menghormatinya, gue jamin Lo nggak akan dapetin Mila. Mila harus nikah sama gue bukan sama Lo.*batin Miko.


"Nak Miko perkenalkan ini Nak Angga pembisnis yang sedang naik daun saat ini."ujar Papa Mila.


"Miko."ujar Miko memperkenalkan dirinya di hadapan Papa Mila.


"Angga."ucap Angga.


"Baiklah Lah saya tidak mau bertele-tele lagi, maksud saya ke sini ingin meminta restu Papa untuk melamar Mila menjadi istri saya."ujar Angga dengan tegas.


"Tapi Nak Angga Mila sudah Om jodohkan dengan Nak Miko."ujar Papa Mila.


"Pah Mila nggak mau di jodohin sama Miko Pah, Mila nggak cinta sama Miko Pah Mila cintanya sama Angga Pah."ujar Mila yang langsung mengatakan kata hatinya.


"Mila tapi ini Nak Miko sudah datang ke rumah kita untuk melamar kamu secara langsung Nak."ujar Papa Mila.


"Angga datang ke sini juga ingin melamar Mika secara langsung Pah, Biarin Mila nentuin siapa yang bakal jadi suami Mila nanti Pah. Mila mohon untuk kali ini saja biar Mila yang milih Pah, selama ini Mila udah nurutin semua keinginan Papa. Sekali ini saja Pah Mila mohon."ujar Mila pada Papa nya.


"Baiklah semua keputusan ada di tangan kamu Nak."ujar Papa yang merasa bersalah karna sudah ikut campur dalam kehidupan anak semata wayangnya selama ini.


"Maaf Miko tapi saya tidak mau menikah dengan kamu, saya mencintai Angga bukan kamu. Jadi saya harap kamu bisa pergi dari sini dan jangan pernah kamu ganggu kehidupan aku lagi."ujar Mila tegas pada Miko.


"Mil aku udah suka sama kamu dari dulu sebelum laki-laki ini di kehidupan kamu Mil."ujar Miko yang tak terima dengan keputusan Mila.


"Tapi aku tidak pernah suka sama kamu sedikit pun Miko, jadi aku mohon pergi dari rumah aku sekarang juga."ujar Mila.


"Oke gue bakalan pergi dari sini, gue bakalan bales ini semua Lo tunggu aja Mila."ujar Miko yang langsung meninggalkan kediaman mewah keluarga Mila.


"Nak Papa harap rumah tangga kalian nanti langgeng sampai maut memisahkan kalian."ucap Papa.


"Terima kasih atas doa nya Pah."ujar Mila.


Di depan gerbang rumah Mila..


"Gue bakal bales ini semua gua pastiin Lo bakalan jadi istri gue bukan istri laki-laki tadi Mila. Lo tunggu aja permainan gue selanjutnya."Ujar Miko yang akan balas dendam terhadap Mila.


Miko akhirnya pergi dari rumah Mila menuju ke sebuah Markas tempat dirinya biasa berkumpul dengan teman-temannya nya.


Sesampainya di sana Miko langsung mendudukkan tubuhnya dengan kasar.


"Lo kenapa Mik kusut amat muka Lo."ujar Radit teman Miko.


"Lamaran gue di tolak sama Mila."ujar Miko.


"Lah kok bisa."tanya Andika heran karna sebelum Papa Mila setuju dengan lamaran Miko.


"Ini semua gara-gara laki-laki brengsek itu Mila jadi nolak lamaran gue."ujar Miko yang geram dengan Angga.


"Laki-laki siapa."tanya Radit.


"Namanya Angga."jawab Miko.


"Angga kok gue kayak familiar ya sama nama itu."ucap Andika.


"Dia pembisnis muda yang sedang naik daun saat ini."ujar Miko.


"Tu kan bener gue pernah dengar nama dia di berbagai media. Terus apa urusan nya sama Mila, jangan bilang kalau Mila mau nikah sama dia."ujar Andika.


"Iya Mila mau nikah sama dia."ucap Miko lesu.


"Lo yang sabar mungkin Mila bukan jodoh Lo."ujar Radit.


"Gue nggak mau tau pokoknya Mila harus jadi istri gue, gue bakalan lakuin apa pun agar Mila jadi istri gue."ujar Miko.


"Lo jangan gegabah Mik, Angga itu bukan tandingan Lo."ujar Andika.


"Maksud Lo apa, Lo pikir gue takut sama dia."ujar Miko yang kesal dengan perkataan Andika yang seperti meremehkan nya.


"Bukan gitu maksud gue Mik, gue cuman nggak pengen Lo salah pilih jalan karna berurusan sama Angga Mik. Lo kan tau sendiri siapa Angga itu, gue takut dia ngelakuin hal yang lebih parah lagi dari apa yang Lo lakuin nanti Mik. Gue harap Lo nggak ada fikiran buat cari masalah sama dia." ujar Andika.


