
Seminggu telah berlalu setelah kematian Sasa yang masih meninggalkan kesedihan untuk mereka semua terutama Vino dan Dara, Namun mereka beruntung masih di kelilingi orang-orang yang menyayangi mereka hingga selalu berada di sisi mereka menguat kan mereka karna hidup masih turus berlanjut.
Hari ini mereka semua sedang berada di bandara mengantar kan keluarga kecil Arka untuk kembali ke negara di mana mereka saat ini tinggal bersama Vino karna paksaan Dara yang tidak ingin Vino hidup sendirian di rumah.
"Jangan sedih terus kasihan anak-anak jika kau masih sedih,,Sasa dan Manda sudah tenang di sana dan di sini masih ada kami semua yang menggantikan mereka untuk mu"ucap Jessica mengelus kepala Dara lembut.
"Iya mom"ucap Dara tersenyum tipis.
"Kalian sering-sering berkunjung ke sini Daddy juga merindukan cucu daddy"ucap Aksa di angguki kedua nya.
"Kami pergi dulu jaga diri kalian baik-baik"ucap Vino pada semua nya.
"Kau juga jaga diri mu dengan baik,,sering hubungi kami di sini"ucap Samuel menepuk pundak sahabat nya tersebut.
"Sesekali kalian datang ke sana juga"ucap Vino.
"Pasti kami akan datang"ucap Samuel.
Setelah berpamitan dan berpelukan mereka akhir nya masuk ke dalam Jet milik Arka untuk kembali ke negara tempat mereka tinggal meninggalkan.
"Kita juga kembali"ucap Dea pada Samuel.
"Sekarang rumah pada sepi setelah mereka menemukan kebahagiaan mereka masing-masing bersama keluarga kecil mereka"ucap Jessica di angguki Dea.
"Kau benar rasa nya mereka masih berkeliaran di rumah sekarang rumah itu sepi tidak ada lagi yang berlarian dan suara teriakan mereka"ucap Dea.
"Harus nya kalian bahagia melihat mereka bahagia bersama keluarga kecil mereka,,kita bisa tenang menghabiskan masa tua kita tanpa ada rasa beban dan pikiran tentang mereka lagi"ucap Aksa di angguki mereka.
"Lebih baik kita pulang sudah siang"ucap Samuel.
Mereka pun meninggalkan bandara masuk ke dalam mobil masing-masing untuk kembali ke rumah, Jasmine dan yang lain nya tidak bisa ikut mengantar kan mereka karna Galaksi sedang sakit.
Di rumah Jasmine menatap Erland yang terus saja gelisah di samping nya membuat nya bertanya-tanya karna jarang sekali Erland seperti itu.
"Kenapa,,apa sedang ada masalah"tanya Jasmine di balas gelengan kepala oleh Erland.
"Lalu kenapa kau terlihat gelisah begitu"tanya Jasmine.
"Emm sayang aku ingin makan masakan daddy"ucap Erland.
__ADS_1
"Daddy"ucap Jasmine membuat Erland mengangguk.
"Baiklah aku akan menghubungi daddy dulu"ucap Jasmine mengambil ponsel nya dan menghubungi Aksa.
tut tut tut
"Hallo"ucap Jessica dari seberang sana.
"Mom daddy di mana"tanya Jasmine.
"Di samping mommy sedang menyetir,,ada apa"tanya Jessica.
"Mommy dan daddy bisa tidak ke rumah dulu sebelum pulang"ucap Jasmine.
"Memang nya ada apa jangan buat mommy khawatir"ucap Jesica.
"Tidak apa-apa mom hanya saja Erland ngidam ingin makan masakan daddy"ucap Jasmine membuat Jessica tertawa di seberang sana.
"Ok mommy dan daddy akan ke sana"ucap Jessica.
Jasmine mematikan telpon nya setelah mendengar ucapan Jessica dan menatap Erland di samping nya.
Lain hal nya di mobil Jessica menatap Aksa sambil tertawa pelan membuat Aksa mengerut kan kening nya bingung.
"Apa ada yang lucu"tanya Aksa.
"Kau tau Erland mengidam ingin makan masakan mu"ucap Jessica membuat Aksa terkejut hingga secara mendadak i menginjak rem nya.
"Masakan ku"ulang Aksa di angguki Jessica sambil tersenyum manis.
"Aku tidak mau"ucap Aksa cepat karna ia tidak pernah lagi memasak, ia hanya memasak saat Jasmine hamil dulu dan mengidam ingin masakan nya.
"Kau tidak mau"ucap Jessica dengan mata melotot tajam membuat Aksa gelalapan.
"Bukan begitu maksut ku,,kau tau kan aku tidak pernah memasak lagi aku tidak yakin jika aku masih bisa"ucap Aksa.
"Kan belum kau coba,,lagian kau mau cucu ileran jika kau tidak menuruti nya"ucap Jessica ketus.
"Iya iya,,tapi jika rasa nya tidak enak jangan kalian salah kan aku nanti"ucap Aksa.
__ADS_1
"Masalah rasa itu terakhir yang penting kau menuruti ngidam Erland dulu"ucap Jessica di angguki Aksa dari pada calon cucu ku ileran pikir nya.
Setelah perdebatan tersebut Aksa kembali melajukan mobil nya ke rumah Jasmine lebih dulu untuk menuruti ngidam Erland yang membuat nya kesusahan namun bagaimana lagi demi calon cucu nya ia pasrah saja.
Sampai di sana kedua nya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sudah di sambut senyum cerah dari Erland yang sudah menanti kehadiran Aksa sedari tadi.
"Daddy sudah datang"ucap Erland membuat Aksa memutar bola mata nya malas.
"Seperti yang kau lihat"ucap Aksa.
"Daddy langsung ke dapur saja Erland sedari tadi sudah menunggu daddy,,ia tidak sabar lagi untuk mencicipi masakan daddy"ucap Jasmine terkekeh.
"Hmm"ucap Aksa berjalan menuju dapur di ikuti mereka dari belakang.
"Kau ingin apa biar daddy masak"tanya Jessica pada Erland.
"Apa mom yang penting masakan daddy"ucap Erland.
"Daddy ingin memasak apa"tanya Jasmine penasaran.
"Yang mudah dan cepat saja"ucap Aksa mengingat bagaimana dulu ia belajar memasak untuk ngidam nya Jessica, semoga saja rasa nya masih enak,pikir Aksa mulai mengeluarkan bahan-bahan yang ia butuh kan dari kulkas.
"Daddy pandai masak mom"tanya Jasmine pada Jessica yang duduk di samping nya,melihat cara Aksa mengeluarkan bahan-bahan sudah bisa ia nilai Aksa pernah memasak karna jika tidak ia pasti akan bertanya bahan apa yang di butuh kan, akan memasak apa dan bagaimana cara memasak nya.
"Dulu saat mommy hamil kalian setiap ingin makan mommy hanya ingin masakan daddy"ucap Jessica membuat Jasmine mengangguk.
"Berarti sama juga dengan Jasmine mom dulu saat ia hamil si kembar dia juga seperti itu sampai aku harus belajar memasak"ucap Erland.
"Nah seperti nya calon cucu mommy akan menginginkan masakan daddy juga"ucap Jessica di angguki Jasmine.
"Ehh enak saja kalian pikir daddy koki kalian yang akan memasak terus untuk kalian"protes Aksa.
"Hanya sampai Jasmine melahir kan dad"ucap Jessica.
"Mommy kira itu tidak lama apa"ucap Aksa.
"Tinggal tujuh bulan lagi dad lagian itu tanda nya calon cucu daddy menyayangi daddy sehingga ia ingin masakan daddy siapa tahu besok dia akan mau tinggal bersama kita menemani kita di rumah agar rumah tidak sepi"ucap Jessica membuat Aksa berpikir sebentar dan tersenyum tipis.
"Semoga saja mom agar di rumah ada yang menemani kita"ucap Aksa mulai semangat lagi,ketiga cucu mereka tidak ada yang ingin jauh dari Jasmine dan Erland kecuali hanya menginap di hari libur saja maka rumah mereka akan ramai jika mereka pulang rumah akan terasa sepi kembali.
__ADS_1