"Gue nggak takut sama dia pokoknya Mila harus jadi istri gue gimana pun caranya."ujar Miko yang sangat terobsesi dengan Mila.

__ADS_1


"Terserah Lo aja gue nggak akan ikut campur urusan Lo, kalau ada apa-apa sama Lo gue nggak mau tau karna gue udah peringatan sama Lo jangan pernah cari masalah sama dia kalau Lo nggak mau dalam bahaya."ujar Andika yang masih berusaha menasehati Miko agar tidak mencari masalah dengan Angga.


"Terserah gue Lo tenang aja kalau gue beneran nikah sama Mila nanti Lo bakalan gue kasih 2% dari saham perusahaan gue gratis."ujar Miko yang membanggakan dirinya.


"Gue nggak butuh saham itu dari Lo, Lo pikir gue nggak tau gimana cara Lo dapatin saham itu. Gue nggak sudi nerima saham seorang penjilat kayak Lo."ujar Andika.


"Maksud Lo apa bilang gue penjilat, kalau Lo iri sama kekayaan gue Lo bilang aja nggak usah bilang gue penjilat sama mulut sampah Lo itu."ujar Miko yang tak terima dengan perkataan Andika.


"Kalian ini apa-apa sih kok malah main adu mulut sih, dan Lo Mik apa yang di bilang sama Dika itu ada benarnya. Angga bukan orang biasa yang dengan mudah Lo kalahin, mungkin dia lebih cerdas dari apa yang Lo pikirin Lo jangan gegabah ngambil keputusan sendiri. Lo harus tau latar belakang dia dulu sebelum Lo ngelakuin hal yang bikin Lo dalam bahaya nantinya."ujar Radit yang berusaha untuk meredakan perselisihan antara kedua sahabatnya.


"Gue nggak perlu itu, kalau nyari latar belakangnya dulu bakal memakan waktu yang lama. Nanti ke buru Mila nikah sama dia."ujar Miko.


"Terserah Lo aja intinya kita berdua udah nasehatin Lo supaya nggak salah ngambil keputusan."ujar Radit yang akhirnya menyerah menasehati Miko, karna menurutnya percuma Miko pasti bakalan ngelakuin itu walaupun sudah di larang sekali pun.


"Udah ah males gue mending gue balik buat mikirin rencana apa yang bakal gue lakuin supaya Mila bisa nikah sama gue."ujar Miko yang langsung bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya di markas itu.


******


Di rumah Miko..


*Lo harus jadi milik gue Mila bagaimana pun caranya.*batin Miko.


"Mommy Daddy kalian di mana."ujar Miko yang memanggil ke dua orang tua nya.


"Maaf Tuan Muda Nyonya dan Tuan sudah berangkat untuk meninjau perusahaan yang ada di Jakarta Tuan."ujar Bibi yang bekerja di mansion mewah milik keluarga Miko.


"Kapan mereka berangkat Bi."tanya Miko.


"Tadi pagi Tuan."ujar Bibi.


"Ya udah kalau gitu saya mau ke perusahaan sebentar."ucap Miko yang sengaja berbohong karna ingin melancarkan aksinya.


"Baik Tuan."jawab Bibi.


*Pembalasan di mulai.*batin Miko.


******


Di mansion mewah milik keluarga Mila..


"Nak sebaiknya kalian berdua istirahat, kalian pasti lelah dengan perjalanan yang cukup panjang ini."ujar Papa Mila.


"Baiklah, tunjukan pada Angga di mana letak kamar tamu nya ya Nak."ujar Papa.


"Baik Pah."jawab Mila.


"Ayo Angga kita istirahat dulu."ujar Mila pada Angga.


"Baik."ujar Angga yang tak terima jika Mila hanya memanggil namanya tanpa menggunakan embel-embel sayang.


*Angga kenapa ya kok nggak semangat gitu, apa aku buat salah ya.*batin Mila merasa aneh dengan sikap Angga yang sedikit cuek padanya.


Akhirnya Mila dan Angga meninggalkan Papa di ruang tamu.


Di sepanjang jalan menuju kamar tamu Angga selalu diam tak berniat untuk berbicara pada Mila karna masih kesal dengan Mila.


Mila yang merasa aneh dengan sikap Angga pun memberanikan diri untuk bertanya pada Angga saat sudah berada di depan pintu kamar tamu.


"Angga tunggu ada yang mau aku tanyain sama kamu."ujar Mila.


"Apa."ujar Angga cuek.


"Kamu kenapa kok sikap kamu aneh sama aku, kamu marah sama aku."ujar Mila dengan mata yang sudah berkaca-kaca dengan sikap Angga yang sangat dingin padanya.


Angga yang melihat mata Mila berkaca-kaca merasa bersalah karna sudah bersikap dingin terhadap Mila.


"Kamu mau tau kenapa aku bersikap seperti ini sama kamu."ujar Angga dan Mila hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.


"Karna kamu hanya manggil nama aku tanpa ada embel-embel sayang, pokoknya mulai dari sekarang kamu harus manggil aku dengan sebutan sayang."ujar Angga.


Mila yang mendengar ucapan Angga seketika membulatkan matanya tidak percaya dengan ucapan Angga yang hanya ingin di panggil dengan sebutan sayang.


"Jadi kau bersikap cuek padaku tadi karna masalah ini."tanya Mila.


"Ya."jawab Angga.


"Baiklah aku akan memanggil kau dengan sebutan sayang tapi setelah kita sudah sah menjadi suami istri."ujar Mila yang langsung meninggalkan Angga di depan pintu kamar tamu.

__ADS_1


"Kau curang sayang."ucap Angga yang menaikan sedikit suaranya karna Mila sudah menjauh darinya.


Tak jauh dari sana Papa Mila mendengarkan semua obrolan anak dan menantunya yang terasa sangat lucu baginya.


*Maafkan Papa Nak karna selama ini Papa tidak pernah memberikan kesempatan kamu untyk menjalani hidup kamu dengan baik Nak, Papa selalu menyuruh kamu melakukan apa yang menurut Papa baik tanpa Papa sadari kalau Papa sudah mengekang hidup kamu. Semoga kamu hidup bahagia dengan Nak Angga sayang, Papa akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang.*batin Papa Mila.


••••••••••••


Malam hari di depan gerbang mansion Mila..


Miko sudah berada di depan gerbang mansion Mila.


"Malam ini kau akan jadi milikku seutuhnya Mila."ujar Miko.


Miko berjalan ke arah gerbang untuk meminta satpam membuka kan gerbang untuknya.


"Pak bisa tolong buka kan pintunya, ada paket untuk Nona Mila Pak."ujar Miko yang menyamar jadi orang pengantar paket.


"Baik Pak."ujar Satpam itu tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun.


Setelah pintu terbuka lebar Miko yang menyamar jadi orang mengantar paket langsung membungkam mulut Satpam itu dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sebelum nya.


Satpam itu berusaha untuk menjauhkan sapu tangan itu dari mulutnya, tapi semua itu sudah terlambat dan akhirnya satpam itu pun pingsan.


Dengan cepat Miko langsung menyeret satpam itu ke pos satpam dan mengikatnya di situ.


*Tunggu sebentar lagi sayang.*batin Miko.


Miko pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama mansion Mila.


Tokk tokk tokk..


Miko mengetok pintu dan langsung bersembunyi di balik tembok.


Bibi yang mendengar ada yang mengetok pintu akhirnya berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Tapi kayak nya ada yang ngetok pintu tapi kok orangnya nggak ada ya."ujar Bibi.


Miko yang bersembunyi di balik tembok mendengar ucapan Bibi.


"Mungkin orang iseng kali ya."ujar Bibi dan langsung membalikkan badannya untuk kembali masuk ke dalam rumah.


Dengan cepat Miko langsung membungkam mulut Bibi sama dengan satpam tadi.


Akhirnya Miko bisa masuk ke dalam kamar Mila tanpa ada yang menghalanginya.


"Aku datang sayang."ujar Miko.


Miko perlahan-lahan masuk ke dalam mansion milik Mila dan mulai naik ke lantai atas di mana kamar Mila berada.


Karna Miko sudah lama kenal Mila jadi Miko tau dimana letak kamar Mila dan di mana letak kamar tamu.


Sebelum ke kamar Mila, Miko pergi ke kamar tamu untuk mengunci pintu agar Angga tidak mengacaukan rencananya.


Setelah mengunci pintu kamar tamu, Miko langsung menuju kamar Mila.


Miko sudah sampai di depan kamar Mila, perlahan Miko langsung membuka pintu kamar Mila.


*Kita akan pergi dari sini sayang.*batin Angga.


Dengan sigap Miko langsung membekap mulut Mila dengan sapu tangan yang sudah di beri bius.


Mila yang masih belum tidur membuka matanya saat tau ada yang membekap mulutnya.


Mila dapat melihat Miko berada di dalam kamarnya.


Mila berusaha memberontak agar bisa terlepas dari Miko.


Mila dengan cepat langsung menendang kaki Miko dan akhirnya bisa terlepas walau Mila setengah sadar.


Mila langsung bangkit dari tidurnya untuk pergi dari kamar itu.


"Kamu nggak akan bisa ke mana-mana sayang."ujar Miko yang kembali mengejar Mila dan membelap mulutnya.


"Kamu jangan macam-macam ya Miko."ujar Mila yang berusaha menahan Miko agar tidak melakukan apapun padanya.


"Udah nggak usah banyak omong kamu."ujar Miko yang langsung menarik tangan Mila dan langsung membekap mulut Mila kembali.

__ADS_1


Mila yang berada di pelukan Miko berusaha memberontak, tapi semua itu sia-sia karna kekuatan Miko jauh lebih besar darinya.


__ADS_2